Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Sabar adalah buah yg pahit… sungguh sabar seperti menghisap buah itu untuk mendapatkan madu yg manis

Pengertian Sabar:
Secara etimologi sabar mengandung makna menahan, seperti dalam firman Allah ta’ala:
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya [Al-Kahfi: 28]

Dalam ayat ini Allah perintahkan nabi-Nya shalallahu alaihi wasallam untuk bersabar yakni menahan diri beliau untuk bersama dengan kaum mukminin termasuk mereka yang lemah seperti Bilal bin Rabah, Ammar bin Yasir dan selain mereka dari kaum mukminin yang selalu bertasbih kepada Rabb mereka.

Adapun pengertian sabar  secara syareat islam,  adalah:  menahan kalbu dari kemarahan dan ketidak ridhoan kepada taqdir Allah, menahan lisan dari ucapan-ucapan yang haram, dan menahan anggota badan dari maksiat serta amalan-amalan jahiliyah seperti meratapi mayyit dengan memukul-mukul pipi, merobek-robek baju dan semisalnya.

Diatas tiga asas inilah –menahan qalbu, lisan dan badan- kesabaran dibangun, sebagaimana diterangkan para ulama seperti Ibnul Qayyim dalam salah satu karya monumentalnya: Al-Wabil Ash-Shoyyib minal Kalimith-Thayyib.
Jadi tidak cukup sabar itu hanya dengan lisan saja sementara badan melakukan perkara yang Allah murkai, namun tiga perkara ini harus berjalan beriringan..

Sabar tiada batasnya… selama seseorang itu bersabar maka ia termasuk orang yg bersabar.. dan ketika sudah tidak bersabar maka dia dikeluarkan dari kategori orang yg bersabar dalam hal yg dihadapinya…
SABAR TIADA BATASNYA…

Sabar ada pada tiga hal:
Sabar dalam menjalankan ketaatan
Sabar dalam menjauhi maksiat
Sabar dalam menghadapi musibah.

Semoga Allah jadikan kita sebagai hamba hamba yg bersabar.. krn balasannya tiada batas bagi mereka yg bersabar..

Aamiinnn…
________________________________________________

%d bloggers like this: