Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Monthly Archives: February 2015

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba’du; 

Para ulama merupakan pewaris para Nabi & Rasul Sallallahu alaihi wa sallam & mereka adalah makhluk paling tahu tentang kebenaran & penuh kasih & sayang kepada sesama makhluk. 

Telah dikisahkan olh Abu Islam Sholih bin Taha Abdul Wa’hid, murid As Syaikh Muhammad Na’siruddin Al-Albany rahimahullah berkata, suatu hari aku mengerjakan sholat subuh di masjid dekat rumah ku, kemudian aku menuju ke rumah As-Syaikh, maka aku menjumpai beliau berada di maktabah (perpustakaan dirumah ) seperti biasanya, kemudian aku bertanya-tanya tentang masalah ilmiah & setelah usai aku berkata kepada beliau, wahai As-Saikh, aku memohon kepada Syaikh agar memberikan nasihat khusus utkk diriku. 

Asy-Syaikh berkata,”Aku nasihatkan kepada dirimu, sebagaimana aku menasihati utk diriku sendiri & ada tiga perkara :

* Pertama, agar mengamalkan ilmu sekuat tenaga & kemampuannya, karena Allah Ta’ala telah memberikan pujian bagi orang-orang yg mengamalkan ilmu mereka, sebagaimana firman Allah Ta’ala, “(Apakah kamu hai orang musyrik yg lebih beruntung) ataukah orang yg beribadat di waktu-waktu malam dgn sujud & berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat & mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yg mengetahui dgn orang-orang yg tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yg berakallah yg dapat menerima pelajaran “.(QS. Az-Zumar 9)

Dan sebaliknya, Allah Ta’ala memberikan celaan & cercaan kepada mereka yg tidak beramal utk ilmu yg telah diketahui, sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir? “.(QS Al – Baqarah 44)

Baca Selengkapnya :
http://www.rochmadsupriyadi.blogspot.com/2015/02/teladan-seorang-ulama.html?m=1

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

⌣̊┈»·̵̭̌✽✽·̵̭̌«┈⌣̊

-Sulaiman Abu Syeikha-

💐 قال الفضيل بن عياض_رحمه الله:💐
    “من طلب أخا بلا عيب،صار بلا أخ”.

Berkata fudhail ibnu ‘Iyadh rahimahullah : ” barang siapa ingin menjalin persaudaraan tanpa cela maka dia tidak akan mendapatkan saudara ” 

🔹اعلم أخي الغالي- رعاك الله- أن الأخوة ليست مجرد كلمة وإنما هي خلق من الداخل.

Ketahuilah wahai saudaraku yg mulia semoga Allah menjagamu – sesungguhnya persaudaraan  (ukhuwah) bukan hanya sebuah kalimat semata akan tetapi dia adalah akhlaq dari dalam diri seseorang.

🔹نحن بحاجة إلي التناصح فيما بيننا.
🔹والتزام الأدب فيما بيننا ضرورة من ضرورات الأخوة.

Krn itu kita butuh untuk saling menasehati diantara kita, komitmen utk berpegang teguh dgn adab dan saling menghormati sangatlah penting dalam persaudaraan ( ukhuwah ) 

🔹لا تظن أنك ستجد صديقا لا يخطيء.
🔹وإذا أخطأ في حقك،فأين أنت عن خلق العفو???

Jangan kau berharap akan mendapatkan teman / saudara yang suci tidak pernah salah , jika ada yg berbuat salah kepadamu , (apakah  akan memaafkannya ) maka mana akhlaq untuk saling memaafkan ?
padahal Allah Ta’alaa berfirman : 

    {والكاظمين الغيظ و العافين عن الناس والله يحب المحسنين}.

” Dan orang2 yang suka menahan amarah dan suka memaafkan orang lain , maka Allah mencintai orang2 yang suka berbuat baik ”

🔗قال أبو قلابة:
إذا بلغك عن أخيك شيء تكرهه فالتمس له عذرا ،فإن لم تجد له عذرا،فقل: لعله له عذر لا أعلمه.[كتاب:روضة العقلاء]

Berkata Abu Qilabah : jika sampai kepadamu sesuatu yg kamu benci ttg saudaramu hendaklah kamu berikan jalan udhur (memaafkannya), jika kamu tidak mendapati utknya udhur maka katakan : semoga ada udhur untuknya yang aku tidak mengetahuinya (kitab roudhatul ‘uqolaa )

🔹إن العلاقات بين الناس يحتاج إلى صبر عظيم،،،
Sesungguhnya menjadi orang yang berakal  ditengah2 manusia membutuhkan kesabaran yang besar.

«——๑๑•°°•๑๑——»

Bismillah.

قال أَبَو حَاتِمٍ الطَّبَرِي : سَمِعْتُ أَبَا بَكْرٍ الشِّبْلِيَّ ، يَقُولُ فِي وَصِيَّتِهِ : ” إنْ أَرَدْتَ أنْ تَنْظُرَ إِلَى الدُّنْيَا بِحَذَافِيرِهَا ، فَانْظُرْ إِلَى مَزْبَلَةٍ ، فَهِيَ الدُّنْيَا ، وَإِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَنْظُرَ إِلَى نَفْسِكَ ، فَخُذْ كَفًّا مِنْ تُرَابٍ ، فَإِنَّكَ مِنْهَا خُلِقْتَ ، وَفِيهَا تَعُودُ ، وَمِنْهَا تَخْرُجُ ، وَمَتَى أَرَدْتَ أَنْ تَنْظُرَ إِلَى مَا أَنْتَ ، فَانْظُرْ إِلَى مَا يَخْرُجُ مِنْكَ فِي دُخُولِكَ الْخَلَاءَ ، فَمَنْ كَانَ حَالُهُ كَذَلِكَ ، فَلَا يَجُوزُ أَنْ يَتَطَاوَلَ ، أَو يَتَكَبَّرَ عَلَى مَنْ هُوَ مِثْلُهُ ” .

» Abu Hatim Ath-Thobari rahimahullah berkata: Aku pernah mendengar Abu Bakar Asy-Syibli rahimahullah mengatakan dalam wasiatnya:

» “Jika engkau ingin melihat dunia dengan segala kemewahannya, maka lihatlah tempat pembuangan sampah, karena seperti itulah dunia.

» Jika engkau ingin melihat hakekat dirimu, maka ambillah segenggam debu (tanah), karena engkau diciptakan darinya, dan engkau akan kembali di dalamnya (baca: mati dan dikubur di dalamnya, pent), dan darinya pula (yakni dari alam kubur) engkau akan keluar (pada hari kebangkitan, pent).

» Dan jika engkau ingin melihat keadaan dirimu, maka lihatlah apa yang keluar dari (perut)mu ketika engkau masuk wc.

Maka, barangsiapa keadaannya seperti itu, maka tidak boleh baginya merasa lebih tinggi dan sombong kepada orang-orang yang sama dengan dirinya.” (Lihat Shifatu Ash-Shofwah, karya Ibnul Jauzi II/459).

Demikian Faedah Ilmiyah dan Mau’izhoh Hasanah pada hari ini. Semoga bermanfaat. Dan semoga kita menjadi hamba ALLAH yg selalu bertakwa kepada-Nya dan tawadhu’ (rendah hati) kepada sesama muslim dan muslimah. Amiin. (Jakarta, 30 Januari 2015).

(*) Blog Dakwah Sunnah, KLIK:
http://abufawaz.wordpress.com

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, MA حفظه الله تعالى

⌣̊┈»·̵̭̌✽✽·̵̭̌«┈⌣̊

“Berapa banyak orang yang kusut dan berdebu, memakai pakaian yang lusuh yang tidak mengundang perhatian, namun sekiranya dia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya” (HR. Tirmidzi)

Sahabat…
Hari ini… Orang baik selalu diidentikkan dengan derma yang dilakukan dengan terang-terangan.

Kesuksesan selalu diukur dengan popularitas.
Kata sukses seolah hanya pantas disematkan pada mereka berulang-ulang kali muncul di tv karena telah melakukan ini dan itu.
Kemasyhuran itupun lantas melahirkan sifat angkuh, bangga diri, merasa bahwa diri telah berbuat banyak dan lebih dari orang lain.

Padahal…siapapun kita, sejujurnya kita bukan siapa-siapa. Apalagi bila kita melihat kenyataan yang ada, dimana banyak sekali orang yang mungkin tidak pernah kita kenal sebelumnya. Dan mungkin tidak akan pernah kita kenal untuk selamanya. Karena mereka memilih untuk tidak dikenal.

Di antara mereka ada yang jauh lebih baik dari kita, lebih terhormat, lebih banyak kebajikannnya, lebih luas ilmunya dan juga lebih khusyuk penghambaan serta pengharapannya kepada Allah azza wa jalla. Mereka selalu dipojokkan penduduk bumi, namun mereka mulia disisi penduduk langit.

Meraka mencintai pilihan hidup yang juga dicintai Allah dan rasul-Nya. Seperti dalam sabdanya:

” Sesungguhnya Allah menyukai orang yang smbunyi-sembunyi, miskin, bertaqwa lagi suka berbuat kebajikan”

Begitulah…
Jika mereka tidak ada, mereka tidak dicari orang. Dan apabila mereka ada mereka tidak dikenali orang. Sebuah pilihan hidup yang sulit ditengah ramainya manusia yang mengejar ke -aku- annya dengan beragam cara”.

✏ Ditulis oleh Ustadz Aan Candra Thalib حفظه الله تعالى

⌣̊┈»·̵̭̌✽✽·̵̭̌«┈⌣̊

Oleh: Abu Fawaz Muhammad Wasitho

Bismillah. Hari Jumat merupakan hari yang agung dan memiliki banyak keistimewaan, diantaranya:

1. Hari Jumat merupakan hari raya pekanan umat Islam.
2. Pada hari Jumat Allah ciptakan nabi Adam ‘alaihis-salaam.
3. Pada hari Jumat, nabi Adam ‘alaihis-salaam dimasukkan oleh Allah ke dalam surga. Dan pada hari Jumat pula nabi Adam ‘alaihis-salaam dikeluarkan dari surga.
4. Pada hari Jumat Kiamat akan terjadi.
5. Hari Jumat merupakan hari penghapusan dosa-dosa bagi setiap muslim yang bertakwa kpd Allah.
6. Di penghujung hari Jumat, yaitu sesudah sholat Ashar hingga menjelang Maghrib terdapat waktu mustajabah untuk berdoa. Barangsiapa berdoa kpd Allah di waktu tersebut, niscaya Allah akan mengabulkan doanya.

Di hari Jumat yg agung ini Allah mensyari’atkan kpd hamba-hamba-Nya yg beriman amalan-amalan yg mulia n memiliki keutamaan, seperti memperbanyak sholawat kpd Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, membaca surat Al-Kahfi di malam atau hari Jumat, melaksanakan sholat Jumat berjama’ah bagi laki-laki muslim yg tidak ada halangan-halangan syar’i, berdoa, dan amal sholih lainnya.

1. KEUTAMAAN MEMBACA SURAT AL-KAHFI PADA MALAM DAN HARI JUMAT.

» KLIK: http://abufawaz.wordpress.com/2011/12/09/hadits-hadits-shohih-tentang-keutamaan-surat-al-kahfi-الأحاديث-الصحيحة-في-فضل-سور/

2. KEUTAMAAN SHOLAWAT DAN CARA MEMBACANYA YANG BENAR SESUAI TUNTUNAN NABI shallallahu alaihi wasallam.

» KLIK: http://abufawaz.wordpress.com/2012/10/12/keagungan-membaca-sholawat-kepada-nabi-muhammad-berdasarkan-hadits-hadits-shohih/

3. KEUTAMAAN ORANG MUSLIM YANG MENINGGAL DUNIA PADA HARI ATAU MALAM JUMAT.

» KLIK: http://abufawaz.wordpress.com/2013/04/27/keutamaan-orang-muslim-yang-meninggal-dunia-pada-hari-atau-malam-jumat/

Silakan Link-link ilmiyah tsb dishare kpd kaum muslimin. Smg jadi ilmu yg bermanfaat dan amal sholih yg mengalirkan pahala kpd kita hingga hari Kiamat. آمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Hukumilah atau nilailah seseorang dari lahiriyahnya. Karena kita tak bisa menelusuri dalam hatinya. Kita bisa menuduh orang tidak ikhlas atau riya’, karena seperti itu butuh penglihatan dalam hati. Menerawang hati seseorang sungguh amat sulit dilakukan.

Imam Nawawi rahimahullah membawakan bab dalam Riyadhus Sholihin, “Menjalankan hukum-hukum terhadap manusia menurut lahiriyahnya. Sedangkan keadaan hati mereka diserahkan kepada Allah Ta’ala.”

Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus kami ke daerah Huraqah dari suku Juhainah, kemudian kami serang mereka secara tiba-tiba pada pagi hari di tempat air mereka.

Saya dan seseorang dari kaum Anshar bertemu dgn seorang lelakui dari golongan mereka. Setelah kami dekat dengannya, ia lalu mengucapkan laa ilaha illallah. Orang dari sahabat Anshar menahan diri dari membunuhnya, sedangkan aku menusuknya dgn tombakku hingga membuatnya terbunuh.

Sesampainya di Madinah, peristiwa itu didengar oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau bertanya padaku,

« يَا أُسَامَةُ أَقَتَلْتَهُ بَعْدَ مَا قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ » قُلْتُ كَانَ مُتَعَوِّذًا . فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنِّى لَمْ أَكُنْ أَسْلَمْتُ قَبْلَ ذَلِكَ الْيَوْمِ

“Hai Usamah, apakah kamu membunuhnya setelah ia mengucapkan laa ilaha illallah?” Saya berkata, “Wahai Rasulullah, sebenarnya orang itu hanya ingin mencari perlindungan diri saja, sedangkan hatinya tdk meyakini hal itu.” Beliau bersabda lagi, “Apakah engkau membunuhnya setelah ia mengucapkan laa ilaha illallah?” Ucapan itu terus menerus diulang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga saya mengharapkan bahwa saya belum masuk Islam sebelum hari itu.” (HR. Bukhari no. 4269 dan Muslim no. 96)

Baca selengkapnya: http://rumaysho.com/qolbu/menilai-orang-dari-lahiriyah-lalu-hatinya-10317

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Bismillah. Cara bersholawat yg benar kpd Nabi Muhammad dan sesuai dgn tuntunan beliau adalah dgn mengucapkan sholawat ibrahimiyyah, yaitu sebagaimana bacaan berikut ini:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allohumma Sholli ‘Alaa Muhammadin Kamaa Shollaita ‘Alaa aali Ibroohiima innaka Hamiidun Majiid. Allohumma Baarik ‘Ala Muhammad Kamaa Baarokta ‘Alaa aali Ibroohiima innaka Hamiidun Majiid.

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

» Dari Ka’b bin Ujrah Radhiyallaahu ‘anhu. Ia berkata, “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam keluar menuju kami lalu kami pun berkata, ‘Kami telah mengetahui cara mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana cara kami bersholawat kepadamu?’ Beliau menjawab, “Ucapkanlah:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Allohumma Sholli ‘Ala Muhammadin Kamaa Shollaita ‘Ala aali Ibroohiima innaka Hamiidun Majiid. Allohumma Baarik ‘Alaa Muhammad Kamaa Baarokta ‘Alaa aali Ibroohiima innaka Hamiidun Majiid.

(Diriwayatkan oleh imam al-Bukhari no. 3370, dan imam Muslim no. 406).

Atau bisa juga dgn bacaan sholawat yg lebih pendek, yaitu:

صلى الله عليه وسلم. (shollallahu ‘alaihi wasallam), atau dgn membaca ( Allohumma Sholli wa Sallim ‘Alaa Nabiyyina Muhammad) atau dgn lafazh lain yg maknanya seperti itu.

Semoga kita mendapatkan syafa’at Nabi Muhammad pd hari kiamat dgn memperbanyak sholawat kpd beliau dan kita semua dikumpulkan Allah bersama beliau dlm satu majlis di dlm surga Al-Firdaus yg paling tinggi. Amiin.

(*) Selengkapnya bisa dibaca di link ini, KLIK:
https://abufawaz.wordpress.com/2012/10/12/keagungan-membaca-sholawat-kepada-nabi-muhammad-