Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Monthly Archives: February 2018

Doa Bila Melihat Orang Yang Mengalami Musibah/Cobaan

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ، وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً

Alhamdulillaahil-ladzii ‘aafaanii mimmabtalaaka bihi, wa fadh-dholanii ‘alaa katsiirin mimman kholaqo tafdhiilan.

Segala puji bagi Allah yang telah menghindarkanku dari musibah yang menimpamu, serta memberikan kelebihan kepadaku atas sekian banyak ciptaan-Nya.

HR. Tirmidzi 3431 dan Ibnu Majah 3898.
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang menyaksikan orang yang terkena musibah, kemudian mengatakan: (doa di atas), niscaya Allah akan menghindarkannya dari musibah tersebut sepanjang hayatnya, walau bagaimanapun keadaannya.”

Advertisements

Kehidupan kita di Dunia *hanyalah tamu,* dan karena tamu maka *kehadiran kita hanyalah sementara…..*
_Kaya atau miskin *hanyalah sementara.*_
_Kejayaan atau kegagalan, *juga sementara.*_
_Jabatan atau kedudukan, popularitas dan kemuliaan, *semua lagi² hanya sementara saja…..*_
*Menjadi Bapak atau Ibu, menjadi Suami atau Isteri, menjadi Manager atau Direktur, bahkan jadi Presiden ataupun Raja, tidak ada yang abadi…..* *Sebab kita semua hanyalah TAMU…!*
_Karena kita *hanya tamu,* begitu waktunya tiba…..,Kita semua *harus beranjak pergi.*_
*Semua harta benda, emas permata, rumah dan kendaraan hanyalah pinjaman…..!*
_Walaupun semua asset adalah *hasil jerih payah keringat kita……*_
_Walaupun kita *mempunyai surat kepemilikan yang sah dan semua harta benda atas nama kita secara hukum…..?!*_
_Namun semuanya *hanyalah kepemilikan sementara,* hanyalah *pinjaman semata….!*_
*Karena pinjaman, begitu waktunya tiba, harus dikembalikan…..!*
_*Ketika lahir,* dua tangan kita kosong, ketika *meninggal dunia* kedua tangan kita juga kosong…..!_
_*Waktu datang* kita tidak membawa apa-apa, *waktu pergi* kita juga tidak membawa apapun.!_
_*Jangan sombong,* karena kaya dan berkedudukan, *jangan minder* karena miskin dan rendah…..!_ _Bukankah kita semua hanyalah tamu dan_ *Semua yang ada pada diri kita hanyalah pinjaman…..!*
*TETAPLAH RENDAH HATI…..,* _seberapapun tinggi kedudukan kita._
*TETAPLAH PERCAYA DIRI…..,* _seberapapun kekurangan kita._
*HANYA SATU KEPUNYAAN KITA….,* _yang bukan pinjaman, yang akan kita bawa kemanapun kita pergi, yaitu…….:_ *IMAN- AMAL- PERBUATAN KITA.*
_Semoga kita senantiasa bisa *meningkatkan ke- Iman-an dan ke-Taqwa-an , dan membawa serta amal perbuatan baik.*_
🎁 *Hadiah untuk semua Sahabat….. :
_Kami tidak menghadiahkan Matahari dan Bulan karena *keduanya akan hilang (dengan pergantian Siang dan Malam).*_
_Kami tidak menghadiahkan Lilin dan Es, karena keduanya akan meleleh._
_Kami tidak menghadiahkan kepada Saudaraku,warna-warni bunga karena akan layu._
_Namun,Kami menghadiahkan untuk Saudaraku…..:_
‎ سبحان الله *Subhanallah*
‎ والحمدلله *Walhamdulillah*
‎ ولا إله إلا الله *Wa lailaha ilallah*
‎ والله أكبر *Wallahu Akbar*
_Karena *hadiah itu kekal* untuk Anda dan akan *memberatkan timbangan amal* di Akhirat._
*Obat yang menjadikan kehidupan tidak akan pernah Cemas/Gelisah.*
‎لا إله إلا انت سبحانك إني كنت من الظالمين
*Laa Ilaha Illaa Anta Subhaanaka Innii Kuntu Minadzaalimiin.*
“Barangsiapa bersandar pada harta, ia akan miskin.
Barangsiapa bersandar pada harga diri, ia akan hina.
Barangsiapa bersandar pada akalnya, ia akan tersesat.
Namun barangsiapa bersandar pada Allah, sesungguhnya ia tak pernah miskin, hina dan sesat.”
( Ali bin Abi Thalib RA).

Kehidupan kita di Dunia *hanyalah tamu,* dan karena tamu maka *kehadiran kita hanyalah sementara…..*
_Kaya atau miskin *hanyalah sementara.*_
_Kejayaan atau kegagalan, *juga sementara.*_
_Jabatan atau kedudukan, popularitas dan kemuliaan, *semua lagi² hanya sementara saja…..*_
*Menjadi Bapak atau Ibu, menjadi Suami atau Isteri, menjadi Manager atau Direktur, bahkan jadi Presiden ataupun Raja, tidak ada yang abadi…..* *Sebab kita semua hanyalah TAMU…!*
_Karena kita *hanya tamu,* begitu waktunya tiba…..,Kita semua *harus beranjak pergi.*_
*Semua harta benda, emas permata, rumah dan kendaraan hanyalah pinjaman…..!*
_Walaupun semua asset adalah *hasil jerih payah keringat kita……*_
_Walaupun kita *mempunyai surat kepemilikan yang sah dan semua harta benda atas nama kita secara hukum…..?!*_
_Namun semuanya *hanyalah kepemilikan sementara,* hanyalah *pinjaman semata….!*_
*Karena pinjaman, begitu waktunya tiba, harus dikembalikan…..!*
_*Ketika lahir,* dua tangan kita kosong, ketika *meninggal dunia* kedua tangan kita juga kosong…..!_
_*Waktu datang* kita tidak membawa apa-apa, *waktu pergi* kita juga tidak membawa apapun.!_
_*Jangan sombong,* karena kaya dan berkedudukan, *jangan minder* karena miskin dan rendah…..!_ _Bukankah kita semua hanyalah tamu dan_ *Semua yang ada pada diri kita hanyalah pinjaman…..!*
*TETAPLAH RENDAH HATI…..,* _seberapapun tinggi kedudukan kita._
*TETAPLAH PERCAYA DIRI…..,* _seberapapun kekurangan kita._
*HANYA SATU KEPUNYAAN KITA….,* _yang bukan pinjaman, yang akan kita bawa kemanapun kita pergi, yaitu…….:_ *IMAN- AMAL- PERBUATAN KITA.*
_Semoga kita senantiasa bisa *meningkatkan ke- Iman-an dan ke-Taqwa-an , dan membawa serta amal perbuatan baik.*_
🎁 *Hadiah untuk semua Sahabat….. :
_Kami tidak menghadiahkan Matahari dan Bulan karena *keduanya akan hilang (dengan pergantian Siang dan Malam).*_
_Kami tidak menghadiahkan Lilin dan Es, karena keduanya akan meleleh._
_Kami tidak menghadiahkan kepada Saudaraku,warna-warni bunga karena akan layu._
_Namun,Kami menghadiahkan untuk Saudaraku…..:_
‎ سبحان الله *Subhanallah*
‎ والحمدلله *Walhamdulillah*
‎ ولا إله إلا الله *Wa lailaha ilallah*
‎ والله أكبر *Wallahu Akbar*
_Karena *hadiah itu kekal* untuk Anda dan akan *memberatkan timbangan amal* di Akhirat._
*Obat yang menjadikan kehidupan tidak akan pernah Cemas/Gelisah.*
‎لا إله إلا انت سبحانك إني كنت من الظالمين
*Laa Ilaha Illaa Anta Subhaanaka Innii Kuntu Minadzaalimiin.*
“Barangsiapa bersandar pada harta, ia akan miskin.
Barangsiapa bersandar pada harga diri, ia akan hina.
Barangsiapa bersandar pada akalnya, ia akan tersesat.
Namun barangsiapa bersandar pada Allah, sesungguhnya ia tak pernah miskin, hina dan sesat.”
( Ali bin Abi Thalib RA).

Dari *Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu* , ia mendengar *Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam* bersabda :

مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّـتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ.

Barangsiapa *tujuan hidupnya adalah dunia*,
maka *Allâh akan mencerai-beraikan urusannya*,
menjadikan *kefakiran di kedua pelupuk matanya*,
dan ia *tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya*.

Barangsiapa yang niat *(tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat*,
*Allâh akan mengumpulkan urusannya*,
menjadikan *kekayaan di hatinya*,
dan *dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina*. ”