Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

🎈🌺🎈
A.Makna Isbal.

Isbal artinya memanjangkan atau melabuhkan baju,gamis sarumg atau celana di bow mata kaki.

Ini berdasarakan hadits dari Ibnu ‘Umar

    قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: 

    الاسبال فى الإزار وقميص والعمامة 

    من جر منها شيئا خيلاء لم ينظرالله 

    إليه يوم القيامة 

“Bersabda:’Isbal berlaku pada sarung,gamis,dan sorban. Siapa yang memanjnagkannya karena sombong,maka Allah tidak me-lihatnya pada hari Kiamat”.(Shahih Abu Dawud 4904,Shahih An Nasaa-i 4927,Ibnu Majah 3576)

B.Dalil Tentang Larangan Isbal.

   Banyak sekali riwayat riwayat shahih dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam yang meembri ancaman kepada Musbil (Orang yang Isbal) di antaranya 

(1.1).Dari Sa’id al Khudri: 

إِزْرَةُ الْمُسْلِمِ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ وَلَا حَرَجَ أَوْ لَا جُنَاحَ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْكَعْبَيْنِ مَا كَانَ أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ فَهُوَ فِي النَّارِ مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إِلَيْهِ 
Keadaan sarung seorang muslim sampai pertengahan betis, dan tidak dosa antaranya dengan kedua mata kaki. Apa yang di bawah mata kaki, maka itu di dalam neraka. Dan barangsiapa menyeret sarungnya dengan kesombongan, Allah tidak akan melihatnya. [HR Abu Dawud, no. 4093; Ibnu Majah, no. 3573. Dishahihkan oleh Syaikh al Albani. Lihat ash Shahihah, 2017, Riyadhush-Shalihin, no. 799].
(1.2).Hadits Abu Hurairah:

    عن النبي صلى الله عليه وسلم : ما 

    أسفل من الكعبين من إزار ففي النار 

“Nabi bersabda:’Setiap pakaian yang panjang di bawah mata kaki maka tempatnya neraka”.(HSR.Bukhari 5884 dan Muslim 2085).
(1.3).Hadits dari Ibnu ‘Umar.hn

    قال رسول الله صلة الله عليه وسلم : 

    لا ينظرالله يوم القيامة إلى من جر 

    ثوبه خيلاء 

Nabi bersabda:’Allah tidak akan melihat kepada orang yang memanjangkan pakainnya karna sombong”.(Muttafaq ‘alaih)
(1.4).Hadits Dari ‘Abdullah bin ‘Amr.

   لاينظرالله إلى صلاة رجل يجر إزاره 

   بطرا 

Laa Yanzhurullaahu Ilaa Shalaati

Rajulin Yajurru Izaarahu Batharaa

“Allah tidak melihat shalat seseorang yang menjulurkan kainnya di bawah mata kaki karena sombong”(HSR.Ibnu Khuzaimah 781.
(1.5).Dari ‘Abdullah bin Mas’ud,ia berkata,aku mendengar Nabi bersabda:”Barangsiapa menjulurkan kainnya di bawah mata kaki dalam shalat karena sombong, maka Allah tidak akan melepaskannya dari dosa dan tidak memeliharanya dari amal buruk”.(HSR.Abu Dawud 637 dg sanad shahih).

(1.6.).Hadits dari Abu Dzar

عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ قَالَ فَقَرَأَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَ مِرَارًا قَالَ أَبُو ذَرٍّ خَابُوا وَخَسِرُوا مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْمُسْبِلُ وَالْمَنَّانُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ
Dari Abu Dzarr, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda : “Tiga orang yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat, tidak akan melihat mereka, tidak akan mentazkiyah mereka, dan bagi mereka siksaan yang pedih”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkannya tiga kali. Abu Dzarr berkata: “Mereka celaka dan rugi! Siapa mereka itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Musbil (orang yang isbal), mannan (orang yang banyak mengungkit-ngungkit pemberian atau perbuatan baiknya kepada orang lain), dan orang yang melariskan dagangan nya dengan sumpah palsu”. [HR Muslim, no. 106; Ahmad; Tirmidzi; an Nasaa-i; Abu Dawud; Ibnu Majah; ad Darimi].
An Nawawi rahimahullah berkata tentang makna sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ((Dia (Allah) tidak akan mentazkiyah mereka)) yaitu: “Tidak akan mensucikan mereka dari kotoran dosa-dosa mereka. Az-Zajaj berkata, maknanya, tidak akan memuji mereka”. 

Kesimpulannya, kedua makna itu dapat dipakai, wallahu a’lam. 

C.HUKUM ISBAL.

  Dari hadits hadits di atas para Ulama dalam dua pendapat tentang hukum Isbal:

1.Pendapat pertama;Hukum Isbal (memanjangkan/ menjulurkan Baju Gamis,Surban atau sarung/celanas melampaui mata kaki adalah HARAM SECARA MUTLAK.

2.Pendapat kedua;Hukum Isbal adalah Makruh & Jika dilakukan karena sombong maka haram. 

CATATAN :

 Dari dua pendapat diatas:

1.Pendapat yang kuat dan dekat kepada kebenaran adalah pendapat yang pertama.

2.Adapun pendapat yang ke dua yang mengatakan bahwa isbal hukumnya haram bila ber-maskud sombong,Jika tidak ber-maskud sombong maka hukum-nya Makruh.Pembedaan seperti ini tidak benar.Karena Isbal itu sendiri adalah Kesombongan.

Dalilnya adalah Hadits dari Abu Jurayy bin Sulaim,Nabi bersabda:

  وارفع إزارك إلى نصف الساق فإن أبيت

  فإلى الكعبين وإياك وإسبال الإزار فإنها

  من المخيلة وإن الله لا يحب المخيلة

   

“Angkatlah sarungmu sampai ke pertengahan betis.Jika tidak mau sampai ke mata-kaki.Janganlah Isbal,karena Isbal itu termasuk kesombongan dan Allah tidak menyukai kesombongan”.(HSR. Abu Dawud 9048.Tirmidzi 2722. Ahmad 5/63 & 64.dg isnad shahih).

D.KESIMPULAN AKHIR:

Dari Dalil dalil di atas maka: 1.Hukum Isbal adalah haram, bukan Makruh.

2.Isbal merupakan dosa besar, dan ancamannya adalah neraka, tetapi pelakunya tidak kafir, kecuali jika dia mengingkari larangan isbal setelah hujjah tegak padanya. 

3.Orang yang Isbal mendapat dua celaan;

a.Celaan di dunia:

-Shalatnya tidak dianggap oleh Allah.   

-Tidak dilepaskan Allah dari perbuatan dosa.

-Allah tidak memeliharanya dari berbuat dosa.

b.Celaan di akhirat:

-Tidak dirahmati Allah.

-Tidak disucikan Allah dari dosa.

-Masuk Neraka.

-Mendapat Azab yang berat.

              والله أعلم بالصواب
(Jkt.8 Muharram 1437H/21-10-’15

%d bloggers like this: