Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Monthly Archives: June 2016

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
🔘 🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
🔘 ﻣَــﻦْ ﻫُــﻮَ ﺍﻟﺼَّﺎﺋِــﻢُ ؟!

Siapakah orang yang puasa itu?

🍂 ﻗَـﺎﻝَ الإمَـامُ ﺍﺑْـﻦُ ﺍﻟﻘَـﻴِّﻢ ﺭَﺣِــﻤَﻪُ ﺍﻟﻠﻪ :

Imam Ibnul Qoyyim -rahimahullah- berkata:

🍂 ﻭﺍﻟﺼَّﺎﺋﻢ ﻫﻮ ﺍﻟَّﺬﻱ ﺻﺎﻣَﺖْ ﺟﻮﺍﺭﺣﻪ ﻋﻦ ﺍﻵﺛﺎﻡ ،

Orang yang berpuasa itu adalah orang yang anggota badannya berpuasa dari perbuatan dosa.
🍂ﻭﻟﺴﺎﻧﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻭﺍﻟﻔﺤﺶ ﻭﻗﻮﻝ ﺍﻟﺰُّﻭﺭ ،

lidahnya berpuasa dari perkataan bohong, keji dan dusta.
🍂 ﻭﺑﻄﻨﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﻄَّﻌﺎﻡ ﻭﺍﻟﺸَّﺮﺍﺏ ، ﻭﻓﺮﺟﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﺮَّﻓَﺚ ،

Perutnya berpuasa dari makan dan minum. Dan farjinya dari berhubungan badan.
🍂 ﻓﺈﻥْ ﺗﻜﻠَّﻢ ﻟﻢ ﻳﺘﻜﻠَّﻢ ﺑﻤﺎ ﻳﺠﺮﺡ ﺻﻮﻣُﻪ ،

Jika ia berbicara, maka ia tidak berbicara dengan perkataan yg dapat merugikan puasanya.
🍂ﻭﺇﻥْ ﻓﻌﻞَ ﻟﻢ ﻳﻔﻌﻞ ﻣﺎ ﻳﻔﺴﺪ ﺻﻮﻣﻪ ،

Jika ia berbuat, maka ia tidak melakukan perbuatan yg dapat merusak puasanya.
 ﻓﻴَﺨﺮﺝ ﻛﻼﻣﻪ ﻛﻠُّﻪ ﻧﺎﻓﻌًﺎ ﺻﺎﻟﺤًﺎ ،

Lisannya hanya mengucapannya setiap yang bermanfaat dan baik saja.
🍂 ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺃﻋﻤﺎﻟﻪ : ﻓﻬﻲ ﺑﻤﻨﺰﻟﺔ ﺍﻟﺮَّﺍﺋﺤﺔ ﺍﻟَّﺘﻲ ﻳﺸﻤُّﻬﺎ ﻣَﻦ ﺟﺎﻟﺲ ﺣﺎﻣﻞ ﺍﻟﻤﺴﻚ ،

Demikian juga amalnya seperti minyak wangi yg mana setiap orang yg duduk bersamanya akan mencium wanginya.
ﻛﺬﻟﻚ ﻣﻦ ﺟﺎﻟﺲ ﺍﻟﺼَّﺎﺋﻢ ﺍﻧﺘﻔﻊ ﺑﻤﺠﺎﻟﺴﺘﻪ ،

Seperti itulah siapa saja yang berteman dengan orang yg berpuasa, ia dapat mengambil manfaat darinya.
 ﻭﺃَﻣِﻦ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺰُّﻭﺭ ﻭﺍﻟﻜﺬﺏ ﻭﺍﻟﻔﺠﻮﺭ ﻭﺍﻟﻈُّﻠﻢ ،

Dan selamat dari kedustaan, kebohongan, kemaksiatan dan kedzaliman.
🍂ﻫـﺬﺍ ﻫﻮ ﺍﻟﺼـَّﻮﻡ ﺍﻟﻤﺸـﺮﻭﻉ ، ﻻ ﻣﺠـﺮَّﺩ ﺍﻹﻣـﺴﺎﻙ ﻋﻦ ﺍﻟﻄَّـﻌﺎﻡ ﻭﺍﻟﺸَّـﺮﺍﺏ . 

Inilah puasa yg disyariatkan, tidak hanya menahan makan dan minum saja.
🍂 ﻓﺎﻟﺼَّﻮﻡ ﻫﻮ ﺻﻮﻡ ﺍﻟﺠﻮﺍﺭﺡ ﻋﻦ ﺍﻵﺛﺎﻡ ،

Maka puasa itu adalah puasanya anggota badan dari dosa.
● ﻭﺻﻮﻡ ﺍﻟﺒﻄﻦ ﻋﻦ ﺍﻟﺸَّﺮﺍﺏ ﻭﺍﻟﻄَّﻌﺎﻡ ،

Dan puasanya perut dari makan dan minum.
🍂 ﻓﻜﻤﺎ ﺃﻥَّ ﺍﻟﻄَّﻌﺎﻡ ﻭﺍﻟﺸَّﺮﺍﺏ ﻳﻘﻄﻌﻪ ﻭﻳﻔﺴﺪﻩ ، ﻓﻬﻜﺬﺍ ﺍﻵﺛﺎﻡ ﺗﻘﻄﻊ ﺛﻮﺍﺑَﻪ ﻭﺗﻔﺴﺪُ ﺛﻤﺮﺗَﻪ ، ﻓﺘُﺼَﻴِّﺮﻩ ﺑﻤﻨﺰﻟﺔ ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺼُﻢ . 
Seperti halnya makanan dan minuman dapat menghancurkan dan merusaknya, begitu pula dosa dapat melenyapkan pahala dan merusak hasilnya. Sehingga menjadikannya seperti orang yg tidak berpuasa.
  📜ﺍﻟﻮﺍﺑﻞ ﺍﻟﺼَّﻴِّﺐ :٣٢/٣١
¤ Al Wabilush Sayyib: 32/31¤؟!

Siapakah orang yang puasa itu?

🍂 ﻗَـﺎﻝَ الإمَـامُ ﺍﺑْـﻦُ ﺍﻟﻘَـﻴِّﻢ ﺭَﺣِــﻤَﻪُ ﺍﻟﻠﻪ :

Imam Ibnul Qoyyim -rahimahullah- berkata:

🍂 ﻭﺍﻟﺼَّﺎﺋﻢ ﻫﻮ ﺍﻟَّﺬﻱ ﺻﺎﻣَﺖْ ﺟﻮﺍﺭﺣﻪ ﻋﻦ ﺍﻵﺛﺎﻡ ،

Orang yang berpuasa itu adalah orang yang anggota badannya berpuasa dari perbuatan dosa.
🍂ﻭﻟﺴﺎﻧﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻭﺍﻟﻔﺤﺶ ﻭﻗﻮﻝ ﺍﻟﺰُّﻭﺭ ،

lidahnya berpuasa dari perkataan bohong, keji dan dusta.
🍂 ﻭﺑﻄﻨﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﻄَّﻌﺎﻡ ﻭﺍﻟﺸَّﺮﺍﺏ ، ﻭﻓﺮﺟﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﺮَّﻓَﺚ ،

Perutnya berpuasa dari makan dan minum. Dan farjinya dari berhubungan badan.
🍂 ﻓﺈﻥْ ﺗﻜﻠَّﻢ ﻟﻢ ﻳﺘﻜﻠَّﻢ ﺑﻤﺎ ﻳﺠﺮﺡ ﺻﻮﻣُﻪ ،

Jika ia berbicara, maka ia tidak berbicara dengan perkataan yg dapat merugikan puasanya.
🍂ﻭﺇﻥْ ﻓﻌﻞَ ﻟﻢ ﻳﻔﻌﻞ ﻣﺎ ﻳﻔﺴﺪ ﺻﻮﻣﻪ ،

Jika ia berbuat, maka ia tidak melakukan perbuatan yg dapat merusak puasanya.
 ﻓﻴَﺨﺮﺝ ﻛﻼﻣﻪ ﻛﻠُّﻪ ﻧﺎﻓﻌًﺎ ﺻﺎﻟﺤًﺎ ،

Lisannya hanya mengucapannya setiap yang bermanfaat dan baik saja.
🍂 ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺃﻋﻤﺎﻟﻪ : ﻓﻬﻲ ﺑﻤﻨﺰﻟﺔ ﺍﻟﺮَّﺍﺋﺤﺔ ﺍﻟَّﺘﻲ ﻳﺸﻤُّﻬﺎ ﻣَﻦ ﺟﺎﻟﺲ ﺣﺎﻣﻞ ﺍﻟﻤﺴﻚ ،

Demikian juga amalnya seperti minyak wangi yg mana setiap orang yg duduk bersamanya akan mencium wanginya.
ﻛﺬﻟﻚ ﻣﻦ ﺟﺎﻟﺲ ﺍﻟﺼَّﺎﺋﻢ ﺍﻧﺘﻔﻊ ﺑﻤﺠﺎﻟﺴﺘﻪ ،

Seperti itulah siapa saja yang berteman dengan orang yg berpuasa, ia dapat mengambil manfaat darinya.
 ﻭﺃَﻣِﻦ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺰُّﻭﺭ ﻭﺍﻟﻜﺬﺏ ﻭﺍﻟﻔﺠﻮﺭ ﻭﺍﻟﻈُّﻠﻢ ،

Dan selamat dari kedustaan, kebohongan, kemaksiatan dan kedzaliman.
🍂ﻫـﺬﺍ ﻫﻮ ﺍﻟﺼـَّﻮﻡ ﺍﻟﻤﺸـﺮﻭﻉ ، ﻻ ﻣﺠـﺮَّﺩ ﺍﻹﻣـﺴﺎﻙ ﻋﻦ ﺍﻟﻄَّـﻌﺎﻡ ﻭﺍﻟﺸَّـﺮﺍﺏ . 

Inilah puasa yg disyariatkan, tidak hanya menahan makan dan minum saja.
🍂 ﻓﺎﻟﺼَّﻮﻡ ﻫﻮ ﺻﻮﻡ ﺍﻟﺠﻮﺍﺭﺡ ﻋﻦ ﺍﻵﺛﺎﻡ ،

Maka puasa itu adalah puasanya anggota badan dari dosa.
● ﻭﺻﻮﻡ ﺍﻟﺒﻄﻦ ﻋﻦ ﺍﻟﺸَّﺮﺍﺏ ﻭﺍﻟﻄَّﻌﺎﻡ ،

Dan puasanya perut dari makan dan minum.
🍂 ﻓﻜﻤﺎ ﺃﻥَّ ﺍﻟﻄَّﻌﺎﻡ ﻭﺍﻟﺸَّﺮﺍﺏ ﻳﻘﻄﻌﻪ ﻭﻳﻔﺴﺪﻩ ، ﻓﻬﻜﺬﺍ ﺍﻵﺛﺎﻡ ﺗﻘﻄﻊ ﺛﻮﺍﺑَﻪ ﻭﺗﻔﺴﺪُ ﺛﻤﺮﺗَﻪ ، ﻓﺘُﺼَﻴِّﺮﻩ ﺑﻤﻨﺰﻟﺔ ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺼُﻢ . 
Seperti halnya makanan dan minuman dapat menghancurkan dan merusaknya, begitu pula dosa dapat melenyapkan pahala dan merusak hasilnya. Sehingga menjadikannya seperti orang yg tidak berpuasa.
  📜ﺍﻟﻮﺍﺑﻞ ﺍﻟﺼَّﻴِّﺐ :٣٢/٣١
¤ Al Wabilush Sayyib: 32/31¤

🎈🌺🎈
_➖➖➖➖➖➖➖➖🌀

*Jika engkau sedang berpuasa maka puasakanlah pendengaran, penglihatan dan lisanmu dari kebohongan dan seluruh dosa, dan janganlah engkau menyakiti bawahanmu, berwibawa dan tenanglah dalam menjalani hari puasamu. Dan janganlah engkau menyamakan hari puasamu dengan hari disaat engkau tidak berpuasa.*
(HR. Ibnu Abi Syaibah)

Inilah profil orang yang berpuasa dari seorang shahabat Nabi yang bernama Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhuma-.

Marilah secara perlahan kita tahan nafsu bicara, mendengar, dan melakukan sesuka hati.

Jadikan sabda Nabi -shallallahu alaihi wassallam- dibawah ini selalu berada di pelupuk mata kita:

من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في ان يدع طعامه وشرابه. رواه البخار

*Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (dosa), maka ALLAH tidak butuh saat dia meninggalkan makanan dan minumannya.*
(HR. Bukhari)

✏ Muhammad Nuzul Dzikri

Sholat isyraq adalah shalat dua raka’at yang dilaksanakan setelah melaksanakan shalat shubuh; lalu ia duduk ditempat ia shalat menunggu waktu syuruq; kemudian shalat isyraq ketika memasuki waktu tersebut. waktu syuruq kira-kira 90 menit setelah adzan shubuh.

Maka ketika masuk waktu syuruq berdasarkan jadwalnya, maka kita tidak langsung shalat sunah Isyraq, karena waktu tersebut adalah waktu diharamkan untuk SHALAT, akan tetapi menunggu kira-kira 15 menit. 
Agar anda lebih tenang dalam melaksanakan shalat Isyraq, maka anda bisa melihat daftar waktu shalat yang biasanya disana dicantumkan waktu syuruq (terbit matahari) maka kerjakan Shalat Isyraq kira-kira 15 menit setelahnya.
waktu syuruq merupakan awal waktu dhuha; sehingga orang yang melaksanakan shalat isyraq berarti ia telah melaksanakan shalat dhuha.

Hadits tentang sholat Isyraq derajatnya hasan insya Allah ta’ala, sebagaimana diterangkan olehAl-Imam Al-Muhaddits Al-Albani rahimahullah dalamAsh-Shahihah, no. 3403 dengan lafaz:
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
“Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah lalu berdzikir kepada Allah ta’ala hingga terbit matahari, kemudian dia shalat dua rakaat, maka dia mendapatkan pahala seperti PAHALA HAJI & UMRAH, Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam mengatakan: Pahalanya sempurna, sempurna, sempurna.” [HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu]
Hadits di atas menunjukkan ganjaran sholat sunnah Isyraq yang sangat besar dengan 4 syarat: 1) Sholat shubuh berjama’ah, 2) Dilakukan di masjid, 3) Duduk berdzikir kepada Allah ta’ala di masjid sampai matahari terbit, 4) Sholat dua raka’at.

Beberapa Faidah Sholat Isyraq:
Faidah Pertama: Jika keluarnya seseorang dari masjid untuk suatu amalan yang lebih besar seperti menuntut ilmu maka itu lebih afdhal [Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 12/115, no. 19008]
Faidah Kedua: Jika seseorang sholat di rumahnya karena udzur syar’i seperti sakit atau khauf (takut), lalu ia melakukan amalan seperti dalam hadits di atas maka ia mendapatkan pahala yang sama insya Allah ta’ala. Hal ini juga berlaku bagi wanita, dan lebih afdhal sholatnya wanita di rumahnya [Lihat Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibni Baz rahimahullah, 11/389]
Juga berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,
إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ ، أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا
“Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar, maka ditulis untuknya pahala yang biasa ia kerjakan ketika mukim lagi sehat.” [HR. Al-Bukhari dari Abu Musa radhiyallahu’anhu]
Faidah Ketiga: Waktu syuruq adalah setelah matahari terbit dan meninggi seukuran satu tombak. Dan jika seseorang luput darinya sholat sunnah fajar yang biasa ia kerjakan, hendaklah ia mengqodho’nya terlebih dahulu, baru kemudian sholat Isyraq [Lihat Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah, 14/204, no. 869]

🎈🌺🎈

🔺Bukankah anda ingin menjalani ibadah di bulan ramadhan dengan tenang dan nyaman tanpa terpengaruh hiruk pikuk dunia?
Maka perbanyaklah *istighfar*

Allah berfirman:

‏﴿٣﴾ وَأَنِ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتٰعًا حَسَنًا

(3) dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik dan hidup yang nyaman kepadamu
(QS. Huud : 3)

🔺Bukankah anda ingin berada di puncak kesehatan dan kekuatan di bulan ramadhan hingga dapat maksimal dalam beribadah?
Maka perbanyaklah *istighfar*

Allah berfirman:

‏﴿٥٢﴾ وَيٰقَوْمِ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ

(52) Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu
(QS. Huud: 52)

🔺Bukankah anda ingin memiliki hati yang bersih yang selalu memompa semangat kita dalam mendekat kepada ALLAH di bulan ramadhan?
Maka perbanyaklah *istighfar*

Allah berfirman:

‏﴿١٤﴾ كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

(14) Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya dosa dan kesalahan yang selalu mereka usahakan itulah yang menutupi dan mengotori hati mereka.
(QS. Al Muthaffifin: 14)

Ternyata penyebab kotornya hati dan kandasnya kita dalam beribadah adalah *dosa*

Saudaraku,
Di hari-hari terakhir menuju ramadhan ini, marilah basahi lisan kita dengan istighfar dan bertaubat kepada *ALLAH*,
istighfar yang lahir dari sebuah rasa takut kepada *ALLAH Al Mutakabbir* (yang maha memiliki keagungan) dan bukan hanya sekedar pemanis bibir.

✏ Muhammad Nuzul Dzikri