Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Monthly Archives: December 2015

๐Ÿ’Œ Coba kalau Anda nasihati teman, sobat, tetangga, dan istri terang-terangan, di hadapan orang banyak, lihatlah … itu akan membuat yang dinasihati malu dan sulit terima nasihat. Walau isi nasihat itu baik dan benar.

Ini buktinya …
Ada bait syaโ€™ir yang bagus dari Imam Syafiโ€™i rahimahullah tentang cara menasihati orang lain biar nasihat kita mudah diterima.
Imam Syafiโ€™i rahimahullah berkata,
ุชุนู…ุฏู†ูŠ ุจู†ุตุญูƒ ููŠ ุงู†ูุฑุงุฏูŠ โ€ฆ.. ูˆุฌู†ุจู†ูŠ ุงู„ู†ุตูŠุญุฉ ููŠ ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ
Tutuplah kesalahanku dengan menasihatiku seorang diri.

Janganlah menasihatiku di hadapan khalayak ramai.
ูุฅู† ุงู„ู†ุตุญ ุจูŠู† ุงู„ู†ุงุณ ู†ูˆุน โ€ฆ.. ู…ู† ุงู„ุชูˆุจูŠุฎ ู„ุง ุฃุฑุถู‰ ุงุณุชู…ุงุนู‡
Karena menasihatiku di hadapan orang lain adalah bagian dari menjelekkanku,

Aku tidak ridha mendengar seperti itu.
ูˆุฅู† ุฎุงู„ูุชู†ูŠ ูˆุนุตูŠุช ู‚ูˆู„ูŠ โ€ฆ.. ูู„ุง ุชุฌุฒุน ุฅุฐุง ู„ู… ุชุนุท ุทุงุนู‡
Jika engkau enggan menuruti perkataanku.

Maka janganlah kaget jika nasihatmu tidak ditaati.
(Dinukil dari Al-Muโ€™jam Al-Jamiโ€™ fi Tarajim Al-โ€˜Ulamaโ€™ wa Talabatul โ€˜Ilm Al-Muโ€™ashirin, Asy-Syamilah)
# Silakan praktikan tips Imam Syafi’i di atas dan sebarkan pada yang lain. Moga nasihat kita jadi manfaat.
Tulisan lengkapnya: https://rumaysho.com/12556-nasihatmu-bukan-tak-mau-kuterima-namun.html 
๐Ÿ“ Oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, Msc ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

๐Ÿ’Œ Serupa bisa jadi, namun sama belum tentu, betapa banyak hal-ha yang sekilas nampak serupa namun ketika dicermati baik baik terbukti tidak sama alias berbeda. 
Di sinilah letak ketekunan dan kejelian orang yang berilmu, mengkaji, menganalisa dengan seksama hingga akhirnya dapat membedakan antara berbagai hal yang sekilas nampak serupa.
Sedangkan orang yang kurang ilmu, sering kali malas untuk berpikir apalagi sampai mengharuskan dirinya merenung dalam waktu lama. Mereka lebih sering mencukupkan diri dengan penilaian sekilas walaupun sering kali terbukti kesimpulannya salah.
Sejarah telah membuktikan betapa banyak murid beda pendapat dengan guru, dan semua berjalan baik baik saja. Namun kini, betapa banyak orang yang belum siap melihat fakta itu, mereka menuntut murid harus “sendiko dawuh” sama guru, tidak boleh beda pendapat, sekecil apapun, bila tidak, maka akan segera dihukumi dengan label “kurang ajar” “tidak santun” “tidak menghormati orang tua”.
Andai kondisi ini terjadi, bisa jadi tidak ada mazhab Maliky, Syafii, dan Hambali.
Imam Malik adalah guru Imam Syafi, dan Imam Ahmad adalah murid Imam Syafii. Walau demikian, sejarah telah membuktikan mereka bukan hanya berbeda pendapat dalam satu atau dua masalah. Betapa banyak masalah yang mereka berbeda pendapat, tanpa ada masalah antara mereka.
Masalah terjadi, bukan antara guru, karena sesama guru memahami bahwa perbedaan pendapat itu dinamika ilmu. Namun masalah kemudian terjadi antara sesama murid, karena mereka “cupet ilmu” dan sering kali “ada kepentingan terselubung” dibalik perbedaan pendapat guru, bahkan ada “perbedaan pendapatan” murid yang diselimuti dengan perbedaan pendapat guru.
Karena ulah murid yang cupet ilmu, muncullah fanatik mazhab dan perseteruan tercela antara sesama murid. Karena itu, wahai para murid (baca: panitia kajian) waspadalah, jangan berselimut dengan perbedaan pendapat guru, 
Dan sadarilah bahwa antara guru guru anda pasti akan terjadi perbedaan pendapat, dan akan terus terjadi perbedaan pendapat, karena itu bagian dari dinamika ilmu.
Dahulu, Imam Qatadah As Sadusy berkata:
ู…ู† ู„ู… ูŠุนุฑู ุงู„ุงุฎุชู„ุงู ู„ู… ูŠุดู… ุฑุงุฆุญุฉ ุงู„ูู‚ู‡ ุจุฃู†ูู‡
Orang yang belum mengenal perselisihan pendapat para ulama’ berarti batang hidungnya belum pernah mencium aroma Ilmu Fiqih . (Ibnu Abdil Bar dalam kitab Jaami’ Bayaanil Ilmi Wa Fadhlihi)
๐Ÿ“ Oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

๐Ÿ’ŒAda tiga pintu yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka:
1. Pintu Syubhat, yaitu apa2 yg bisa menimbulkan keraguan manusia trhadap agama ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ู ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰ 
2. Pintu Syahwat, yaitu apa2 yg bisa menimbulkan dorongan utk mendahulukan hawa nafsu drpd ketaatan kepada ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ู ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰ 

dan upaya dalam menggapai ridha-Nya.
3. Pintu amarah yaitu 

apa-apa yang bisa menimbulkan permusuhan manusia terhadap makhluk ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ู ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰ lainnya.
Setiap orang yang berakal pasti menyadari bahwa syaitan tidak akan menemukan celah dan perangkap untuk memperdayai manusia kecuali melalui 3 hal, yaitu:
1. Sikap boros dan berlebihan, sehingga semuanya serba melebihi kebutuhan. Karena yg lebih dr kebutuhan itulah yg menjadi perantara & jalan masuknya syaitan ke dlm hati manusia.
Cara menghindarinya adalah dengan memenuhi kebutuhan sesuai dengan keperluannya, baik dlm hal makan, tidur, bersenang-senang maupun beristirahat. 
Dengan ditutupnya celah masuk syaitan ini niscaya si syaitan tidak akan masuk melalui jalur ini.
2. Lalai mengingat ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ู ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰, karena orang yang berdzikir kepada ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ู ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰ selalu berada dalam lingkungan benteng dzikir. Manakala ia lalai berdzikir maka gerbang bentengnya akan terbuka sehingga syaitan bisa memasuki ke dalam bentengnya. Apabila telah merasuk ke dalam diri maka sulit baginya untuk mengusir syaitan.
3. Membebani diri dgn hal apapun yg tidak penting.
Jika anda mampu menahan pahitnya disapih dari dunia maka sapihlah diri anda. Namun jika anda tidak kuat menahannya maka menyusulah seperlunya saja, karena kekenyangan itu membinasakan.
๐Ÿ“ Oleh Ustadz Abdussalam Busyro, Lc ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰
๐Ÿ”Š [ ๐Ÿ“– ] BBG๏ฃซ Al-Ilmu

๐ŸŽˆ๐ŸŒบ๐ŸŽˆ
A.Makna Isbal.

Isbal artinya memanjangkan atau melabuhkan baju,gamis sarumg atau celana di bow mata kaki.

Ini berdasarakan hadits dari Ibnu ‘Umar

    ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: 

    ุงู„ุงุณุจุงู„ ูู‰ ุงู„ุฅุฒุงุฑ ูˆู‚ู…ูŠุต ูˆุงู„ุนู…ุงู…ุฉ 

    ู…ู† ุฌุฑ ู…ู†ู‡ุง ุดูŠุฆุง ุฎูŠู„ุงุก ู„ู… ูŠู†ุธุฑุงู„ู„ู‡ 

    ุฅู„ูŠู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ 

“Bersabda:’Isbal berlaku pada sarung,gamis,dan sorban. Siapa yang memanjnagkannya karena sombong,maka Allah tidak me-lihatnya pada hari Kiamat”.(Shahih Abu Dawud 4904,Shahih An Nasaa-i 4927,Ibnu Majah 3576)

B.Dalil Tentang Larangan Isbal.

   Banyak sekali riwayat riwayat shahih dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam yang meembri ancaman kepada Musbil (Orang yang Isbal) di antaranya 

(1.1).Dari Sa’id al Khudri: 

ุฅูุฒู’ุฑูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุฅูู„ูŽู‰ ู†ูุตู’ูู ุงู„ุณูŽู‘ุงู‚ู ูˆูŽู„ูŽุง ุญูŽุฑูŽุฌูŽ ุฃูŽูˆู’ ู„ูŽุง ุฌูู†ูŽุงุญูŽ ูููŠู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุนู’ุจูŽูŠู’ู†ู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุณู’ููŽู„ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุนู’ุจูŽูŠู’ู†ู ููŽู‡ููˆูŽ ูููŠ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ู…ูŽู†ู’ ุฌูŽุฑูŽู‘ ุฅูุฒูŽุงุฑูŽู‡ู ุจูŽุทูŽุฑู‹ุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู 
Keadaan sarung seorang muslim sampai pertengahan betis, dan tidak dosa antaranya dengan kedua mata kaki. Apa yang di bawah mata kaki, maka itu di dalam neraka. Dan barangsiapa menyeret sarungnya dengan kesombongan, Allah tidak akan melihatnya. [HR Abu Dawud, no. 4093; Ibnu Majah, no. 3573. Dishahihkan oleh Syaikh al Albani. Lihat ash Shahihah, 2017, Riyadhush-Shalihin, no. 799].
(1.2).Hadits Abu Hurairah:

    ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ู…ุง 

    ุฃุณูู„ ู…ู† ุงู„ูƒุนุจูŠู† ู…ู† ุฅุฒุงุฑ ูููŠ ุงู„ู†ุงุฑ 

“Nabi bersabda:’Setiap pakaian yang panjang di bawah mata kaki maka tempatnya neraka”.(HSR.Bukhari 5884 dan Muslim 2085).
(1.3).Hadits dari Ibnu ‘Umar.hn

    ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ุฉ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : 

    ู„ุง ูŠู†ุธุฑุงู„ู„ู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ุฅู„ู‰ ู…ู† ุฌุฑ 

    ุซูˆุจู‡ ุฎูŠู„ุงุก 

Nabi bersabda:’Allah tidak akan melihat kepada orang yang memanjangkan pakainnya karna sombong”.(Muttafaq ‘alaih)
(1.4).Hadits Dari ‘Abdullah bin ‘Amr.

   ู„ุงูŠู†ุธุฑุงู„ู„ู‡ ุฅู„ู‰ ุตู„ุงุฉ ุฑุฌู„ ูŠุฌุฑ ุฅุฒุงุฑู‡ 

   ุจุทุฑุง 

Laa Yanzhurullaahu Ilaa Shalaati

Rajulin Yajurru Izaarahu Batharaa

“Allah tidak melihat shalat seseorang yang menjulurkan kainnya di bawah mata kaki karena sombong”(HSR.Ibnu Khuzaimah 781.
(1.5).Dari ‘Abdullah bin Mas’ud,ia berkata,aku mendengar Nabi bersabda:”Barangsiapa menjulurkan kainnya di bawah mata kaki dalam shalat karena sombong, maka Allah tidak akan melepaskannya dari dosa dan tidak memeliharanya dari amal buruk”.(HSR.Abu Dawud 637 dg sanad shahih).

(1.6.).Hadits dari Abu Dzar

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุฐูŽุฑูู‘ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŒ ู„ุงูŽ ูŠููƒูŽู„ูู‘ู…ูู‡ูู…ู’ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูุฒูŽูƒูู‘ูŠู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจูŒ ุฃูŽู„ููŠู…ูŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู‚ูŽุฑูŽุฃูŽู‡ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽ ู…ูุฑูŽุงุฑู‹ุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุจููˆ ุฐูŽุฑูู‘ ุฎูŽุงุจููˆุง ูˆูŽุฎูŽุณูุฑููˆุง ู…ูŽู†ู’ ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ุจูู„ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽู†ูŽู‘ุงู†ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ูŽููู‘ู‚ู ุณูู„ู’ุนูŽุชูŽู‡ู ุจูุงู„ู’ุญูŽู„ููู ุงู„ู’ูƒูŽุงุฐูุจู
Dari Abu Dzarr, dari Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam , beliau bersabda : โ€œTiga orang yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat, tidak akan melihat mereka, tidak akan mentazkiyah mereka, dan bagi mereka siksaan yang pedihโ€. Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengucapkannya tiga kali. Abu Dzarr berkata: โ€œMereka celaka dan rugi! Siapa mereka itu, wahai Rasulullah?โ€ Beliau menjawab: โ€œMusbil (orang yang isbal), mannan (orang yang banyak mengungkit-ngungkit pemberian atau perbuatan baiknya kepada orang lain), dan orang yang melariskan dagangan nya dengan sumpah palsuโ€. [HR Muslim, no. 106; Ahmad; Tirmidzi; an Nasaa-i; Abu Dawud; Ibnu Majah; ad Darimi].
An Nawawi rahimahullah berkata tentang makna sabda Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ((Dia (Allah) tidak akan mentazkiyah mereka)) yaitu: โ€œTidak akan mensucikan mereka dari kotoran dosa-dosa mereka. Az-Zajaj berkata, maknanya, tidak akan memuji merekaโ€. 

Kesimpulannya, kedua makna itu dapat dipakai, wallahu aโ€™lam. 

C.HUKUM ISBAL.

  Dari hadits hadits di atas para Ulama dalam dua pendapat tentang hukum Isbal:

1.Pendapat pertama;Hukum Isbal (memanjangkan/ menjulurkan Baju Gamis,Surban atau sarung/celanas melampaui mata kaki adalah HARAM SECARA MUTLAK.

2.Pendapat kedua;Hukum Isbal adalah Makruh & Jika dilakukan karena sombong maka haram. 

CATATAN :

 Dari dua pendapat diatas:

1.Pendapat yang kuat dan dekat kepada kebenaran adalah pendapat yang pertama.

2.Adapun pendapat yang ke dua yang mengatakan bahwa isbal hukumnya haram bila ber-maskud sombong,Jika tidak ber-maskud sombong maka hukum-nya Makruh.Pembedaan seperti ini tidak benar.Karena Isbal itu sendiri adalah Kesombongan.

Dalilnya adalah Hadits dari Abu Jurayy bin Sulaim,Nabi bersabda:

  ูˆุงุฑูุน ุฅุฒุงุฑูƒ ุฅู„ู‰ ู†ุตู ุงู„ุณุงู‚ ูุฅู† ุฃุจูŠุช

  ูุฅู„ู‰ ุงู„ูƒุนุจูŠู† ูˆุฅูŠุงูƒ ูˆุฅุณุจุงู„ ุงู„ุฅุฒุงุฑ ูุฅู†ู‡ุง

  ู…ู† ุงู„ู…ุฎูŠู„ุฉ ูˆุฅู† ุงู„ู„ู‡ ู„ุง ูŠุญุจ ุงู„ู…ุฎูŠู„ุฉ

   

“Angkatlah sarungmu sampai ke pertengahan betis.Jika tidak mau sampai ke mata-kaki.Janganlah Isbal,karena Isbal itu termasuk kesombongan dan Allah tidak menyukai kesombongan”.(HSR. Abu Dawud 9048.Tirmidzi 2722. Ahmad 5/63 & 64.dg isnad shahih).

D.KESIMPULAN AKHIR:

Dari Dalil dalil di atas maka: 1.Hukum Isbal adalah haram, bukan Makruh.

2.Isbal merupakan dosa besar, dan ancamannya adalah neraka, tetapi pelakunya tidak kafir, kecuali jika dia mengingkari larangan isbal setelah hujjah tegak padanya. 

3.Orang yang Isbal mendapat dua celaan;

a.Celaan di dunia:

-Shalatnya tidak dianggap oleh Allah.   

-Tidak dilepaskan Allah dari perbuatan dosa.

-Allah tidak memeliharanya dari berbuat dosa.

b.Celaan di akhirat:

-Tidak dirahmati Allah.

-Tidak disucikan Allah dari dosa.

-Masuk Neraka.

-Mendapat Azab yang berat.

              ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ
(Jkt.8 Muharram 1437H/21-10-’15

๐Ÿ’Œ Utk orang-orang yg menghabiskan umurnya di majlis-majlis ta’lim…..
Utk orang-orang yg bermujahadah dalam segala bentuk ibadah dan ketaatan….
Utk orang-orang yang megisi lembaran-lembaran hidupnya dengan memperbanyak sholat,shaum dan infaq….
Janganlah pernah merasa takjub dng segala kebaikan yg anda lakukan,karena itu ciri-ciri kemunafikan.
Untukmu kunukil perkataan Nabimu-shallallahu alaihi wa sallam:
Imam Tirmizi dan selain nya meriwayatkan dari Aisyah tatkala bertanya pada Rasulullah tentang tafsiran ayat yg artinya: dan mereka adalah orang-orang yang melakukan apa yg mereka lakukan sementara hati mereka takut karenanya…”
Aisyah bertanya:”apakah mereka orang-orang yang bemaksiat meminum khamar dan mencuri, wahai Rasulullah?
Beliau menjawab:”tidak wahai puteri orang yang jujur-abu bakar siddiq-tetapi mereka adalah orang-orang yang rajin berpuasa,sholat dan berinfaq,sementara mereka khawatir jangan-jangan apa yang mereka lakukan tidak diterima (oleh Allah)…maka mereka itulah sebenarnya orang-orang yg berlomba-lomba dalam kebaikan dan berpacu dalamnya.”
Berkata Hasan Bashri: 
โ€œEngkau selalu berkata-kata dengan perkataan orang2 soleh yang mulia,perkataan ahli ibadah yang tunduk,sementara yang engkau lakukan adalah perbuatan orang-orang fasik yang selalu riya, demi Allah, tidaklah ini ciri-ciri orang yang ikhlasโ€.
Berkata Sufyan as-Tsauri:
ูƒู„ ุดุฆ ุฃุธู‡ุฑุชู‡ ู…ู† ุนู…ู„ูŠ ูู„ุง ุฃุนุฏู‡ ุดูŠุฆุงู‹ ุ› ู„ุนุฌุฒ ุฃู…ุซุงู„ู†ุง ุนู† ุงู„ุฅุฎู„ุงุต ุฅุฐุง ุฑุขู‡ ุงู„ู†ุงุณ
โ€œSemua amalan yang aku tampakkan tidak pernah kuanggap,karena sulitnya ikhlas bagi orang-orang seperti kita ini, ketika amal yang kita lakukan dilihat manusia.โ€
Saya berkata:โ€wallahi benar apa yang beliau katakan,kalaulah orang seperti Beliau merasakan betapa sulitnya ikhlasโ€ฆapalagi orang2 seperti kitaโ€ฆwallahul mustaโ€™an.
http://salamdakwah.com/baca-artikel/takjub-dengan-amalan.html 
๐Ÿ“ Oleh Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, MA ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰
๐Ÿ”Š [ ๐Ÿ“– ] BBG๏ฃซ Al-Ilmu

โœจ โ€œBila shalat terasa berat bagimu, maka ketahuilah bahwa di dalam hatimu ada kemunafikan. Karena merasa malas untuk menunaikan sholat merupakan sikap orang-orang munafik yang Allah kabarkan dalam firman-Nya:
ูˆุฅุฐุง ู‚ุงู…ูˆุง ุฅู„ู‰ ุงู„ุตู„ุงุฉ ู‚ุงู…ูˆุง ูƒุณุงู„ู‰
โ€œโ€ฆDan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malasโ€ฆ โ€œ(QS. An Nisa โ€˜: 142)
Namun bila engkau merasa bahwa sholat begitu ringan, hatimupun gembira karenanya maka itu merupakan tanda bahwa imanmu kokohโ€

(Ibnu Utsaimin dalam syarah Shohih Muslim)
Catatan:

Sejenak mari kita bertanya pada diri masing-masing, bagaimanakah kedudukan sholat di hati kita..?
Apakah kita termasuk orang yang semangat dalam melaksanakan sholat ataukah sebaliknya.? 
Jawaban terhadap dua pertanyaan diatas akan menjadi penentu apakah kita termasuk orang yang beriman ataukah orang yang munafik.?
Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita memberi perhatian yang lebih terhadap sholat, yang merupakan tiang agama dan sekaligus sebagai penentu baik buruknya amalan kita. Menjaga sholat berarti menjaga agama.
Dalam risalah Taโ€™dzim As-Shalah (hal:6) Prof. Dr. Abdurrazzak bin Abdul Muhsin Al-Abbad mengatakan:

โ€œAgama seorang muslim tidak akan kokoh, amalannya tidak akan baik dan seluruh urusannya baik dunia maupun akhirat akan berantakan sampai ia menegakkan sholat sebagaimana yang diperintahkan. Yaitu dengan keimanan yang kokoh, penghambaan yang tulus serta mengikuti petunjuk nabi shallallahu alaihi wa sallamโ€
Wallahu aโ€™lam….
 โœ Ustadz Aan Chandra Thalib ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰
      – – – – -ใ€œยคโœฝยคใ€œ- – – – –

1. SUBHANA ROBBIYAL Aโ€™LA

2. SUBBUHUN QUDDUSUN ROBBUL MALA`IKATI WAR RUUH
3. ALLAHUMMAGH-FIR-LII DZAN-BII KULLAHUU, WA DIQQOHUU, WA JULLAHUU, WA AWWA-LAHUU, WA AA-KHIROHUU, WA โ€˜ALAA-NIYA-TAHUU WA SIRROHUU
Ada beberapa doa dan bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ketika sujud. Sikap yang tepat adalah mengamalkannya secara bergantian. Misalnya pada saat sholat Subuh kita membaca doa sujud 1, ketika sholat Dzuhur membaca doa sujud 2, dst, sehingga semua sunah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam kita amalkan dan ajaran beliau menjadi lestari.
Dari Huzaifah bin Al-Yaman -radhiallahu anhu-:
ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ููŽูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ูููŠ ุฑููƒููˆุนูู‡ู ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุจูู‘ูŠูŽ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ู ูˆูŽูููŠ ุณูุฌููˆุฏูู‡ู ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุจูู‘ูŠูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู„ูŽู‰
โ€œBahwa dia pernah shalat bersama Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam. Maka ketika rukuโ€™ beliau membaca: โ€œSUBHANA ROBBIYAL ADZHIM (Maha Suci Rabbku yang Maha Agung),โ€ dan ketika sujud beliau membaca: โ€œSUBHANA ROBBIYAL Aโ€™LA (Maha Suci Rabbku yang Maha Tinggi).โ€ (HR. Abu Daud No. 871, At-Tirmizi no. 262, An-Nasai no. 998, Ibnu Majah no. 878, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Irwa` no. 333)
Aisyah -radhiallahu anhu- berkata:
ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ูููŠ ุฑููƒููˆุนูู‡ู ูˆูŽุณูุฌููˆุฏูู‡ู ุณูุจูู‘ูˆุญูŒ ู‚ูุฏูู‘ูˆุณูŒ ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฑูู‘ูˆุญู
โ€œRasulullah Shallallahuโ€™alaihiwasallam biasa berdoa dalam rukuk dan sujudnya: 

SUBBUHUN QUDDUSUN ROBBUL MALA`IKATI WAR RUUH 
Artinya:

Maha Suci, Maha Qudus, Rabbnya para malaikat dan Ruuh).โ€ (HR. Muslim no. 487)

Yang dimaksud Ruuh dalam doa ini adalah Malaikat Jibril

ุงู„ู„ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ุฐูŽู†ู’ุจููŠ ูƒูู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽ ุฏูู‚ูŽู‘ู‡ูุŒ ูˆูŽุฌูู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽูˆูŽู‘ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุขุฎูุฑูŽู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽุงู†ููŠูŽุชูŽู‡ู ูˆูŽุณูุฑูŽู‘ู‡
ALLAHUMMAGH-FIR-LII DZAN-BII KULLAHUU, WA DIQQOHUU, WA JULLAHUU, WA AWWA-LAHUU, WA AA-KHIROHUU, WA โ€˜ALAA-NIYA-TAHUU WA SIRROHUU
Dari Ibnu Abbas -radhiallahu anhuma- dia berkata: Rasulullah shallallahuโ€™alaihiwasallam bersabda:
ุฃูŽู„ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ูู‘ูŠ ู†ูู‡ููŠุชู ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุฃูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ุฑูŽุงูƒูุนู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุณูŽุงุฌูุฏู‹ุง ููŽุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุงู„ุฑูู‘ูƒููˆุนู ููŽุนูŽุธูู‘ู…ููˆุง ูููŠู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุจูŽู‘ ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ ูˆูŽุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุงู„ุณูู‘ุฌููˆุฏู ููŽุงุฌู’ุชูŽู‡ูุฏููˆุง ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุกู ููŽู‚ูŽู…ูู†ูŒ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’
โ€œKetahuilah, sesungguhnya aku dilarang untuk membaca Al-Qurโ€™an dalam keadaan rukuโ€™ atau sujud. Adapun saat rukuโ€™ maka agungkanlah Rabb Azza wa Jalla padanya, sedangkan saat sujud maka bersungguh-sungguhlah dalam doa, karena saat itu sangat layak dikabulkan untukmu.โ€ (HR. Muslim no. 479)