Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Marah bisa terjadi kapan saja, di mana saja, pada siapa saja..

Tentu tak nyaman bagi orang yang marah dan yang menyaksikan.

Segera redam dan obati dengan petunjuk Nabi.

A. Ta’awudz.

Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda,

“Sungguh aku mengetahui satu kalimat, apabila ia (orang yang marah) mengucapkannya niscaya hilang amarah darinya.

Yaitu ia mengucapkan,

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk…”

(HR al-Bukhari: 3282, Muslim: 2610)

Amarah itu termasuk godaan setan.

B. Berubah Posisi.

Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda,

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ ، وَإِلَّا فَلْيَضْطَجِعْ.

“Apabila seseorang dari kalian marah sedangkan ia sedang berdiri hendaklah duduk;

Apabila amarah mereda (tentu baik baginya)

Jika belum (hilang) juga, maka hendaklah ia berbaring…”

(Shahih. HR Ahmad: 5/152, Abu Daud: 4782, Ibnu Hibban: 5688)

Semakin merendah, semakin reda amarah.

C. Diam.

Sebagaimana sabda Nabi ‘alaihish shalatu wasallam,

وَإِذَا غَضِبْتَ فَاسْكُتْ ، مَرَّتَيْنِ.

“..jika engkau sedang marah maka diamlah… (beliau ucapkan dua kali)..”

(Shahih. HR Ahmad: 1/239, al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad : 1320, Silsilah ash-Shahihah: 1375 al-Albani)

Bila amarah sudah mendera…

Tangan bergerak tanpa aturan, lisan pun berucap tak tentu arah.

Betapa banyak penyesalan menyerta saat marah..

Maka segera lakukan petunjuk Nabi shallallahu ‘alahi wasallam kala marah mendera.

«——๑๑•°°•๑๑——»

%d bloggers like this: