Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Monthly Archives: March 2015

• Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda:

أَكْثِرُوا الصَّلاَةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَليلَةَ الْجُمُعَةِ, فَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشَرًا.

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari dan malam Jumat, karena barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali”. 
(HR. Al-Baihaqi dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah)

• Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al-Ahzab: 56)

• Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشَرًا

“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya 10 kali”.
(HR. Muslim)

• Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلاَّ رَدَّ اللهُ عَلَيَّ رُوْحِيْ حَتَّى أَرُدُّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ

“Tidak ada seorang pun yang mengucapkan taslim kepadaku kecuali Allah akan mengembalikan rohku sehingga saya bisa membalas taslimnya”. 
(HR. Abu Daud)

1. Membaca

بِسْمِ اللَّهِ ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّه
Dengan nama Allah, aku hanya bertawakkal kepada Allah. Dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah[1]
2. Membaca

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيْهِ
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu (jangan sampai) aku tersesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, berbuat zhalim atau dizhalimi, berbuat kebodohan atau dibodohi.[2]
Hadits Riwayat Abu Dawud 4/325 dan Tirmidzi 5/490. Lihat Shahihut Tirmidzi 3/151
Hadits Riwayat Ashhabus Sunan. Lihat Shahihut Tirmidzi 3/152 dan Shahih Ibni Majah 2/336

BAB 1 : ALAM KUBUR

1. Siapa Tuhanmu ?

2. Apa Agamamu ?

3. Siapa Nabimu ?

BAB 2 : HARI KIAMAT

1. Usiamu, kau habiskan untuk apa ?

2. Untuk apa kau pergunakan masa mudamu ?

3. Hartamu, darimana kau dapat ? Dan untuk apa kau belanjakan ?

4. Apa yang sudah kau amalkan dengan ilmu yang telah kau peroleh ?

ﻓﺄﻋﺪ ﻟﻠﺴﺆﺍﻝ ﺟﻮﺍﺑﺎ

ﻭﻟﻴﻜﻦ ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ ﺻﺤﻴﺤﺎ

Siapkanlah jawaban untuk setiap pertanyaan, Dan pastikan jawaban Anda benar ..

PERHATIAN PENTING..!!!!!

1. “Pada hari ini kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (Yasin : 65)

2. Ujian kali ini tanpa pengulangan.

3. Bagi yang lulus, akan ditempatkan di surga. Dan bagi

yang gugur ada dua kemungkinan:

-Bila ketidaklulusan disebabkan dosa syirik, maka pelakunya kekal di neraka.

-Bila ketidaklulusan disebabkan dosa selain syirik, maka pelakunya dibawah kehendak Allah, bila Dia berkenan maka akan diberi ampunan, bila tidak maka akan di

dzab oleh-Nya.

Wallahu a’lam

Ditulis oleh Ustadz Aan Chandra Thalib ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ

—–

Bagaimanakah tipe suami yang tidak punya rasa cemburu?

Suami bertipe semacam ini adalah suami yang tercela sebagaimana disebutkan dalam hadits yaitu hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dengan sanad marfu’ –sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, di mana beliau bersabda,

ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ

“Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya.” (HR. Ahmad 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain)

Adapun maksud ad dayyuts sebagaimana disebutkan dalam Al Mu’jam Al Wasith adalah para lelaki yang menjadi pemimpin untuk keluarganya dan ia tidak punya rasa cemburu dan tidak punya rasa malu.

Yang dimaksud tidak punya rasa cemburu dari suami adalah membiarkan keluarganya bermaksiat tanpa mau mengingatkan.

Baca selengkapnya:
http://rumaysho.com/keluarga/tipe-suami-yang-tidak-punya-rasa-cemburu-dayyuts-10171

✏ Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, Msc حفظه الله تعالى

🌱🌻💐🌹🌷🌹💐🌻🌱
Twitter @RumayshoCom ┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Satu motivasi utk beribadah dan mengutamakan urusan akhirat yang nampak indah dan menyejukkan hati.

Terlebih bagi anda yg telah memahami bahwa urusan dunia begitu hina dina sedangkan akhirat begitu mulia, dan memahami bahwa urusan rejeki benar-benar urusan kodrat ilahy.

(يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا الله وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْساْ لَنْ تَمُوَت حَتىَّ تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا، فَاتَّقُوا الله وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ، خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرَمَ). رواه ابن ماجة

“Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yg baik dalam mencari rizqi, karena sesungguhnya tdklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rizqinya, walaupun telat datangnya.
Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizqi. Tempuhlah jalan-jalan mencari rizki yg halal dan tinggalkan yg haram.” (Riwayat Ibnu Majah)

Bacalah kelanjutan bahasan menarik diatas, KLIK:

http://bbg-alilmu.com/archives/7288

 Ditulis oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, Lc MA, حفظه الله تعالى

⌣̊┈»·̵̭̌✽✽·̵̭̌«┈⌣̊

Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ النَّفْخِ فِى الشُّرْبِ. فَقَالَ رَجُلٌ الْقَذَاةُ أَرَاهَا فِى الإِنَاءِ قَالَ « أَهْرِقْهَا ». قَالَ فَإِنِّى لاَ أَرْوَى مِنْ نَفَسٍ وَاحِدٍ قَالَ « فَأَبِنِ الْقَدَحَ إِذًا عَنْ فِيكَ »

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang meniup-niup saat minum. Seseorang berkata, “Bagaimana jika ada kotoran yang aku lihat di dalam wadah air itu?” Beliau bersabda, “Tumpahkan saja.” Ia berkata, “Aku tidak dapat minum dengan satu kali tarikan nafas.” Beliau bersabda, “Kalau begitu, jauhkanlah wadah air (tempat mimum) itu dari mulutmu.” (HR. Tirmidzi no. 1887 dan Ahmad 3: 26. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Abu Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُتَنَفَّسَ فِى الإِنَاءِ أَوْ يُنْفَخَ فِيهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari bernafas di dalam wadah air (bejana) atau meniupnya.” (HR. Tirmidzi no. 1888, Abu Daud no. 3728, dan Ibnu Majah no. 3429. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Imam Nawawi rahimahullah membawakan dua hadits di atas pada kitab adab makan pada Bab “Makruhnya meniup-niup saat minum.”

Selengkapnya di Rumaysho.Com: http://rumaysho.com/amalan/meniup-niup-minuman-yang-panas-6930

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

💌 Alhafidz Ibnu Rajab berkata : “mencintai orang-orang miskin adalah pokok dari kecintaan karena Allah, ( kenapa ) karena orang-orang miskin tidak memiliki harta dunia yang bisa mendatangkan kecintaan karenanya, oleh karena itu tidak ada dasar mencintai mereka melainkan karena Allah ”
( Aljami’ almuntakhab : 77 ) … manquul

✏ Ditulis oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc حفظه الله تعالى

🌱🌻💐🌹🌷🌹💐🌻🌱