Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Monthly Archives: September 2015

Sebaik-baik do’a adalah do’a hari Arafah-9 Dzulhijjah-. Maksudnya, do’a ini paling cepat diijabahi. Sehingga kita diperintahkan untuk konsen melakukan ibadah yang satu ini di pada hari Arafah, apalagi untuk orang yang sedang wukuf di Arafah.

Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim no. 1348).

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi no. 3585. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Maksudnya, inilah doa yang paling cepat dipenuhi atau terkabulkan (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 10: 33).

Apakah keutamaan do’a ini hanya khusus bagi yang wukuf di Arafah? Apakah berlaku juga keutamaan ini bagi orang yang tidak menunaikan ibadah haji?

Yang tepat, mustajabnya do’a tersebut adalah umum, baik bagi yang berhaji maupun yang tidak berhaji karena keutamaan yang ada adalah keutamaan pada hari. Sedangkan yang berada di Arafah (yang sedang wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah), ia berarti menggabungkan antara keutamaan waktu dan tempat. Demikian kata Syaikh Sholih Al Munajjid dalam fatawanya no. 70282.

Tanda bahwasanya do’a pada hari Arafah karena dilihat dari kemuliaan hari tersebut dapat kita lihat dari sebagian salaf yang membolehkan ta’rif. Ta’rif adalah berkumpul di masjid untuk berdo’a dan dzikir pada hari Arafah. Yang melakukan seperti ini adalah sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Imam Ahmad masih membolehkannya walau beliau sendiri tidak melakukannya.

Syaikh Sholih Al Munajjid -semoga Allah berkahi umur beliau- menerangkan, “Hal ini menunjukkan bahwa mereka menilai keutamaan hari Arafah tidaklah khusus bagi orang yang berhaji saja. Walau memang berkumpul-kumpul seperti ini untuk dzikir dan do’a pada hari Arafah tidaklah pernah ada dasarnya dari Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu Imam Ahmad tidak melakukannya. Namun beliau beri keringanan dan tidak melarang karena ada sebagian sahabat yang melakukannya seperti Ibnu ‘Abbas dan ‘Amr bin Harits radhiyallahu ‘anhum.” (Fatawa Al Islam Sual wal Jawab no. 70282)

Para salaf dahulu saling memperingatkan pada hari Arafah untuk sibuk dengan ibadah dan memperbanyak do’a serta tidak banyak bergaul dengan manusia. ‘Atho’ bin Abi Robbah mengatakan pada ‘Umar bin Al Warod,  “Jika engkau mampu mengasingkan diri di siang hari Arafah, maka lakukanlah.” (Ahwalus Salaf fil Hajj, hal. 44)

Do’a ini bagi yang wukuf dimulai dari siang hari selepas matahari tergelincir ke barat (masuk shalat Zhuhur) hingga terbenamnya matahari.

Semoga Allah memudahkan kita untuk menyibukkan diri dengan do’a pada hari Arafah.

🎈🌺🎈

(*)  (*)

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Bismillah. Hari Senin dan Kamis merupakan bagian dari hari-hari dlm sepekan. Semua hari dan waktu adalah ciptaan Allah. Allah jadikan hari Senin dan Kamis sebagai hari-hari yg memiliki keistimewaan dan keberkahan, sbgmn hari Jumat merupakan hari yg paling mulia dan berkah dlm sepekan.

Berikut ini kami akan sebutkan beberapa keutamaan dan keberkahan hari Senin dan Kamis berdasarkan hadits-hadits shohih dari Nabi shallallahu alaihi wassalam.

(1) KEUTAMAAN PERTAMA:

Pada hari Senin dan Kamis pintu-pintu Surga dibuka. Dan pada saat itu dosa-dosa dan kesalahan orang-orang yg beriman diampuni oleh Allah Ta’ala, kecuali dua orang mukmin yg sedang bertikai dan bermusuhan, maka pengampunan dosa n kesalahan mereka berdua ditunda sampai mereka berdamai.

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

» Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

Artinya: “Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka setiap hamba yang tidak pernah berbuat syirik kepada Allah sedikit pun akan diampuni (oleh Allah pada hari tersebut), kecuali seseorang yang memiliki permusuhan

antara dirinya dan saudaranya. Maka akan dikatakan (oleh Allah kepada para malaikat pencatat amalan, pent), “Tundalah (pengampunan dosa dan kesalahan mereka berdua), sehingga mereka berdua berdamai. Tundalah (pengampunan dosa dan kesalahan mereka berdua), sehingga mereka berdua berdamai. Tundalah (pengampunan dosa dan kesalahan mereka berdua), sehingga mereka berdua berdamai.” (HR. Muslim no. 2565).

» CATATAN:
Untuk meraih pengampunan dosa dan kesalahan pada hari Senin dan Kamis disyaratkan 2 hal, yaitu:

1. Orang mukmin tsb adalah Ahli Tauhid, dan tidak pernah berbuat syirik atau menyekutukan Allah dgn sesuatu apapun. Atau ia sudah bertaubat dari segala macam bentuk kemusyrikan.

2. Tidak memiliki permusuhan dengan saudaranya sesama muslim karena urusan dunia. Adapun permusuhan karena urusan agama dan dlm rangka membela Allah dan Rasul-Nya (Al-Quran dan As-Sunnah), seperti permusuhan kita dgn para penganut agama Syi’ah Rofidhoh, Jaringan Islam Liberal, Ahli Bid’ah dan pengekor hawa nafsu yg merusak kemurnian Syari’at Islam, maka hal ini tidak menghalangi seorang mukmin utk meraih pengampunan dosa dari Allah, in syaa ALLAH.

(2) KEUTAMAAN KEDUA:

Pada hari Senin dan Kamis semua amalan hamba diangkat kepada Allah untuk dilihat dan diperiksa.

Oleh karenanya, dianjurkan bagi seorang muslim dan muslimah agar semangat berpuasa dan memperbanyak amal sholih, sebagaimana dahulu Nabi shallallahu alaihi wassalam bersemangat melakukan puasa sunnah pada dua hari tersebut.

Hal ini berdasarkan hadits-hadits shohih berikut ini:

» Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Amalan-amalan (para hamba) diperlihatkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku diperkihatkan (kepada-Nya) sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. At-Tirmidzi no. 747, dan ia mengatakan bahwa hadits ini derajatnya Hasan Ghorib. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini Hasan. Dan Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini Shohih Lighoirihi, yakni derajatnya SHOHIH karena diperkuat dengan jalur periwayatan lainnya).

» Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa ia berkata:

إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ.

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis.” (HR. An-Nasai no. 2362, dan Ibnu Majah no. 1739. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini derajatnya Hasan. Dan Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini derajatnya SHOHIH).

(3) KEUTAMAAN KETIGA:

Kebanyakan safar (perjalanan jauh) Rasulullah shallallahu alaihi wassalam dilakukan pada hari Kamis.

Hal ini berdasarkan hadits Shohih berikut ini:

عن كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ يَقُولُ: لَقَلَّمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ إِذَا خَرَجَ فِي سَفَرٍ, إِلَّا يَوْمَ الْخَمِيسِ”, وفي لفظ:” وخَرَجَ يَوْمَ الْخَمِيسِ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ وَكَانَ يُحِبُّ أَنْ يَخْرُجَ يَوْمَ الْخَمِيسِ”رواهما البخاري(2950- 2949)

» Dari Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia menceritakan, “Sangat jarang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam keluar untuk melakukan perjalanan jauh (safar) kecuali pada hari Kamis.”

» Dan dalam riwayat lain juga (disebutkan), “Bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam keluar pada hari Kamis di peperangan Tabuk, dan (menang), beliau suka keluar (untuk melakukan safar) pada hari Kamis.” (HR. al-Bukhari nomor.2949-2950).

Sebagian ulama hadits meneliti n menerangkan hikmah di balik seringnya Nabi shallallahu alaihi wassalam melakukan safar pada hari Kamis.

» Di antara mereka ada yg mengatakan bahwa Allah melimpahkan berkah-Nya kepada Umat Islam pada pagi hari Kamis.

» Ada pula yg menyebutkan bahwa safar-safar Nabi shallallahu alaihi wassalam adalah safar untuk melakukan ibadah, seperti haji, umroh, jihad dan selainnya. Oleh karenanya, beliau ingin agar safar-safar ibadah itu terjadi pada hari ketika semua amalan hamba diangkat kepada Allah Ta’ala.

» Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolani rahimahullah berkata: “Adapun (seringnya) Nabi shallallahu alaihi wassalam melakukan safar pada hari Kamis, maka bisa jadi sebabnya adalah apa yg pernah disabdakan oleh beliau shallallahu alaihi wassalam:
“بورك لأمتي في بكورها يوم الخميس” وهو حديث ضعيف..

“Niatku diberkahi (oleh Allah) pada pagi hari Kamis,” namun hadits ini derajatnya DHO’IF (Lemah).

Beliau (Al-Hafizh Ibnu Hajar) jg mengatakan, “Bahwa Nabi shallallahu alaihi wassalam lebih suka n sering melakukan safar pada hari Kamis bukan berarti beliau selalu keluar safar pada hari itu dengan terus menerus, sebab beliau pernah keluar di sebagian safar beliau pada hari Sabtu.” (Lihat Fathul Bari Syariah Shohih Al-Bukhari VI/113).

Demikian beberapa Keutamaan dan Keistimewaan Hari Senin dan Kamis berdasarkan hadits-hadits shohih yg dpt kami sebutkan. Smg menjadi ilmu yg bermanfaat. Dan Smg kita dapat meraih keutamaan n keberkahan pada setiap hari sepanjang umur kita di dunia. Amiin.

# Grup Majlis Hadits.