Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

1. SUBHANA ROBBIYAL A’LA

2. SUBBUHUN QUDDUSUN ROBBUL MALA`IKATI WAR RUUH
3. ALLAHUMMAGH-FIR-LII DZAN-BII KULLAHUU, WA DIQQOHUU, WA JULLAHUU, WA AWWA-LAHUU, WA AA-KHIROHUU, WA ‘ALAA-NIYA-TAHUU WA SIRROHUU
Ada beberapa doa dan bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sujud. Sikap yang tepat adalah mengamalkannya secara bergantian. Misalnya pada saat sholat Subuh kita membaca doa sujud 1, ketika sholat Dzuhur membaca doa sujud 2, dst, sehingga semua sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kita amalkan dan ajaran beliau menjadi lestari.
Dari Huzaifah bin Al-Yaman -radhiallahu anhu-:
أَنَّهُ صَلَّى مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَفِي سُجُودِهِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
“Bahwa dia pernah shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka ketika ruku’ beliau membaca: “SUBHANA ROBBIYAL ADZHIM (Maha Suci Rabbku yang Maha Agung),” dan ketika sujud beliau membaca: “SUBHANA ROBBIYAL A’LA (Maha Suci Rabbku yang Maha Tinggi).” (HR. Abu Daud No. 871, At-Tirmizi no. 262, An-Nasai no. 998, Ibnu Majah no. 878, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Irwa` no. 333)
Aisyah -radhiallahu anhu- berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
“Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam biasa berdoa dalam rukuk dan sujudnya: 

SUBBUHUN QUDDUSUN ROBBUL MALA`IKATI WAR RUUH 
Artinya:

Maha Suci, Maha Qudus, Rabbnya para malaikat dan Ruuh).” (HR. Muslim no. 487)

Yang dimaksud Ruuh dalam doa ini adalah Malaikat Jibril

اللهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ وَ دِقَّهُ، وَجُلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّه
ALLAHUMMAGH-FIR-LII DZAN-BII KULLAHUU, WA DIQQOHUU, WA JULLAHUU, WA AWWA-LAHUU, WA AA-KHIROHUU, WA ‘ALAA-NIYA-TAHUU WA SIRROHUU
Dari Ibnu Abbas -radhiallahu anhuma- dia berkata: Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda:
أَلَا وَإِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ
“Ketahuilah, sesungguhnya aku dilarang untuk membaca Al-Qur’an dalam keadaan ruku’ atau sujud. Adapun saat ruku’ maka agungkanlah Rabb Azza wa Jalla padanya, sedangkan saat sujud maka bersungguh-sungguhlah dalam doa, karena saat itu sangat layak dikabulkan untukmu.” (HR. Muslim no. 479)

%d bloggers like this: