Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Sangat rasional bagi wanita muslimah Чαπƍ tidak ♏ɑÜ ikhthilat dengan laki-laki Чαπƍ bukan mahromnya, maka ia pun tidak ♏ɑÜ berjabat tangan dengan lelaki Чαπƍ bukan mahromnya. Sebagai realisasi dari bimbingan Rasulullah صلى الله عليه و سلم .

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Aisyah Ummul Mukminin radhiallahu ‘anha: “Para wanita mukminah Чαπƍ berhijrah, lalu mendatangi Rasulullah صلى الله عليه و سلم , maka mereka diuji dengan firman Allah Ta’ala:

“Hai orang-orang Чαπƍ beriman, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan Чαπƍ beriman, maka hendaklah kamu uji keimanan mereka, Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka…” (QS. al-Mumtahanah:10).

Aisyah radhiallahu ‘anha melanjutkan, “Maka siapa Чαπƍ menerima syarat² tersebut dari wanita² mukminah, berarti ia telah menerima ujian (telah dibai’at sesuai dengan ketentuan syari’at).
Ketika Rasulullah صلى الله عليه و سلم mendengar bai’at dari lisan mereka, maka Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda kepada mereka, “pergilah, karena aku telah membai’at kalian”.

Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Demi Allah tangan beliau tidak menyentuh tangan satupun dari wanita. Beliau hanya membai’at para wanita dengan pekataan saja. Demi Allah, Rasulullah صلى الله عليه و سلم tidak pernah menyentuh tangan wanita, kecuali apa Чαπƍ telah dihalalkan Allah Ta’ala”. Beliau bersabda kepada para wanita Чαπƍ telah berbai’at kepadanya: “sesungguhnya aku telah membai’at kalian dengan perkataan saja”. (HR. al-Bukhari). (Fathul Bari:9/420).

 Ditulis oleh Ustadz Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜 – – – – – –

%d bloggers like this: