Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

•Beribadah dengan Ikhlas & Mengikuti Sunnah•

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

فَمَنْ مَالَتْ نَفْسُهُ إلَى مُحَرَّمٍ فَلْيَأْتِ بِعِبَادَةِ اللَّهِ كَمَا أَمَرَ اللَّهُ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ فَإِنَّ ذَلِكَ يَصْرِفُ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ

“Siapa yang nafsunya telah cenderung kepada yang haram, maka hendaklah ia segera beribadah kepada Allah ta’ala dengan cara yang sesuai petunjuk-Nya serta mengikhlaskan seluruh ibadah hanya kepada-Nya, karena sungguh itu akan memalingkan keburukan dan kekejian darinya.” [Al-Fatawa, 10/636]

•Ikhlas, memurnikan niat ketika beribadah hanya kepada Allah ta’ala adalah sebab selamatnya seorang hamba dari maksiat, sebagaimana Allah ta’ala telah menyelamatkan Nabiyullah Yusuf ‘alaihissalaam. Allah ta’ala berfirman,

كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

“Demikianlah, agar Kami memalingkan kemungkaran dan kekejian dari Yusuf. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang ikhlas.” [QS. Yusuf: 24]

Asy-Syaikh Al-Mufassir As-Sa’di rahimahullah berkata,

أي: بسبب إخلاصه صرفنا عنه السوء، وكذلك كل مخلص، كما يدل عليه عموم التعليل.

“Maknanya: Dengan sebab keikhlasan Yusuf maka Kami palingkan kejelekan darinya. Demikian pula untuk setiap orang yang ikhlas akan dipalingkan dari kejelekan, sebagaimana ditunjukkan oleh keumuman sebab dalam ayat ini (yaitu ikhlas).” [Tafsir As-Sa’di, hal. 202-203]

Asy-Syaikh Al-Mufassir As-Sa’di rahimahullah juga berkata,

فلما أخلص عمله لله أخلصه الله، وخلصه من السوء والفحشاء.

“Maka tatkala beliau mengikhlaskan amalnya karena Allah, Allah pun mengikhlaskannya & menyelamatkannya dari kejelekan & kekejian.” [Tafsir As-Sa’di]

•Meneladani sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam beribadah adalah sebab seorang hamba mendapatkan hidayah & meraih cinta Allah subhanahu wa ta’ala…

Selengkapnya: http://fb.me/7oT9GeTQA

Baarokallaahu fiykum.

%d bloggers like this: