Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Category Archives: Spirituality

Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah dalam kitabnya Hilyah Thalibil ‘Ilmi menerangkan bahwa ilmu itu ibadah. Maka harus memenuhi dua syarat ibadah, yaitu iklash dan mutaba’ah (sesuai dengan contoh rasulullah).
Di antara metode dalam menuntut ilmu adalah sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam berikut.
نضَّر الله امرأً سَمِع مقالتي فوَعَاها وحَفِظها وبَلَّغها، فرُبَّ حامل فِقْه إلى مَن هو أفقه منه،
“Semoga Allah memberikan cahaya kepada wajah orang yang mendengarkan sabdaku lalu ia memahaminya lalu menghafalnya lalu menyampaikannya. Banyak orang yang menyampaikan ilmu kepada orang yang lebih paham darinya” (HR At-Tirmidzi).
Hadits ini mutawatir. Hadits tersebut diriwayatkan oleh sekitar dua puluh orang sahabat. Perhatikanlah,
Dalam hadits ini Nabi menyebutkan metode menuntut ilmu:
1. Mendengar. 2. Memahami. 3. Menghafal. 4. Menyampaikan.
Oleh karena itu, sebagian ulama berkata, “Awal ilmu adalah husnul istimaa’, yaitu mendengar dengan baik. Mendengar akan lebih sempurna dengan mencatat. Sebagaimana dikatakan oleh imam Az-Zuhri, “Ikatlah ilmu dengan mencatatnya.” Maka hendaklah para penuntut pintar mendengar dan mencatat ilmu terlebih dahulu. Orang yang tak pandai mendengar ia tidak akan dapat menuntut ilmu.
Janganlah langsung loncat ke fase terakhir, yaitu menyampaikan, sehingga menjadi lebih pandai menshare daripada mendengar. Pandailah mendengar, lalu fahami lalu hafalkan dan kuasai lalu terakhir menyampaikan dengan penuh amanah ilmiyah. Bila metode ini diabaikan, akibatnya banyak bermunculan Lc (Langsung copas), sehingga ilmu tak kokoh. Lebih banyak berkicau dan comment. Allahul Musta’an.

Ust. Badrusalam, Lc.

Advertisements

Oleh

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.
روى البخاري رحمه الله عن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام – يعني أيام العشر – قالوا : يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”.
وروى الإمام أحمد رحمه الله عن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام أعظم ولا احب إلى الله العمل فيهن من هذه الأيام العشر فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد
وروى ابن حبان رحمه الله في صحيحه عن جابر رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: أفضل الأيام يوم عرفة.
“Imam Ahmad, rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid”.
MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN
1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah

Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة
“Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga”.
2. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.

Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :
الصوم لي وأنا أجزي به ، انه ترك شهوته وطعامه وشرابه من أجلي
“Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku”.
Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ما من عبد يصوم يوماً في سبيل الله ، إلا باعد الله بذلك اليوم وجهه عن النار سبعين خريف
“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun”. [Hadits Muttafaqun ‘Alaih].
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والتي بعده .
“Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”.
3. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala.
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
“…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …”. [al-Hajj/22 : 28].
Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma.
فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد
“Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid”. [Hadits Riwayat Ahmad].
Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :
الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر ولله الحمد
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”.
Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.
وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ
“Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu …”. [al-Baqarah/2 : 185].
Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do’a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.
Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan do’a-do’a lainnya yang disyariatkan.
4. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa.

Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta’atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.
Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
ان الله يغار وغيرة الله أن يأتي المرء ما حرم الله علي
“Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya” [Hadits Muttafaqun ‘Alaihi].
5. Banyak Beramal Shalih.

Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.
6. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq

Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah ; bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah dan bagi Jama’ah Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.
7. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-Hari Tasyriq.

Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
وقد ثبت أن النبي صلى الله عليه وسلم ضحى بكبشين أملحين أقرنين ذبحهما بيده وسمى وكبّر ووضع رجله على صفاحهما
“Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. [Muttafaqun ‘Alaihi].
8. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.

Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘anha bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضّحي فليمسك عن شعره وأظفاره
“Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”.
Dalam riwayat lain :
فلا يأخذ من شعره ولا من أظفاره حتى يضحي
“Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban”.
Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.
وَلا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّه
“….. dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan…”. [al-Baqarah/2 : 196].
Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.
9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya.

Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.
10. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas.

Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.
Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.

Di surga ada delapan pintu surga. Salah satu pintu dinamakan Ar-Rayyan dan pintu ini khusus bagi orang yang berpuasa. Dalam hadits disebutkan,

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « فِى الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ »
Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Surga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.” (HR. Bukhari no. 3257)
Pintu lainnya adalah pintu untuk orang-orang yang rajin mengerjakan shalat, pintu untuk yang rajin bersedekah, pintu untuk para mujahid.
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ نُودِىَ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَا عَبْدَ اللَّهِ ، هَذَا خَيْرٌ . فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجِهَادِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الْجِهَادِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ
“Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’ Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”
فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ – رضى الله عنه – بِأَبِى أَنْتَ وَأُمِّى يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مَا عَلَى مَنْ دُعِىَ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ مِنْ ضَرُورَةٍ ، فَهَلْ يُدْعَى أَحَدٌ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ كُلِّهَا قَالَ « نَعَمْ . وَأَرْجُو أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ »
Ketika mendengar hadits ini Abu Bakar pun bertanya, “Ayah dan ibuku sebagai penebus Anda wahai Rasulullah, kesulitan apa lagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu. Mungkinkah ada orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Iya ada. Dan aku berharap kamu termasuk golongan mereka.” (HR. Bukhari no. 1897, 3666 dan Muslim no. 1027)
Al-Qadhi menukil ucapan Al-Harawi ketika menerangkan makna ‘sepasang hartanya’: Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‘sepasang harta’ adalah dua ekor kuda, dua orang budak, atau dua ekor unta. Ibnu ‘Arafah menyatakan segala sesuatu yang memiliki pasangan disebut dengan zauj.
Sedangkan yang dimaksud dengan berinfak di jalan Allah dalam hadits ini mencakup berinfak untuk segala bentuk amal kebaikan. Ada juga ulama yang menafsirkan, yang dimaksud adalah khusus jihad saja. Namun memberlakukan secara umum seperti pendapat pertama itu lebih bagus. Demikian ucapan dari Al-Qadhi ‘Iyadh. (Syarh Shahih Muslim, 6: 106)
Sedangkan pintu kelima adalah pintu Al-Ayman. Dari Abu Hurairah, dalam hadits tentang syafaat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dikatakan,
يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلِ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لاَ حِسَابَ عَلَيْهِ مِنَ الْبَابِ الأَيْمَنِ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ وَهُمْ شُرَكَاءُ النَّاسِ فِيمَا سِوَى ذَلِكَ مِنَ الأَبْوَابِ
“Wahai Muhammad, suruhlah umatmu (yaitu) orang-orang yang tidak dihisab untuk masuk ke dalam surga melalui pintu Al-Ayman yang merupakan di antara pintu-pintu surga. Sedangkan pintu-pintu yang lain adalah pintu surga bagi semua orang.” (HR. Bukhari no. 3340, 3361, 4712 dan Muslim no. 194)
Nama pintu keenam adalah Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas (mudah menahan amarah dan memaafkan orang lain) terdapat dalam hadits dari Rawh bin ‘Ubadah, dari Asy’ats, dari Al-Hasan Al-Bashri secara mursal,
إِنَّ للهِ بَاباً فِي الجَنَّةِ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ مَنْ عَفَا عَنْ مَظْلَمَةٍ
“Sesungguhnya Allah memiliki sebuah pintu di surga, tidaklah yang masuk melaluinya kecuali orang-orang yang memaafkan kezaliman.” (Diriwayatkan oleh Ahmad. Lihat Fath Al-Bari, 7: 28).
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Al-Qadhi berkata, pintu-pintu surga lainnya disebutkan dalam hadits lain yaitu pintu taubat, pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas, Pintu Ridha. Inilah jadinya ada tujuh pintu yang ada dalam berbagai hadits. Sedangkan 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab akan masuk melalui pintu Al-Ayman. Itulah pintu kedelapan.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 106-107)
Ibnu Hajar rahimahullah menyatakan, “Dalam hadits disebutkan ada empat pintu surga. Di awal-awal bab jihad sudah diterangkan pula bahwa pintu surga itu ada delapan. Rukun Islam yang tersisa adalah haji, tentu ada pintu khusus untuk orang yang berhaji. Itulah pintu kelima. Adapun tiga pintu lainnya, ada di situ pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas terdapat dalam riwayat Imam Ahmad, dari Rawh bin ‘Ubadah dari Asy’ats, dari Al-Hasan Al-Bashri secara mursal, “Sesungguhnya Allah memiliki sebuah pintu di surga, tidaklah yang masuk melaluinya kecuali orang-orang yang memaafkan kezaliman.”
Ada juga pintu Al-Ayman (pintu ketujuh), yaitu pintu orang yang bertawakkal pada Allah yang masuk dalam surga tanpa hisab dan tanpa siksa. Adapun pintu kedelapan adalah Pintu Dzikir sebagaimana yang diisyaratkan dalam riwayat Tirmidzi. Bisa jadi pula adalah Pintu Ilmu. Wallahu a’lam.” (Fath Al-Bari, 7: 28)

Sumber : https://rumaysho.com/11605-delapan-pintu-surga.html

ﺟﺎﺀ ﺭﺟﻞ ﺇﻟﻰ ﺃﻣﻴﺮ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻋﻠﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻳﺸﻜﻮ ﻟﻪ ﺍﻟﻔﻘﺮ ﻭﻗﻠﺔ ﺍﻟﺮﺯﻕ
Datang seseorang kepada Sayyidina Ali mengeluhkan kemiskinan dan kekurangan rezeki
ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ :

ﻟﻌﻠﻚ ﺗﺘﻜﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺨﻼﺀ؟

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :

ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ ﻳﺎ ﺃﻣﻴﺮ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ
Maka beliau berkata kepada orang tersebut :

“Mungkin kamu suka berbicara saat di kamar mandi?” 

Dia mengatakan :

“Tidak wahai Amirol Mu’minin”
ﻗﺎﻝ :

ﻟﻌﻠﻚ ﺗﻘﻠﻢ ﺍﻇﻔﺎﺭﻙ ﺑﺎﺳﻨﺎﻧﻚ؟

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :

ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ
“Mungkin kamu suka menggigit kukumu?”

“Tidak”
ﻗﺎﻝ :

ﻟﻌﻠﻚ ﺗﺴﻤﻲ ﺃﺑﻮﻳﻚ ﺑﺎﺳﻤﻴﻬﻤﺎ ؟

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :

ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ

.

“Mungkin kamu memanggil atau menyebut kedua orang-tuamu dengan nama mereka?”

“Tidak”
ﻗﺎﻝ :

ﻟﻌﻠﻚ ﺗﺘﺮﻙ ﺍﻟﻘﻤﺎﻣﺔ ﻟﻴﻼ ﻓﻰ ﺩﺍﺭﻙ ؟

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :

ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ
“Mungkin kamu membiarkan sampah bermalam dalam rumah?”

“Tidak”
ﻗﺎﻝ :

ﻟﻌﻠﻚ ﺗﻨﺎﻡ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻭﺿﻮﺀ؟

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :

ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ
“Mungkin kamu sering tidur tanpa wudhu?”

“Tidak ”
ﻗﺎﻝ :

ﻟﻌﻠﻚ ﺗﺘﻘﺪﻡ ﺃﺑﻮﻳﻚ ﻓﻰ ﺍﻟﻤﺸﻲ ؟

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :

ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ
“Mungkin kamu suka berjalan mendahului jalannya orang tuamu ke depan?”

“Tidak”
ﻗﺎﻝ :

ﻟﻌﻠﻚ ﺗﻜﻨﺲ ﺩﺍﺭﻙ ﻟﻴﻼ ؟

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :

ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ
“Mungkin kamu sering menyapu rumah di malam hari?”

“Tidak”
ﻗﺎﻝ :

ﻟﻌﻠﻚ ﺗﻘﻠﻢ ﺍﻇﻔﺎﺭﻙ ﻳﻮﻡ ﺍﻻﺣﺪ؟

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :

ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ
“Mungkin kamu memotong kuku di hari minggu?”

“Tidak”
ﻗﺎﻝ :

ﻟﻌﻠﻚ ﺗﺪﻳﻢ ﺍﻟﻠﻌﻦ ﻋﻠﻰ ﺍﺑﻨﺎﺋﻚ؟

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :

ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ ﻳﺎ ﺃﻣﻴﺮ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ
“Apakah kamu sering mengutuk anak2mu?”

“Tidak”
ﻗﺎﻝ :

ﻟﻌﻠﻚ ﺗﻠﻘﻲ ﺑﺎﻟﺒﺼﺎﻕ ﻓﻰ ﺑﻴﺖ ﺍﻟﺨﻼﺀ ؟ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :

ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ
“Mungkin kamu sering membuang ludah ke kamar mandi?”

“Tidak”
ﻗﺎﻝ :

ﻟﻌﻠﻚ ﺗﺘﺮﻙ ﺍﺳﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ؟ ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻓﻰ ﺁﺧﺮﻩ ؟

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :

ﻻﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ
“Mungkin kamu tidak baca bismillah sebelum makan ataupun Alhamdulillah setelahnya?”

“Tidak”
ﻓﻘﺎﻝ :

ﻟﻌﻠﻚ ﻻﺗﺪﻋﻮ ﻻﺑﻮﻳﻚ ﻓﻰ ﺍﻟﺼﻼﺓ ؟

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ :

ﻧﻌﻢ ﻳﺎ ﺃﻣﻴﺮ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻫﻮ ﺫﻟﻚ
“Mungkin kamu tidak mendoakan kedua orang-tuamu saat shalat?”

“Iya benar wahai Amirol Mu’minin. Itulah kekurangan saya”
ﺭﺑﻲ ﺍﻏﻔﺮ ﻟﻲ ﻭﻟﻮﺍﻟﺪﻱّ ﻭﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻳﻮﻡ ﻳﻘﻮﻡ ﺍﻟﺤﺴﺎﺏ ﺁﻣﻴﻦ
Dari Kitab Salinan 

Karya Al-Habib Salim As-Syatiriy Hadramaut-Yaman
📡 Facebook: https://www.facebook.com/Attasawuf/

📠Telegram: https://telegram.me/Rumah_Salaf_Aswaja

📸Instagram: https://www.instagram.com/rumahsalafaswaja/

🎥Youtube: m.youtube.com

📝Google+: https://plus.google.com/113236921490580817919/posts/N7SmQchTiim

​ا:

علموا أبناءكم وبناتكم “التوحيد” 

بتكرار هذه الأسئلة عليهم كل يوم ..
*Ajarkan kepada anak laki-laki dan anak-anak perempuanmu “Tauhid”*

Dengan mengulang-ulang pertanyaan berikut ini kepada mereka setiap hari…

 

فالجهل بأصول الدين وعدم غرسها منذ الصغر 

أول اسباب الإلحاد المنتشر بصورة مفزعة ..
Karena ketidaktahuan terhadap pokok-pokok agama dan tidak ditanamkannya tauhid sejak dini merupakan sebab pertama terjadinya ilhad (penyimpangan) yang merata dengan bentuk yang mengejutkan..(naudzu billah)
               ~ أسئلة في التوحيد ~
*~ Pertanyaan Seputar Tauhid ~*
س1/ من أين نأخذ عقيدتنا ؟

من القرآن والسنة .
1⃣ Dari (sumber yang) mana kita mengambil aqidah kita?

>> Dari Al Qur’an dan As Sunnah.
س2/ أين الله ؟

في السماء على العرش .
2⃣ Dimanakah Allah?

>> Dia berada diatas Arsy, diatas langit (sesuai dengan keagungan dan kemuliaanNya).
س3/ ما الدليل من القرآن على أن الله على العرش ؟

( الرحمن على العرش استوى) .
3⃣ Apa dalil Al Qur’an yang menunjukkan bahwa Allah berada diatas Arsy?

>> firman Allah ((Ar Rahmaan bersemayam diatas Arsy)) _QS. Thaha:5._
س4/ ما معنى ( استوى) ؟

علا وارتفع .
4⃣ apa makna dari istiwa’?

>> Berada di ketinggian dan diatas.
س5/ لماذا خلق الله الجن والإنس ؟

لعبادته وحده لاشريك له .
5⃣ Untuk (tujuan) apa Allah menciptakan jin dan manusia?

>> Untuk beribadah kepada Allah saja, tiada sekutu bagiNya.
س6/ ما الدليل من القرآن على أن الله خلق الجن والإنس لعبادته ؟

( وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون)
6⃣ Apa Dalil Al Qur’an yang menunjukkan bahwa Allah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepadaNya?

>> firman Allah: ((Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada Ku)) _Qs.Adz-Dzariyat:56._
س7/ ما معنى ( يعبدون ) ؟

يوحدون .
7⃣ Apa makna “beribadah kepadaKu?”

>> Mentauhidkan Allah.
س8/ ما معنى لا إله إلا الله ؟

لا معبود بحق إلا الله .
8⃣ Apa makna kalimat *((Laa ilaaha Illallah))*?

>> Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah.
س9/ ما أعظم عبادة ؟

التوحيد .
9⃣ Ibadah apa yang paling agung?

>> Tauhid.
س10/ ما أعظم معصية ؟

الشرك .
🔟 Maksiat apa yang paling besar?

>> Syirik (menyekutukan Allah).
س11/ ماهو التوحيد ؟

إفراد الله بالعبادة .
1⃣1⃣ Apa makna Tauhid?

>> Mengesakan Allah dalam segala bentuk peribadatan.
س12/ ماهو الشرك ؟

عبادة غير الله مع الله .
1⃣2⃣ Apakah yang dimaksud dengan Syirik?

>> Beribadah yang ditujukan kepada selain Allah.
س13/ كم أقسام التوحيد ؟

ثلاثة .
1⃣3⃣ Ada berapa bagian Tauhid?

>> ada Tiga.
س14/ ماهي أقسام التوحيد ؟

الربوبية والألوهية والأسماء والصفات .
1⃣4⃣ Apa saja bagian-bagian Tauhid?

>> Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah, Tauhid Asma’ wash shifat.
س15/ ما تعريف توحيد الربوبية ؟

افراد الله في أفعاله مثل الخلق والرزق .
1⃣5⃣ Apa yang dimaksud Tauhid Rububiyah?

Mengesakan Allah dalam hal perbuatan-perbuatanNya, seperti : menciptakan dan memberi rizki.

(Ket: aplikasi tauhid ini adalah meyakini bahwa yang berhak Menciptakan dan Memberikan rizki hanyalah Allah. Tidak ada yang lain).
س16/ ما تعريف توحيد الألوهية ؟

افراد الله بأفعال العباد مثل الدعاء والذبح والسجود .
1⃣6⃣ Apa yang dimaksud Tauhid Uluhiyah?

>> mengesakan Allah dalam hal perbuatan hamba seperti doa, shalat, menyembelih hewan dan sujud.

(Ket: aplikasi tauhid ini adalah dengan meniatkan saat kita beribadah ikhlas karena Allah, bukan untuk sesembahan lain).
س17/ هل لله أسماء وصفات ؟

نعم .
1⃣7⃣ Apakah Allah memiliki nama-nama dan sifat-sifat?

>> Ya. (Tentu sesuai keagungan, keluhuran dan kemuliaanNya).
س18/ من أين نأخذ أسماء الله وصفاته ؟

من القرآن والسنة .
1⃣8⃣ Dari mana kita mengambil (keyakinan) terhadap nama² Allah dan sifat²Nya?

>> dari Al Qur’an dan As Sunnah.
س19/ هل تشبه صفات الله صفاتنا ؟

لا .
1⃣9⃣ Apakah sifat-sifat Allah (Sang Pencipta) menyerupai sifat-sifat kita (makhlukNya)?

>> Tentu saja tidak.
س20/ ما الدليل من القرآن على أن صفات الله لا تشبه صفاتنا ؟

( ليس كمثله شيء وهو السميع البصير) .
2⃣0⃣ Apa dalil dari Al Qur’an bahwasanya sifat-sifat Allah tidak menyerupai sifat-sifat kita, makhlukNya?

>> Firman Allah: ((Tidak ada yang serupa bagiNya sesuatu apapun, dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat))

_QS.Asy-Syura:11._
س21/ القرآن كلام من ؟

الله .
2⃣1⃣ Al Qur’an adalah kalam siapa?

Allah.
س22/ منزل أم مخلوق ؟

منزل و هو كلامه حقيقة بحرف و صوت .
2⃣2⃣ Al Qur’an diturunkan dari sisi Allah atau diciptakan (makhluk)?

>> Diturunkan dari sisiNya, difirmankan Allah secara langsung dengan huruf dan suara (melalui malaikat Jibril yang kemudian disampaikan kepada Muhammad -shallallahu ‘alaihi wasallam-).
س23/ ما هو البعث ؟

إحياء الناس بعد موتهم .
2⃣3⃣ apakah yang dimaksud hari kebangkitan?

>> yaitu peristiwa dibangkitkannya manusia seluruhnya setelah diwafatkannya mereka.
س24/ ما الدليل من القرآن على كفر من أنكر البعث ؟

( زعم الذين كفروا أن لن يبعثوا ) .
2⃣4⃣ Apa Dalil dari Al Qur’an yang menunjukkan bahwa “telah kufur orang yang mengingkari adanya hari kebangkitan”?

>> Firman Allah: ((Orang-orang kafir mengira bahwa mereka tidak akan dibangkitkan)) _QS.At-Taghabun:7._
س25/ ما الدليل من القرآن على أن الله سيبعثنا ؟

( قل بلى وربي لتبعثن ) .
2⃣5⃣ Apa dalil dari Al Qur’an yang menunjukkan bahwa Allah akan membangkitkan kita?

>> Firman Allah: ((Katakanlah (hai Muhammad): ‘Justru -demi Rabbku, sungguh kamu akan benar-benar dibangkitkan’)) _QS. At-Taghabun: 7._
س26/ كم أركان الإسلام ؟

خمسة .
2⃣6⃣ Ada berapakah Rukun Islam?

>> ada Lima (5).
س27/كم أركان الإيمان ؟

ستة .
2⃣7⃣ ada berapakah Rukun Iman?

>> ada Enam (6).
س28/كم أركان الإحسان ؟

واحد .
2⃣8⃣ Ada berapakah Rukun Ihsan?

>> ada Satu (1)

(Ket: yaitu beribadah kepada Allah seolah-olah melihatNya. Meski tidak dapat melihatNya didunia ini, tapi ketahuilah bahwa Dia senantiasa melihat hambaNya).
س29/ ماتعريف الإسلام ؟

الاستسلام لله بالتوحيد والانقياد له بالطاعة والبراءة من الشرك وأهله .
2⃣9⃣ Apakah definisi Islam?

>> Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkanNya, tunduk kepada Allah dengan ketaatan, dan berlepas diri dari perbuatan syirik dan para pelakunya.
س30/ ما تعريف الإيمان ؟

قول باللسان واعتقاد بالقلب وعمل بالجوارح يزيد بالطاعة وينقص بالمعصية .
3⃣0⃣ Apa definisi Iman?

>> Iman adalah (kompilasi dari 3 hal berikut) mengucapkan dengan lisan, meyakini dengan hati, mengamalkan dengan anggota badan. Iman dapat bertambah dengan ketaatan dan dapat berkurang dengan kemaksiatan.
س31/ لمن نذبح ونسجد ؟

لله وحده لاشريك له .
3⃣1⃣ kepada siapa kita  menyembelih hewan kurban dan kepada siapa kita bersujud?

>> kepada Allah saja, tiada sekutu bagiNya.
س32/ هل يجوز الذبح والسجود لغير الله ؟

لا .
3⃣2⃣ Bolehkah menyembelih hewan kurban dan sujud kepada selain Allah?

>> Tidak boleh.
س33/ ماحكم الذبح والسجود لغير الله ؟

شرك أكبر.
3⃣3⃣ Apa hukum menyembelih hewan kurban dan sujud kepada selain Allah?

>> Hukumnya syirik besar.
▪انشر بارك الله فيك .
▪Sebarkan, Semoga Allah memberkahimu.
◎●◎●◎●◎●◎●◎●◎●◎●◎●◎●

✍🏻 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

‏‎وأعظم ما يتلف الأعمال هو ظلم الناس والعياذ بالله، ظلم الناس في أموالهم وأعراضهم ودمائهم، فتجنبوا الظلم.
“Perkara terbesar yang merusak amal-amal kebaikan adalah kezhaliman terhadap orang lain -kita berlindung kepada Allah darinya- yaitu kezhaliman terhadap harta, kehormatan, dan darah mereka, maka jauhilah kezhaliman.”

BISMILLAAH ALHAMDULILLAAH..
➡ Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
فقراءة آية بتفكر وتفهم خير من قراءة ختمة بغير تدبر وتفهم وأنفع للقلب وأدعى إلى حصول الإيمان وحلاوة القرآن
🌴 “Membaca satu ayat disertai perenungan dan usaha memahami adalah:

✅ Lebih baik,

✅ Lebih bermanfaat bagi hati,

✅ Lebih mendorong dalam meraih keimanan,

✅ Lebih menghasilkan manisnya Al-Qur’an;

Daripada sekedar membaca sampai khatam tanpa perenungan dan tanpa usaha memahami.” [Miftah Daris Sa’aadah, 1/187]