Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Monthly Archives: September 2016

🔑Ketahuilah bahwa لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ adalah kuncinya syurga,(1) Rasulullah shallallahu’alaihi bersabda:

*من كان آخر كلامه لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ دخل الجنة*

_”Siapa saja yang akhir ucapannya _*laa ilaha illallah* maka dia masuk syurga”_ (H.R Hakim)
Tentunya tidak hanya dengan ucapan belaka(2), melainkan dengan amal dan konsekwensi(3) sebagai syaratnya.
📝 *Syarat-syarat لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ:*

*1. Ilmu.*

Memahaminya dengan rinci, Rasulullah shallallahu’alaihi bersabda:

*من مات وهو يعلم أنه لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ دخل الجنة*

_”Siapa saja yang mati dalam keadaan mengetahui laa ilaha illallah maka akan masuk syurga”_ (H.R muslim) 
*2. Yakin.*

Menafikan keragu-raguan terhadap لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: 

*أشهد أن لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وأني رسول الله، لَا يلقىَ اللهَ بهما عبد غير شاك فيهما إلا دخل الجنة*

_”Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan aku rasulullah, tidaklah seorang hamba bertemu Allah dengan dua syahadat tanpa ada ragu terhadap syahadat tersebut, maka dia akan masuk syurga”_ (H.R Muslim) 
*3. Ikhlas.*

Menafikan kesyirikan, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

*أسعد الناس بشَفَاعتي منْ قال لآ إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ خالصا من قلبه*

_”Orang yang paling bahagia dengan syafaatku adalah orang yang mengucapkan لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ dengan ikhlas dari hatinya”_(H.R Bukhariy) 
*4. Jujur.*

Menafikan kedustaan, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: 

*ما من احد يشهد أن لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ وأن محمداً عبده و رسوله، صادقا من قلبه، الا حرمه الله على النار*

_”Tidaklah seseorang bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan Utusannya, dengan jujur dari hatinya kecuali Allah haramkan baginya neraka”_(H.R Bukhariy & Muslim) 
*5. Cinta.*

Kecintaan penuh iman, Allah berfirman:

*والذين آمنوا أشد حباً لله*

_”Dan Orang-orang yang beriman adalah orang yang paling cinta kepada Allah”_(al-Baqarah:165)
*6. Ketundukan.*

Yaitu ketundukan dengan mengamalkan kewajiban syariat, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: 

*لا يؤمن أحدكم حتى يكون هواه تبعا لما جئت به* 

_Tidaklah seorang diantara kalian beriman hingga hawa nafsunya tunduk mengikuti apa yang aku bawa”_
*7. Menerima.*

Menerima tanpa penentangan, seperti kaum kafir quraisy:

*أجعل الآلهة إِلَٰهاً واحدا إن هذا لشيئ عجاب*

_”Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan menjadi satu tuhan? Sungguh ini adalah sesuatu yang sangat aneh”_(shad:5) (4)
_*”Ketahuilah bahwa syarat-syarat tersebut bukan hanya untuk dihafal semata, namun hendaknya diamalkan dan dipraktekan”*_(5)
*_Allahu a’lam_*
In syaa Allah bersambung… *”Pembatal Keislaman”*
✒ Ust. Abu Aisyah Imron Rosyid, Lc. 

_________________________________

Advertisements

Ketika seorang muslim

Melihat kekayaan orang kafir

Kehidupan yang serba cukup

Kemewahan dan foya-foya

Banyaknya anak dan harta
Kadang menjadikan dirinya

Bertanya…

Mengapa mereka 

Tidak menyembah Allah Ta’ala

Tetapi dilimpahkan hal seperti itu?
Jangan serahkan jawabannya 

Kepada ekonom,

Ahli motivasi

Atau siapapun 

Kecuali dengan dalil
Karena kekayaan itu 

Ada yang dapat dilihat di dunia

Atau nanti di akhirat
Saudaraku…

Bukankah anda telah melaksanakan Shalat sunnah sebelum fajar dua rakaat

Yang mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” 

(HR. Muslim).
Ya jika salah satu dari ratusan atau ribuan shalat sunnah sebelum subuh anda diterima Allah Ta’alaa, maka anda telah memiliki sesuatu yang lebih baik dari dunia dan seisinya…
Jika kita meyakini hadits ini 

Maka tidak pantas seorang muslim Mengagumi kekayaan orang kafir

Karena kekayaan mereka 

Membebani diri mereka di neraka
Maka betapapun miskinnya seorang muslim

Betapa papanya mereka

Selagi bersih tauhidnya dari syirik

Dan melaksanakan rukun islam

Serta ikhlas dan benar dalam beribadah

Maka kekayaan di dunia akan digapai

Serta kenikmatan akhirat telah menunggu
Bersabarlah di dunia ini 

Karena ada hadits di bawah ini
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ »
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim )
Biarlah orang kafir menikmati 

Surga yang fana 

Dan orang beriman

Akan mendapatkan surga yang kekal abadi

Teruslah perjuang dalam mencari nafkah

Di kehidupan dunia ini

Dan bersabarlah, bertawakal.
Alhamdulillah

□□□□□

Akhukum fillah
Abdurrahim Ayyub

​Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah…barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat.
Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju syurga.
Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.
Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia…barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.
Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba’ ta’ kepada anak2 mu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu..yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.
JIKA ENGKAU TIDAK BISA BERBUAT KEBAIKAN SAMA SEKALI, MAKA TAHANLAH TANGAN DAN LISANMU DARI MENYAKITI….SETIDAKNYA ITU MENJADI SEDEKAH UNTUK DIRIMU.
Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata:
رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ
“Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya”
Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda
Rasulullah bersabda:
« لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ ».
“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya)bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum”.(HR. Muslim)
Selamat beraktifitas.. menjemput riski  hari ini dg Pikiran dan prilaku positif, semangat meraih hasil terbaik serta saling mendoakan akan keberkahan.. Aamiin…

 ✍1) Dianjurkan untuk mandi sebelum berangkat shalat ied
 ✍2🌸 Memakai pakaian yang terbaik dan wewangian
 ✍3^Tidak makan dahulu sebelum sholat idul Adha selesai jika minum saja tidak apa apa. Nabi ﷺ bersabda
 كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ 

📕Rasulullah ﷺ biasa berangkat shalat ‘ied pada hari raya Idul Fithri dan beliau makan terlebih dahulu

وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

^📖Sedangkan pada hari raya Idul Adha ‘Qurban’, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau makan hasil qurban-nya (HR. Ahmad)
 ✍4°🍃Afdhol nya sholat idul fitri dan adha itu ditanah lapang bukan dimasjid. Agar wanita haid bisa ikut hadir dan juga anak kecil sebagai syiar. Abu Sa’id Al Khudri mengatakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى

|🍃Rasulullah ﷺ biasa keluar pada hari raya ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha menuju tanah lapang.” (HR. Bukhari & Muslim)
🔰Pengecualian bila kondisi hujan boleh sholat ied dimasjid atau kondisi padat penduduk kekurangan lahan
 ✍5^📖Pergi ketempat sholat ied dengan terus bertakbir

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

❀Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamd
 ✍6°🐝Dan bila memungkinkan berjalan kaki 

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَخْرُجُ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا.

°🍓Rasulullah ﷺ biasa berangkat shalat ‘ied dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang dengan berjalan kaki (HR. Ibnu Majah)
 كَانَ النَّبِىُّ ﷺ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

^📖Nabi ﷺ ketika shalat ‘ied, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang (HR. Bukhori)

🌺

*❝Taqobbalallahu minna wa minkum -Selamat hari raya idul Adha 1437  (Senin, 12 September 2016 M)❞*

🌻

Wassalam….

​🕌🕌🕌🕌🕌

Allahu Akbar…

Allahu Akbar…

Allahu Akbar…

Laa ilaaHa ilallaaHu wallahu Akbar…

Allahu Akbar…

Walillahilhamd.
*Semoga kita bisa masuk dan terbawa oleh keAkbaranNya*
Assalamu’alaikum

Warahmatullahi

Wabarakatuh
💥Selamat      💭✨       

                 ✨💭Menyambut    

       😘✨ 💭 💥IDUL ADHA 💥 1473 Hijriah

               __|  |_______

             /__________/_\

🌷🌹  | 四 |目| 四 |目|  🌳🌳

╭⌒╮ 🌙╭⌒╮✨

✨╭⌒╭⌒╮╭⌒╮✨

,✨︶︶︶︶ ︶~~

╬ 🌜╱◥███◣✨n

╬ ︱田︱田 田 ︱╬╬╬ 

🌾🌾..🐂..🌾.. 🐑
🙏🏻 *Mohon Maaf Lahir & Bathin… Apabila selama ini sy/kami ada kesalahan jg kehilafan…* 🙏🏻
*_Semoga kt selalu dlm Petunjuk, Lindungan, Ampunan Jg RidhoMu_*
=======[[[]]]=======
Ya Allah…

Di padang Arafah kau banggakan penghuni bumi

Kau kabari penghuni langit

Mohon kami dan keluarga kami Kau rachmati dgn keutamaan sebagai mana yg Kau Karuniakan pd setiap hambaMu yg Berhaji & Berwukuf di Arafah..
Terimalah seluruh amal”, ibadah”, puasa serta hewan qurban kami, sbg salah satu bukti pengorbanan kami..
Berilah kami kemudahan utk berkunjung ke rumahMu, ya Allah.. pertemukanlah wajah kami dengan tempat wajah RasulMu dkt rumahMu dan *Pertemukanlah kami dengan RasulMu dlm Surga dgn RahmatMu*
Ya Allah.. Kami memohon berikan kami keselamatan badan, kesehatan raga, ketercukupan rizki dan nikmat, keterjagaan agama, perbaiki masa depan kami, berikan rizki berupa taat kpdMu sepanjang sisa usia kami, kumpulkan kebaikan dunia dan akherat utk kami.. Haramkan jasad kami menyentuh nerakaMu dan keterjaminan memasuki Surga FirdausMu bersama Rasulullah SAW (*Husnul Khatimah*) Rahmati kami dpt menatap WajahMu Aamiin…🙏🏻😇🙏🏻

(Al-kisah tiga manusia mulia: Ibrahim,  Hajar dan Ismail)_

Hajar protes. Mengapa suaminya meninggalkan dia dan anaknya yang masih kecil di padang pasir tak bertuan. 
Hajar mengejar Ibrahim, suaminya, dan berteriak: _”Mengapa engkau tega meninggalkan kami di sini? Bagaimana kami bisa bertahan hidup?”_ 
Ibrahim terus melangkah meninggalkan keduanya, tanpa menoleh, tanpa memperlihatkan air matanya yang meleleh. 
Remuk redam perasaannya terjepit antara pengabdian dan pembiaran.
Hajar masih terus mengejar sambil menggendong Ismail, kali ini dia setengah menjerit, dan jeritannya menembus langit, 
_*”Apakah ini perintah Tuhanmu?”*_ 
Kali ini Ibrahim, sang khalilullah, berhenti melangkah. 
Dunia seolah berhenti berputar. Malaikat yang menyaksikan peristiwa itu pun turut terdiam menanti jawaban Ibrahim. 
Butir pasir seolah terpaku kaku. Angin seolah berhenti mendesah. Pertanyaan, atau lebih tepatnya gugatan Hajar membuat semua terkesiap. 
Ibrahim membalik tubuhnya, dan berkata tegas, *”Iya!”* 
Hajar berhenti mengejar. dia terdiam. 
Lantas meluncurlah kata-kata dari bibirnya, yang mengagetkan semuanya: malaikat, butir pasir dan angin.  *_”Jikalau ini perintah dari Tuhanmu, pergilah, tinggalkan kami di sini. Jangan khawatir. Tuhan akan menjaga kami.”_*
Ibrahim pun beranjak pergi. Dilema itu punah sudah. 
Ini sebuah pengabdian, atas nama perintah, bukan sebuah pembiaran. Peristiwa Hajar dan Ibrahim ini adalah romantisme keberkahan.
Selanjutnya kisah ini terus berlanjut ketika Ismail telah menginjak remaja, Ibrahim bermimpi diperintah harus memenggal kepala Ismail, dan ketika berita atau isi mimpi itu disampaikan sang anak dan keyakinan yg penuh memberikan kabar yg menakjubkan orangtuanya :

Yakni sesuai Firman Allah dalam surat As Saffat ayat 102 :
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
Itulah ikhlas. 
Ikhlas adalah kesabaran yang Nyata, karena Allah bersama orang orang yg sabar…
Ikhlas adalah wujud sebuah keyakinan mutlak pada Sang Maha Mutlak. 
Ikhlas adalah kepasrahan bukan  mengalah apalagi menyerah kalah. 
Ikhlas itu adalah engkau sanggup berlari melawan dan mengejar, namun engkau memilih patuh dan tunduk. 
Ikhlas adalah sebuah kekuatan menundukkan diri sendiri dan semua yang engkau cintai. 
Ikhlas adalah memilih jalanNya, bukan karena engkau terpojok tak punya jalan lain. 
Ikhlas bukan lari dari kenyataan. 
Ikhlas bukan karena terpaksa. 
Ikhlas bukan merasionalisasi tindakan, bukan mengalkulasi hasil akhir. 
Ikhlas tak pernah berhitung. 
Ikhlas tak pernah pula menepuk dada. 
Ikhlas itu tangga menujuNya. 
Ikhlas itu mendengar perintahNya dan menaatiNya. 
Ikhlas adalah Hasanah Titik.
“Belum cukupkah engkau memahami apa itu ikhlas dari diamnya Hajar dan perginya Ibrahim?”
Dan aku, kamu, serta kita….semuanya tertunduk pasrah bersama Malaikat, butir pasir dan angin.
Sssttt, jangan lihat kanan kiri depan belakang atas bawah, hayya bina !!!
Kita tutup Rekening kita yang ada di Perbankan Konvensional
Kita tutup semua rezeki yg membawa kepada Hasil yang Haram..
Kla kita betul betul memahami makna dari Ibadah Qurban.,
Belajar dari keyakinan Ibrahim, Hajar dan Ismail..
Mereka betul betul :

Paham…. Bahwa ini Perintah Allah..

Yakin …. Yang mereka kerjakan adalah kebenaran atas Perintah Allah

Sadar …. Bahwa sebagai Hamba Allah diciptakan hanya untuk Beribadah kepada Nya ..

Sikap ….. Makanya Ibrahim, Hajar, Ismail mempunyai Sikap harus mengamalkan Perintah ini dan meninggalkan atas keraguan yang ada..

Berubah… Dari keraguan kepada keyakinan yg sungguh sungguh atas kebesaran Allah atas apa apa yg telah diperintahkan kepada Hambanya..
Astaghfirullah, tobat…
Ternyata kita selalu masih berhitung bila ingin taat kepada Allah…
Utamanya 

takut miskin….

takut nggak dapat jabatan lagi….

takut ditinggal pendukungnya….

takut ditinggal nasabahnya….

takut nggak disukai lagi sama atasannya

apalagi hanya :

takut nggak makan..  ( Lihat binatang saja nggak punya otak atau akal, nggak pernah terdengar mereka mati kelaparan karena nggak makan…apakah kita mau dikatakan lebih nggak punya otak dari binatang… Astaghfirullah,  nggak sadar kita ) bila ingin :

meninggalkan riba

meninggalkan pekerjaan yg haram

Takut tidak makan… Ini yg perlu disadari pada hari raya qurban ini..
Tobat tobat…
Hayya bina !!!

Perbanyak Istighfar

Selanjutnya kalimat tasbih, tahmid dan tahlil..
Mari kita qurbankan hari ini..

Rezeki yang haram

Rezeki dari Bank Ribawi

Agar supaya kambing, sapi yg akan kita beli diyakini dari rezeki yg Halal, bukan dari yg Haram dan bukan dari Riba..
Yakinkan bahwa Rezeki kita dan kematian kita akan mencari kita dimanapun kita bersembunyi …

Allahu Akbar…
Semoga keikhlasan kita, kesabaran kita dalam menerima pelajaran ini dibalas oleh Allah dengan Jannah, aamiin…

Dosa dosa kita dihapus Allah..

Amal Ibadah kita diterima Allah..

Aamiin ..

Dalam Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al Ashbahani disebutkan perkataan berikut ini dari Hatim Al Ashom,

كان يقال العجلة من الشيطان إلا في خمس إطعام الطعام إذا حضر الضيف وتجهيز الميت إذا مات وتزويج البكر إذا أدركت وقضاء الدين إذا وجب والتوبة من الذنب إذا أذنب

“Ketergesa-gesaan biasa dikatakan dari setan kecuali dalam lima perkara:

1- menyajikan makanan ketika ada tamu

2- mengurus mayit ketika ia mati

3- menikahkan seorang gadis jika sudah bertemu jodohnya

4- melunasi utang ketika sudah jatuh tempo

5- segera bertaubat jika berbuat dosa.” (Hilyatul Auliya’, 8: 78).