Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Seringkali kita sempit dalam memandang rizki..

Hanya perihal harta benda semata..

Padahal..

Dijauhkan dari marabahaya itu rizki..
Terhindar dari penyakit juga rizki…

Mengetahui kebenaran kemudian mampu melaksanakannya merupakan rizki..

Memahami perkara buruk lalu menjauhinya itu pun rizki…

Dalam atsar doa yang ma’tsur dinukil dari Umar bin al-Khatthab radhiyallahu ‘anhu dan kerap kita baca yaitu

اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

“Allahumma arinal haqqa haqqan, warzuqnat tibaa’ah..

Wa arinal baathila baathilan warzuqnaj tinaabah..”

Artinya:

“Ya Allah, tampakkanlah kepada kami bahwa yang (haq) benar itu benar, dan berikan rizki kepada kami kemampuan untuk mengikutinya..

Dan tampakkanlah kepada kami bahwa yang (batil) salah itu salah, dan berikan rizki kepada kami kemampuan untuk menjauhinya..”

(Lihat tafsir Ibnu Katsir Surat al-Baqarah ayat 213)

Bukankah banyak saudara kita yang mengetahui kebenaran namun tak mampu (atau tak mau) melaksanakan..?

Demikian pula…

Lebih banyak lagi yang memahami bahwa sesuatu itu keburukan tetapi (karena hawa nafsu) tak kuasa menjauhinya…!

@sahabatilmu

NB. MILIKI TAFSIR IBNU KATSIR 9 JILID. PAS UNT PAHAM ALQURAN.

%d bloggers like this: