Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Assalamualaikum.Wr.Wb.بِسْــــــــمِ اللَّــہ الرَّحْمَــــــانِ الرَّحِيـــــــم

Bismillahir Rahmanir Rahim
Su’udzon berasal dari kata “zhan” yang artinya purbasangka, yang diarahkan kepada sangka yang buruk, 
lawan kata Su’udzon adalah husnudzon artinya berbaik sangka. 
Su’udzon dapat merusak persaudaraan dan tali silaturahim, karena dapat menimbulkan fitnah, 
dan fitnah sangat merugikan orang lain sehingga sangat ditentang dalam Islam.
Sebagai umat islam harus memiliki sifat husnudzon atau berbaik sangka kepada orang lain, hal ini dapat menimbulkan rasa saling menghormati dan menghargai antar sesama hamba Allah.
Disebutkan bahwa Abu Qilabah Abdullah bin Yazid Al-Jurmi, salah seorang ulama perawi Hadits yang wafat di Syam pada sekitar tahun 104 H berkata :
“Apabila ada berita tentang tindakan saudaramu yang tidak kamu sukai, maka berusaha keraslah mancarikan alasan untuknya. 
Apabila kamu tidak mendapatkan alasan untuknya, maka katakanlah kepada dirimu sendiri, 
“Saya kira saudaraku itu mempunyai alasan yang tepat sehingga melakukan perbuatan tersebut” [kitab Al-Hilyah karya Abu Nu’aim (II/285) ] 
Beruntunglah manusia yang selalu menilai manusia lain dengan positif, 
sehingga perilaku yang tidak menyenangkan kepadanya tidak akan membuatnya tersinggung, marah ataupun sakit hati, 
ia penuh toleransi (pemaaf). Inilah yang disebut Husnudzon kepada sesama manusia. 
Akibatnya hidupnya akan dapat dijalani dengan penuh kenikmatan dan keberkahan, rukun dan damai, saling pengertian dan kasih sayang.
Adapun perwujudan sikap husnudzon kepada Allah Subhannahu Wa Ta’ala adalah dengan senantiasa taat kepada Allah,
bersyukur apabila mendapatkan kenikmatan, bersabar dan ikhlas apabila mendapatkan ujian serta cobaan dan yakin bahwa terdapat hikmah di balik segala penderitaan dan kegagalan.
Allah Subhannahu Wa Ta’ala berfirman dalam hadits Qudsi:  
“Aku sebagaimana prasangka hamba-Ku. Kalau ia berprasangka baik, maka ia akan mendapatkan kebaikan. 
Bila ia berprasangka buruk, maka keburukan akan menimpanya”.

(Muttafaqun ‘alaih).
Semoga bermanfaat, selamat pagi dan selamat menanti waktu sholat subuh
“Taqobbalallahu minna wa minkum”

 وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

(Wassalamu‘alaikum Wr. Wb)

%d bloggers like this: