Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Monthly Archives: February 2016

💦
~~~~~~~~~~~~~~~~
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Setiap jumat, kita dianjurkan membaca surat al-Kahfi. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjanjikan, orang yang membacanya akan mendapatkan cahaya. Dari Abu Said al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ
“Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dirinya dan Ka’bah.” (HR. ad-Darimi  3470 dan dishahihkan al-Albani dalam Shahihul Jami’, 6471)
Dalam riwayat lain, beliau bersabda,
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
“Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.” (HR. Hakim 6169, Baihaqi  635, dan dishahihkan al-Albani dalam Shahihul Jami’, no. 6470)
Bahkan, karena kuatnya pengaruh cahaya yang Allah berikan, orang yang memperhatikan surat al-Kahfi, akan dilindungi dari fitnah Dajjal. Dari Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ
 Siapa yang menghafal 10 ayat pertama surat al-Kahfi maka dia akan dilindungi dari fitnah Dajjal. (HR. Muslim 1919, Abu Daud 4325, dan yang lainnya)
🎍Surat Pelindung Fitnah
Jika orang yang merenungi surat al-Kahfi terlindung dari fitnah Dajjal – sementara itu salah satu fitnah terbesar – maka berpeluang besar bagi orang yang memahaminya untuk terlindung dari fitnah (ujian) lainnya.
Dalam surat al-Kahfi, terdapat 4 kisah, yang semuanya memberikan pelajaran kita sikap yang tepat dalam menghadapi berbagai macam fitnah (ujian).
💧Pertama, ujian karena agama à kisah ashabul kahfi yang lari meninggalkan kampung halamannya dalam rangka menjaga imannya.
💧Kedua, fitnah harta à kisah shohibul jannatain (pemilik dua kebun), yang kufur kepada Tuhannya karena silau dengan dunianya.
💧Ketiga, ujian karena ilmu à kisah Musa dengan Khidr. Musa diperintahkan untuk belajar kepada Khidr, sekalipun beliau seorang nabi yang memiliki Taurat. Karena di atas orang yang berilmu, ada yang lebih berilmu.
💧Keempat, fitnah kekuatan dan kekuasaan à kisah Dzulqarnain. Seorang raja penguasa hampir semua permukaan dunia. Kekuasaannya membentang dari ujung timur hingga ujung barat. Namun beliau jadikan kekuasaannya untuk menegakkan keadilan dan syariat bagi seluruh manusia.
❣Surat Peneguh Hati
Mayoritas ulama mengatakan, surat al-Kahfi Allah turunkan sebelum hijrah. Sehingga surat ini digolongkan sebagai surat Makiyah. Tepatnya, surat ini diturunkan menjelang hijrahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Seolah surat ini menjadi mukadimah, untuk perjuangan besar bagi kaum muslimin, hijrah meninggalkan kampung halamannya, berikut harta dan keluarganya.
Tentu saja, butuh perjuangan yang tidak ringan. Mereka harus siap dengan segala resiko, ketika mereka pindah ke Madinah. Semuanya serba menjadi taruhan. Mempertaruhkan hartanya untuk ditinggal di Mekah. Mempertaruhkan hubunngan keluarganya karena harus pisah di dua negeri yang berbeda. Mempertaruhkan keselamatan jiwa sesampainya di Madinah, yang masih harus bersaing dengan yahudi di sekitarnya.
Allah kuatkan hati mereka dengan kisah:
Ashabul kahfi, mengajarkan bahwa manusia harus mempertahankan agamanya, sekalipun dia harus terusir dari kampung halamannya.

Cerita Shohibul Jannatain (pemilik kebun), mengajarkan agar manusia tidak silau dengan harta,  sehingga lebih memilih dunia dan meninggalkan agamanya.

Kisah Musa & Khidir, bahwa orang harus mendatangi sumber ilmu dan hidayah, dimanapun dia berada.

Kisah Dzulqarnain, bahwa bumi ini akan Allah warisankan kpd siapapun yg Allah kehendaki..
Demikianlah istimewanya surat ini hingga Rasulullah jadikan sumber cahaya bg manusia.hingga terhindar dr fitnah dajjal dunia dan agama.

Tentu ini bagi mereka yg berusaha merenungi kandungan isi dan maknanya.

_____
✒Ustad Ammi Nur Baits.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ ».

“Barangsiapa yang mencintai pertemuan dengan Allah niscaya Allah mencintai pertemuan dengannya dan barangsiapa yang membenci pertemuan dengan Allah niscaya Allah membenci pertemuan dengannya.” (HR. Bukhari, Muslim)

Bila membaca sabda diatas, seketika hati ini ingin sekali berjumpa dengan Allah. Dzat yang selama ini kita agungkan dan kita rindukan.

Namun. …

Bila mengingat jawaban beliau kepada seorang badui yang bertanya “kapan hari kiamat itu…?”

مَا أَعْدَدْتَ لَهَا؟

“Apa yang sudah kamu persiapkan (untuk menghadapi hari kiamat itu)?”. (HR. Bukhari)

Rasa-rasanya diri ini ingin hidup lebih lama untuk mempersiapkan bekal. Sebab perjalanan begitu jauh sementara perbekalan sangat sedikit, apalagi bila mengingat dosa-dosa yang kian hari kian menggunung.

Tiba-tiba Ingatan membawaku berjalan mundur, jauh menyusuri fragmen demi fragmen sejarah, hingga akhirnya aku tiba pada kisah tangis Abu Hurairah -radiallahu anhu- menjelang wafatnya. Saat itu ia ditanya: “Apa yang engkau tangisi wahai Abu Hurairah. .?”

Abu Hurairah menjawab, “Aku tidak sedang menangisi dunia kalian. Aku menangis karena perjalanan begitu panjang, sementara perbekalanku amat sedikit. Aku berada dalam sebuah pendakian menuju surga atau neraka. Dan aku tak tau, kemanakah aku akan digiring. Ya Allah sesungguhnya aku amat mencintai pertemuan dengan-Mu. Semoga Engkau juga mencintai pertemuan denganku. Sekiranya Engkau berkenan, kumohon pertemuan ini bisa segera berlangsung.” Tak lama berselang, Abu Hurairah pun pergi, meninggalkan alam yang fana ini

Siapakah kita dibanding Abu Hurairah. .?
Lalu sudahkah kita menyiapkan bekal. .?

Sebuah tanya yang tak boleh ditunda jawabannya.

____________

=====================

🌷 Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam Bersabda :

لَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي إِنْ شِئْتَ لِيَعْزِمْ الْمَسْأَلَةَ فَإِنَّهُ لَا مُكْرِهَ لَه

🍃 Janganlah Sekali-kali Seseorang Berkata : Ya Allah Ampunilah Aku Jika Engkau Kehendaki, Ya Allah Rahmatilah Aku Jika Engkau Kehendaki. Hendaknya ia Kokohkan Permintaan, Karena Tidak Ada Sesuatupun yang Bisa Memaksa Allah. (H.R AlBukhari dan Muslim).

💐 Para Ulama Menjelaskan Bahwa dalam Berdoa Janganlah Seseorang Mengatakan: itupun Jika Engkau Kehendaki Ya Allah. Hal ini Dikarenakan 2 Hal :

1⃣. Setiap Manusia adalah Faqir (Sangat Butuh) kepada Allah.

▶️ Seseorang yang Mengatakan Hal itu, Seakan-akan ia Mengatakan : yah, Kalau Engkau Beri Syukur, Kalaupun Tidak, ya Tidak Mengapa.

💠 Itu Menunjukkan Sikap Takabbur Seakan-akan ia Tidak Terlalu Butuh dengan Yang Diminta.

🌈 Seseorang yang Berdoa Harus Menunjukkan Kerendahan dan Sangat Butuhnya ia kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.

2⃣. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala Tidaklah Sama dengan Makhluk.

▶️ Makhluk Jika Diminta, Kadang akan Ada Unsur Keberatan dan Tidak Enak. Semakin Banyak Diminta, Semakin Tidak Senang dalam Hatinya.

🌹 Beda dengan Allah. Tidak Ada Satupun yang Memberatkan bagi Allah untuk Diberikan. Semakin Sering Diminta, Allah Semakin Cinta.

🌾 Kalau Seseorang Meminta Sesuatu kepada Makhluk (Orang Lain), Bisa Saja dia Mengatakan : itupun Kalau Anda Kehendaki, Kalaupun Tidak, Ya Tidak Mengapa.

⚡️ Hal ini Pula yang Menunjukkan Kesalahan Orang-orang yang Mengqiyaskan Allah dengan para Raja ketika Meminta Sesuatu.

🔥 Mereka berkata : Kalau Kita Meminta kepada Allah, sebaiknya Menggunakan Perantara para Wali atau Rasul yang Dekat dengan Allah. Bukankah kalau Kita ada Keperluan dengan Presiden dan Raja kita Tidak Bisa Langsung Meminta, tapi Harus lewat Ajudan atau para Menterinya terlebih dahulu?

💥 Itu adalah Kesalahan yang Fatal karena Menyamakan Allah dengan Makhluk.

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

🍃 Tidak Ada Sesuatupun yang Semisal DenganNya dan Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S asy-Syuuro: 11).

✅ Kalau Meminta kepada Allah, Seharusnya Langsung Berdoa kepada Allah Tanpa Perantara, karena Ia Sangat Dekat dengan HambaNya.

🌠 Nabi pernah Ditanya oleh Seseorang : Wahai Rasulullah, Apakah Allah itu Dekat Sehingga Kita Cukup Bermunajat (Berbisik-bisik) dalam Doa ataukah Harus Berteriak?

📖 Allah Turunkan Jawaban atas Pertanyaan itu :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِي إِذَا دَعَانِ

🍃 Dan Jika Hamba-hambaku Bertanya Kepadamu tentang Aku, Maka Sesungguhnya Aku Dekat. Aku akan Kabulkan Doa Orang yang Berdoa. (Q.S AlBaqoroh : 186).

☝️ Tidak Ada Sesesuatupun yang Memberatkan bagi Allah Ketika Diminta. Semuanya Mudah BagiNya.

📐 Allah Berfirman dalam Hadits Qudsi :

يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيْدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُوْنِي فَأَعْطَيْتُ كُلَّ وَاحِدٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمَخِيْطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ

🍃 Wahai Hamba-hambaku, Kalau Seandainya Seluruh Kalian dari Awal sampai Akhir, Manusia dan Jin, Berdiri di Satu Tanah Lapang (yang luas), Kemudian Semuanya Meminta KepadaKu, Kemudian Aku Beri Seluruhnya Sesuai dengan yang Diminta. Hal itu Tidaklah Mengurangi Apa yang Ada di SisiKu, kecuali Seperti Berkurangnya Air Laut Samudera Ketika Jarum Dicelupkan Padanya. (H.R Muslim).

=====================

📗 Dikutip dari Buku “Sukses Dunia Akhirat dengan Istighfar dan Taubat.”

💌Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:
وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
“Demi Allah, sesungguhnya aku senantiasa beristighfar (memohon ampun) dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” 

(HR. Al-Bukhari)
Dan beliau صلى الله عليه و سلم juga bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah, sesungguhnya aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali”. 

(HR. Muslim)
Setiap kali kita membaca, atau teringat dengan hadits-hadit ini terasa hina diri ini, malu dengan beliau صلى الله عليه و سلم , suri tauladan kita yang kita cintai, dimana beliau adalah orang yang paling banyak beristighfar (memohon ampun) dan bertaubat kepada Allah, padahal beliau adalah orang yang telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.  

Padahal dosa-dosa beliau telah diampuni oleh Allah Ta’ala, namun beliau صلى الله عليه و سلم adalah orang yang paling banyak beristigfar (memohon ampun) dan bertaubat kepada Allah di setiap waktu dan kesempatan.
Kita yang banyak dosanya, banyak kesalahannya, namun kita malas untuk beristighfar (memohon ampun) dan bertaubat kepada Allah Ta’ala. 
Apakah ada jaminan kalo dosa-dosa kita diampuni Allah Ta’ala 😥 😥 😥
Sudah terlalu banyak kita berbuat dosa 😥 😥 😥  
Ya Allah Ya Rahmaan Ya Rahiim Ya Ghofuur kami memohon ampun kepada-Mu atas dosa-dosa kami, dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil kami 😥 😥 😥 
Ya Tawwaab terimalah taubat kami, dan bimbinglah kami ke jalan-Mu yang lurus!
آمين يا رب العالمين
@fuadhbaraba
📝🎨.Ditulis oleh Üsƭάϑz Fuadz Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

🎈🌺🎈
Saudaraku seislam yang saya cintai, kalau kita ditanya, ‘Mau masuk Surga?’. Ga pake mikir lagi, kita pasti menjawabnya ‘Mauuuuuuu!’.

Nah betul, kan?!

Akan tetapi, meskipun banyak orang yang bilang ‘mau’ saat ditanya demikian, pada kenyataannya kebanyakan mereka malah menunjukkan ‘tidak mau’ untuk masuk Surga.

Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu bahwasanya.Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ﻛُﻞُّ ﺃُﻣَّﺘِﻰ ﻳَﺪْﺧُﻠُﻮﻥَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ، ﺇِﻻَّ ﻣَﻦْ ﺃَﺑَﻰ. ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ
ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺄْﺑَﻰ ﻗَﺎﻝَ ﻣَﻦْ ﺃَﻃَﺎﻋَﻨِﻰ ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ، ﻭَﻣَﻦْ ﻋَﺼَﺎﻧِﻰ ﻓَﻘَﺪْ
ﺃَﺑَﻰ

“Semua umatku akan masuk surga kecuali yang enggan.” Para sahabat berkata ; “Ya Rosululloh, siapakah yang enggan masuk surga itu?” Beliau bersabda : “Barangsiapa yang mentaatiku, dia masuk surga. Dan barangsiapa yang mendurhakaiku/tidak mentaatiku  (membuat2 bid’ah) maka itulah orang yang enggan masuk surga.”[ HSR. Al Bukhori no. 7280]

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk bertauhid dan melarang mereka dari syirik, kenyataannya betapa banyak di kalangan mereka -kecuali yang dirahmati Alloh- malah menyekutukan Alloh (berbuat syirik) dan meninggalkan Tauhid..

Beliau memerintahkan umatnya untuk menyibukkan.diri dengan agama dan sunnahnya, kenyataannya kebanyakan mereka -kecuali yang dirahmati Alloh- malah sibuk dengan apa-apa yang diada-adakan orang dalam urusan agamanya itu, atau malah berbahagia dengan keyakinan & adat jahiliyyah yang diajarkan nenek moyang mereka..

Beliau memerintahkan muslimah dengan busana syar’ie, kenyataannya kebanyakan muslimah -kecuali yang dirahmati Alloh- malah mengumbar atau busana yang dipakainya masih mengundang laknat Alloh..

Dan masih banyak contoh dalam realitas kehidupan.yang menunjukkan keengganan seseorang untuk masuk Surga meski lisannya mengatakan ‘mau’

Semoga bermanfaat..

– – – – – •(*)•- – – —

عن عائشة رضي الله عنهاقالت : قال رسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ أحَبَّ لِقَاءَ اللهِ أحَبَّ اللهُ لِقَاءهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللهِ كَرِهَ اللهُ لِقَاءهُ فقلتُ : يا رسولَ اللهِ ، أكَراهِيَةُ المَوتِ ، فَكُلُّنَا نَكْرَهُ المَوتَ ؟ قال : لَيْسَ كَذَلِكَ ، ولكِنَّ المُؤْمِنَ إذَا بُشِّرَ بِرَحْمَةِ اللهِ وَرِضْوَانِهِ وَجَنَّتِهِ أحَبَّ لِقَاءَ اللهِ فَأَحَبَّ اللهُ لِقَاءهُ ، وإنَّ الكَافِرَ إذَا بُشِّرَ بِعَذابِ اللهِ وَسَخَطهِ كَرِهَ لِقَاءَ اللهِ وكَرِهَ اللهُ لِقَاءهُ  

Dari Aisyah rosliyallohu anha, berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Barangsiapa menginginkan perjumpaan dengan Alloh maka Alloh menginginkan perjumpaan dengannya. Barangsiapa yang tidak menginginkan pertemuan dengan Alloh maka Alloh tidak menginginkan pertemuan dengannya.

Aku bertanya : Ya rosululloh, apakah yang dimaksud adalah benci kepada kematian ? Bukankah kita semua benci dengan kematian ? Beliau menjawab : Bukan itu maksudnya, akan tetapi seorang mukmin bila mendapat kabar gembira dari Alloh berupa rahmat Alloh, keridloan dan jannahNya maka ia menginginkan perjumpaan dengan Alloh sehingga Alloh menginginkan perjumpaan dengannya.

Adapun orang kafir saat diberi kabar gembira berupa adzab dan kemurkaanNya, maka ia tidak menginginkan perjumpaan dengan Alloh sehingga Allohpun tidak menginginkan perjumpaan dengannya  [HR Muslim]

Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Seorang mukmin meyakini apa yang Allah janjikan di surga bagi hamba-hamba-Nya yang beriman berupa ganjaran yang besar serta karunia yang luas, maka iapun mencintai hal ini, dan jadilah dunia terasa ringan baginya dan ia tidak perduli kepada dunia karena ia akan berpindah kepada surga yang lebih baik dari dunia.

Tatkala itu iapun rindu bertemu dengan Allah, terutama tatkala datang ajal, iapun diberi kabar gembira dengan keridhaan dan rahmat Allah, iapun rindu berjumpa dengan Allah.” (Syarah Riyaad Al-Shalihin)

Maka diantara doa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah

وَأَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ

“Dan aku memohon kepadaMu keledzatan memandang wajahMu, dan kerinduan untuk berjumpa denganMu.” (HR An-Nasaai, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Oemar mita

وصية ﺍﻟﺸﻨﻘﻴﻄﻲ لابنه :
Wejangan Syekh Asy-Syinqithi kepada anaknya

  “عن السعادة”
RAHASIA KEBAHAGIAAN

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
ﻳﺎﻭﻟﺪﻱ… ﺭﺍﺟﻊ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ؛ ﻻﺗﻨﺴﻪ… ﺃﻣﺎﻣﻚ ﺣﻔﻞ ﺗﻜﺮﻳﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﻟﻴﺲ ﻛﺎﺣﺘﻔﺎﻻﺕ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ
ﺇﻳﺎﻙ ﺃﻥ ﺗﺨﻄﺊ ﻭﻗﺪ ﻗﻴﻞ ﻟﻚ: ‏(ﺍﻗﺮﺃ ﻭﺍﺭﺗﻖ ﻭﺭﺗﻞ)

Wahai ananda,  ulangi terus membaca Alquran,  jgn sampai melupakannya, hari kiamat kelak akan ada acara penghargaan tidak sama dg acara2 di dunia,  oleh karena itu jgn sampai salah,  padahal sudah disampaikan kepadamu “bacalah,  naiklah dan tartilkanlah.. ”

جالس العلماء بعقلك
Duduklah bersama ulama dg akalmu

وجالس الامراء بعلمك
Duduklah bersama pemimpin dg ilmumu

وجالس الاصدقاء بأدبك
Duduklah bersama teman dg etikamu

وجالس أهل بيتك بعطفك
Duduklah bersama keluarga dg kelembutanmu

وجالس السفهاء بحلمك
Duduklah bersama org bodoh dg kemurahan hatimu

وكن جليس ربك بذكرك
Jadilah teman Allah dg mengingatNYA

وكن جليس نفسك بنصحك
Dan jadilah teman bagi diri anda sendiri dg nasihatmu

لا تَحزنْ على طيبتك؛ فَإن لَم يُوجَد في الارض مَن يقدرها؛ ففي السَماء مَن يباركهَا…
Tidak usah bersedih jika di dunia tidak ada yg menghargai kebaikanmu,  karena di langit ada yg mengapresiasinya

حياتنا كالورود فيها من الجمال ما يسعدنا وفيها من الشوك ما يؤلمنا.
Kehidupan kita ibarat mawar,  disamping memiliki keindahan yg bikin kita bahagia,  juga memiliki duri yg bikin kita tersakiti

ما كان لك سيأتيك رغم ضعفك.!!
Apa yg ditetapkan bagimu niscaya akan mendatangimu,  meskipun kamu tdk ada daya

وما ليس لك لن تناله بقوتك.!!
Sebaliknya apa yg bukan milikmu,  kamu tidak akan mampu meraihnya dg kekuatanmu

لا أحد يمتاز بصفة الكمال سوى اللہ. لذا كف عن نبش عيوب الآخرين.
Tidak seorangpun yg memliki sifat sempurna selain Allah,  oleh karna itu berhentilah dr menggali aib orang lain

الوعي في العقول وليس في الأعمار، فالأعمار مجرد عداد لأيامك، أما العقول فهي حصاد فهمك وقناعاتك في حياتك..
Kesadaran itu pada akal,  bukan pada usia,  umur hanyalah bilangan harimu,  sedangkan akal adalah hasil pemahaman dan kerelaanmu trhadap kehidupanmu

كن لطيفاً بتحدثك مع الآخرين، فالكل يعاني من وجع الحياة وأنت ﻻتعلم.
Berlemah lembutlah ketika bicara dg orang lain,  setiap org merasakan derita hidupnya masing2, sedangkan kamu tdk mengetahuinya

كل شيء ينقص إذا قسمته على اثنين إلا
                “السعادة”
فإنها تزيد إذا تقاسمتها مع الآخرين.
Semua hal akan berkurang jika dibagi bagi,  kecuali KEBAHAGIAAN,  justru akan bertambah jika kamu bagi kepada yg lain