Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Monthly Archives: January 2015

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ
“Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya” (HR Muslim no 2878)

Berkata Al-Munaawi, أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ “Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu” (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 2/859)

kita semua tahu bahwasanya kematian datang tiba-tiba…tidak peduli dengan kondisi seorang hamba apakah dalam keadaan ketaatan kepada Allah atau dalam keadaan sedang bermaksiat…, apakah dalam keadaan sakit ataupun dalam keadaan sehat… semuanya terjadi tiba-tiba…

Seorang penyair berkata :

تَزَوَّدْ مِنَ التَّقْوَى فَإِنَّكَ لاَ تَدْرِي*** إِذَا جَنَّ لَيْلٌ هَلْ تَعِيْشُ إِلَى الْفَجْرِ
Berbekallah ketakwaan karena sesungguhnya engkau tidak tahu…
Jika malam telah tiba apakah engkau masih bisa hidup hingga pagi hari
وَكَمْ مِنْ صَحِيْحٍ مَاتَ مِنْ غَيْرِ عِلَّةٍ *** وَكَمْ مِنْ عَلِيْلٍ عَاشَ حِيْناً مِنَ الدَّهْرِ
Betapa banyak orang yang sehat kemudian meninggal tanpa didahului sakit…
Dan betapa banyak orang yang sakit yang masih bisa hidup beberapa lama
فَكَمْ مِنْ فَتًى أَمْسَى وَأَصْبَحَ ضَاحِكًا *** وَقَدْ نُسِجَتْ أَكْفَانُهُ وَهُوَ لاَ يَدْرِِي
Betapa banyak pemuda yang tertawa di pagi dan petang hari
Padahal kafan mereka sedang ditenun dalam keadaan mereka tidak sadar
وَكَمْ مِنْ صِغَارٍ يُرْتَجَى طُوْلُ عُمْرِهِمْ *** وَقَدْ أُدْخِلَتْ أَجْسَامُهُمْ ظُلْمَةَ الْقَبْرِ
Betapa banyak anak-anak yang diharapkan panjang umur…
Padahal tubuh mereka telah dimasukkan dalam kegelapan kuburan
وَكَمْ مِنْ عَرُوْسٍ زَيَّنُوْهَا لِزَوْجِهَا *** وَقَدْ قُبِضَتْ أَرْوَاحُهُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ
Betapa banyak mempelai wanita yang dirias untuk dipersembahkan kepada mempelai lelaki…
Padahal ruh mereka telah dicabut tatkala di malam lailatul qodar.

Tentunya setiap kita berharap dianugrahi husnul khotimah… ajal menjemput tatkala kita sedang beribadah kepada Allah… tatkala bertaubat kepada Allah…sedang ingat kepada Allah… , akan tetapi betapa banyak orang yang berharap meninggal dalam kondisi husnul khotimah akan tetapi kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya…. Suul khootimah… maut menjemputnya tatkala ia sedang bermaksiat kepada Penciptanya dan Pencipta alam semesta ini…

Bagaimana mungkin seseorang meninggal dalam kondisi husnul Khotimah sementara hari-harinya ia penuhi dengan bermaksiat kepada Allah… hari-harinya ia penuhi tanpa menjaga pendengarannya… pandangannya ia umbar… hatinya dipenuhi dengan beragam penyakit hati… lisannya jauh dari berdzikir dan mengingat Allah…

Ingatlah sesungguhnya seseorang akan dicabut nyawanya berdasarkan kehidupan yang biasa ia jalankan…

Berikut ini adalah kisah-kisah yang mencoba menggugah hati kita untuk membiasakan diri beramal sholeh sehingga tatkala maut menjemput kitapun dalam keadaan beramal sholeh :

Kisah Pertama: kisah seorang ahli ibadah Abdullah bin Idriis (190-192 H)
عَنْ حُسَيْن الْعَنْقَزِي قَالَ: لَمَّا نَزَلَ بِابْنِ إِدْرِيْسَ الْمَوْتُ بَكَتْ ابْنَتُهُ فَقَالَ: لاَ تَبْكِي يَا بُنَيَّة، فَقَدْ خَتَمْتُ الْقُرْآنَ فِي هَذَا الْبَيْتِ أَرْبَعَةَ آلاَف خَتْمَة
Dari Husain Al-‘Anqozi, ia bertutur :
Ketika kematian mendatangi Abdullah bin Idris, maka putrinya pun menangis, maka Dia pun berkata: “Wahai putriku, jangan menangis! Sungguh, Aku telah mengkhatamkan al Quran dirumah ini 4000 kali” (Lihat Taariikh Al-Islaam karya Ad-Dzahabi 13/250, Ats-Tsabaat ‘inda Al-Mamaat karya Ibnil Jauzi hal 154)

Kisah kedua : Kisah Abu Bakr bin ‘Ayyaasy (193 H)
لما حضرت أبا بكر بن عَيَّاش الوفاةُ بَكَتْ أُخْتُهُ فقال : لاَ تَبْكِ اُنْظُرِي إِلىَ تِلْكَ الزَّاوِيَةِ الَّتِي فِي الْبَيْتِ قَدْ خَتَمَ أَخُوْكَ فِي هَذِهِ الزَّاوِيَةِ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ أَلَف خَتْمَة
Tatkala kematian mendatangi Abu Bakr bin ‘Ayaasy maka saudara perempuannya pun menangis. Maka Abu Bakrpun berkata kepadanya, “Janganlah menangis, lihatlah di pojok rumah ini, sesungguhnya saudara laki-lakimu ini telah mengkhatamkan Al-Qur’an di situ sebanyak 18 ribu kali” (Lihat Hilyatul Auliyaa’ karya Abu Nu’aim 8/304 dan Taariikh Baghdaad 14/383).

Demikianlah para pembaca yang budiman…Ahli ibadah ini Abdullah bin Idris telah mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 4000 kali… Abu Bakr bin ‘Ayyaasy telah mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 18 ribu kali…..semuanya demi menghadapi waktu yang sangat kritis ini… waktu untuk meninggalkan dunia ke alam akhirat yang abadi….

Kisah Ketiga : Kisah Aamir bin Abdillah Az-Zubair
Mush’ab bin Abdillah bercerita tentang ‘Aamir bin Abdillah bin Zubair yang dalam keadaan sakit parah :
سمع عامر المؤذن وهو يجود بنفسه فقال: خذوا بيدي إلى المسجد، فقيل: إنك عليل فقال: أسمع داعي الله فلا أجيبه فأخذوا بيده فدخل مع الإمام في صلاة المغرب فركع مع الإمام ركعة ثم مات

‘Aaamir bin Abdillah mendengar muadzin mengumandangkan adzan untuk shalat maghrib, padahal ia dalam kondisi sakaratul maut pada nafas-nafas terakhir, maka iapun berkata, “Pegang tanganku ke mesjid…!!” merekapun berkata, “Engkau dalam kondisi sakit !” , Diapun berkata,”Aku mendengar muadzin mengumandangkan adzan sedangkan aku tidak menjawab (panggilan)nya? Pegang tanganku…! Maka merekapun memapahnya lalu iapun sholat maghrib bersama Imam berjama’ah, diapun shalat satu rakaat kemudian meninggal dunia. (Lihat Taariikh Al-Islaam 8/142).

Inilah kondisi seorang alim yang senantiasa mengisi kehidupannya dengan beribadah sesegera mungkin… bahkan dalam kondisi sekarat tetap ingin segera bisa sholat berjama’ah….

Bandingkanlah dengan kondisi sebagian kita… yang tatkala dikumadangkan adzan maka hatinya berbisik : “Iqomat masih lama…., entar lagi aja baru ke mesjid…, biasanya juga imamnya telat ko’…, selesaikan dulu pekerjaanmu.. tanggung…”, dan bisikan-bisikan yang lain yang merupakan tiupan yang dihembuskan oleh Iblis dalam hatinya.

Kisah Di masa Sekarang:

Pertama : Kisah Penumpang Kapal Mesir “Salim Express”
Laki-laki ini telah Allah selamatkan dari tenggelam pada kecelakaan kapal, “Salim Express” menceritakan kisah istrinya yang tenggelam dalam perjalanan pulang dari menunaikan ibadah haji. Orang-orang berteriak-teriak “kapal akan tenggelam” maka aku pun berteriak kepada istriku …“ayo cepat keluar!”

Dia pun berkata, “Demi Allah aku tidak akan keluar sampai aku memakai hijabku dengan sempurna.”

Suaminya pun berkata,” inikah waktu utk memakai hijab??? Cepat keluar! Kita akan mati”.
Dia pun berkata, “Demi Allah aku tidak akan keluar kecuali jika telah kukenakan hijabku dengan sempurna, seandainya aku mati aku pun akan bertemu Allah dalam keadaan mentaati-Nya”. Maka dia pun memakai hijabnya dan keluar bersama suaminya, maka ketika semuanya hampir tenggelam, dia memegang suaminya dan berkata, “Aku minta engkau bersumpah dengan nama Allah, apakah engkau ridho terhadapku?”

Suaminya pun menangis. Sang istripun berkata, ”Aku ingin mendengarnya.” Maka Suaminya Menjawab, “Demi Allah aku ridho terhadapmu.” Maka wanita tersebut pun menangis dan berucap ”Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah” senantiasa dia ulangi syahadat tersebut sampai tenggelam.

Suaminya pun menangis dan berkata, “Aku berharap kepada Allah agar mengumpulkan aku dan dia di surga”

Kedua : Kisah seorang tukang adzan (Muadzdzin).

Dia adalah seorang yang selama 40 tahun telah mengumandangkan adzan, tanpa mengharap imbalan selain wajah Allah. Sebelum meninggal ia sakit parah, maka dia pun didudukkan di atas tepat tidur. Dia tak dapat berbicara lagi dan juga untuk pergi kemasjid. Ketika sakit semakin parah diapun menangis, orang-orang disekitarnya melihat adanya tanda-tanda kesempitan di wajahnya.

Seakan-akan dia berucap ya Allah aku telah beradzan selama 40 tahun, engkau pun tahu aku tidak mengharap imbalan kecuali dari Engkau kemudian akan terhalangi dari adzan di akhir hidupku?.

Kemudian berubahlah tanda-tanda diwajahnya menjadi kegembiraan dan kesenangan. Anak-anaknya bersumpah bahwasanya ketika tiba waktu adzan ayah mereka pun berdiri di atas tempat tidurnya dan menghadap kiblat kemudian mengumandangkan adzan di kamarnya, ketika sampai pada kalimat adzan yang terkahir “laa ilaaha illallah” dia pun jatuh di atas tempat tidurnya. Anak-anaknya pun segera menghampirinya, mereka pun mendapati ruhnya telah menuju Allah.

semoga kita husnul khatimah.

subhaanallooh wabihamdihi.

Advertisements

Salam alaikum / Shalom
Umat kristiani dan yahudi memiliki ketidak sukaan kepada nabi Muhammad karena diajarkan oleh para pastor, pendeta dan rabbi mereka bahwa nabi Muhammad (SAW) adalah sosok keturunan nabi Ishmael (AS) yang dianggap sebagai sosok yang liar dan penggangu banyak orang.
Apakah ini sesuai dengan ajaran kitab-kitab samawi?

Tentu tidak! Allah / Hashem tidak akan pernah mengabarkan hal yang demikian pada kitab-kitab samawiah berkenaan dengan utusan utusan Tuhan seperti Abravam (AS) dan putra nya Ishmael (AS), yang merupakan leluhur dari nabi Muhammad (SAW).
Nabi Ishmael BERSAMA ayahnya nabi Avaraham dianugerahi ikatan abadi eternal/covenant בְרִ֥ית עֹולָ֖ם (verith olam) oleh Allah SEBELUM nabi Ishak lahir seperti di ceritakan dalam kitab Kejadian 17

Outline
Tuhan menyebut dirinya sebagai El Shaddai (Genesis 17:1-2)
God menegaskan ikatan abadi (Genesis 17:2-4)
Tuhan merubah nama Avram menjadi Avbaham (Genesis 17:5)
Sunat dilakukan sebagai tanda ikatan (Genesis 17:9-14)
Tuhan memberkati Ishmael (Genesis 17:20)
Tuhan menjamin Avraham bahwa Ishak juga akan dimasukkan dalam perjanjian BERSAMA Ishmael (Genesis 17:21-23)

Perhatikan bahwa Tuhan MENJANJIKAN AvrAham untuk juga memberikan kepada anak Sarah KELAK yakni nabi ikatan abadi בְרִ֥ית עֹולָ֖ם (verith olam) sebagai mana yang diberikan kepada Ishmael yang saat itu adalah putra TUNGGAL nabi Avraham.
baca ayat berikut dalam kitab Kejadian 17:21
וְאֶת בְּרִיתִי אָקִים אֶת יִצְחָק אֲשֶׁר תֵּלֵד לְךָ שָׂרָה לַמּוֹעֵד הַזֶּה בַּשָּׁנָה הָאַחֶרֶת
Together (with Ishmael) my covenant I will establish with Isaac, whom Sarah will bear to you at this time next year.

Disini kata ibrani yang digunakan adalah וְאֶת vĕʾet which should be translated as “DAN ” atau “BERSAMA”

Namun terjemahan kristen dan yahudi cenderung menginterpolasi kata וְאֶת vĕʾet menjadi “BUT” atau ” TETAPI” dalam bahasa Indonesia seolah olah bahwa hanya Ishak yang ikut dalam ikatan abadi בְרִ֥ית עֹולָ֖ם (verith olam) . Sangat tidak jujur

Avraham dan Ishmael disunat (Genesis 17:24-27)..
Berikutnya kita lihat bagaimana pelintiran terjemahan dalam bab 21 kitab kejadian dalam konteks ikatan abadi ini

Isaac lahir (Genesis 21:1-8)
Sarah melihat anak Hagar (nabi Ishmael) bermain (Genesis 21:9)
Sarah menjadi cemburu dan mengusir Hagar (Genesis 21:10)

וַתֹּאמֶר לְאַבְרָהָם גָּרֵשׁ הָאָמָה הַזֹּאת וְאֶת בְּנָהּ כִּי לֹא יִירַשׁ בֶּן הָאָמָה הַזֹּאת עִם בְּנִי עִם יִצְחָק

Dengan nada menghina Sarah berkata
And *Sarah berkata pada Avraham *לְאַבְרָהָ֔ם וַתֹּ֙אמֶר֙* , “Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, agar hamba tidak mengambil (dalam bahasa ibrani: yāraš לֹ֤א יִירַשׁ֙*) bersama anak ku Ishak
Sebenarnya apa yang dikhawatirkan Sarah? ? …yakni ikatan abadi בְרִ֥ית עֹולָ֖ם (verith olam) tersebut

Abraham marah kepada Sarah (Genesis 21:11)

Tuhan menegaskan lagi bahwa juga akan diberkati (walau bukan putra pertama / first-born)(Genesis 21:12)
Tuhan menegaskan bahwa anak keturunan Ishmael akan menjadi bangsa yang besar (yang diberkati (Genesis 21:13) –> lihat Genesis 12-3 lagow gadol va bareka וַאֲבָ֣רֶכְךָ֔ לְגֹ֣וי גָּדֹ֔ולךשי
Abraham akhir nya terpaksa meminta Hagar dan Ishmael pergi (Genesis 21:14)
Hagar berjumpa dan dilindungi oleh Tuhan(Genesis 21:14-19)
Tuhan bersama Ishmael (Genesis 21:20-21)

Jadi disini masalahnya bukan apakah Ishmael akan diberikan ikatan abadi, , Ishmael sudah terlebih dahulu diberikan ikatan bersama Avraham sebagai putra pertama / the firstborn …, the one and only one son bagi Abraham pada saat Ishak belum lahir)

Pertanyaan nya adalah apakah the 2nd born yakni Ishak AKAN diikutsertakan dalam ikatan abadi tersebut, dan bukan *HANYA* untuk Ishmael saja.
Berikut silahkan anda lihat ceramah oleh Ustadz Menachem Ali yang juga seorang Rabbi (guru) ahli agama Yahudi tentang tokoh nabi Muhammad sebagai keturunan nabi Ishmael yang dinubuatkan dalam kitab agama yahudi dan perjanjian lama.

______________________
📥 Fathul Majid
 http://tinyurl.com/fathulmajid

📥 Fiqh Al Muyassar
http://tinyurl.com/fiqhalmuyassar

📥 Al Wajibat
http://tinyurl.com/alwajibat

📥 Lum’atul I’tiqod
http://tinyurl.com/lumatul-itiqod

📥 Mulakhos Mufid Fi Ilmi Tajwid
http://tinyurl.com/ilmitajwid

📥 Ushul Sunnah
http://tinyurl.com/ushulsunnah

📥 Al Qolus sadid syarh kitab tauhid
http://tinyurl.com/alqoulussadid

📥 Riyadhus Sholihin
http://tinyurl.com/riyadhussholihin

🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

📥 Fadhlu Majalis Ahlul Ilmi Wa Dzikri
http://tinyurl.com/fadhlumajalis

📥 Fadhlu ittibais sunnah
http://tinyurl.com/fadhlu-ittibaissunnah

📥 Taisirul Allam Syarh umdatul ahkam
http://tinyurl.com/taisirul-allam

📥 Adabul usroh
http://tinyurl.com/adabul-usroh

📥 Ash showarifu anil haq
http://tinyurl.com/ashshowarifuanilhaq

📥 Muyassar Fi Ilmi Nahwi
http://tinyurl.com/muyassarfi-ilminahwi

📥 Durusullughoh jilid 1
http://tinyurl.com/lughoh-jilid1

📥 Durusullughoh jilid 2
http://tinyurl.com/lughoh-jilid2

•Semoga Bermanfaat ┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

BismiLLah, WalhamduliLLaah was shalatu was salaamu ‘ala RasuliLLah…

بِسْمِ اللهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِى الاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّميْعُ العَلِيْمِ – ثَلاَث مَرَّاتٍ

(Dengan nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada mudharat sedikitpun baik di bumi dan di langit, dan Ia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui) dibaca 3x

Hadits:
“Dari sahabat Ustman bin Affan Radhiyallahu`anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba yang setiap pagi dan sore hari membaca doa (tersebut diatas) maka tidak ada suatu apapun yang dapat membahayakannya.” (HR. Abu Daud dan At-Turmudzi)

Dari Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya, Rasulullah Saw bersabda :

من أنظر معسرًا فله بكل يوم صدقة قبل أن يحل الدين فإذا حل الدين فأنظره كان له بكل يوم مثلاه صدقة

“Barangsiapa memberi tenggang waktu pada orang yang berada dalam kesulitan, maka setiap hari sebelum batas waktu pelunasan hutangnya, dia akan dinilai telah bersedekah. Jika hutangnya belum bisa dilunasi lagi, lalu dia masih memberikan tenggang waktu setelah jatuh tempo, maka setiap harinya dia akan dinilai telah bersedekah dua kali lipat nilai Piutangnya.” (HR. Ahmad, Abu Ya’la, Ibnu Majah, Ath Thobroniy, Al Hakim, Al Baihaqi. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 86 mengatakan bahwa hadits ini Shahih )

👎 ATAS KELAHIRAN ANAK TUHANMU…
👎 ATAS KEKAFIRAN MU…
👎 ATAS KEMURKAAN ALLAH KEPADAMU…
👎 ATAS KESESATANMU…
👎 ATAS DI HARAMKANNYA SURGA UNTUK MU…
👎 ATAS HADIAH JAHANNAM UNTUKMU…

👉 SELAMAT YANG SALAH ALAMAT…

👍👍👍 CERITA PEMILIK ALAM SEMESTA…

(لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ)

“Sungguh TELAH KAFIR orang2 yg mengatakan sesungguhnya ALLAH ITU SALAH SATU DARI YANG TIGA. Padahal tidak ada tuhan yang berhak di sembah kecuali TUHAN YANG MAHA SATU, maka jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan (bahwa tuhan itu tiga) maka orang2 yang terus diatas kekafiran dari mereka akan kami timpakan adzab yang pedih”
[Surat Al-Maeda : 73]

(y) Kabarkanlah perkara ini kepada seluruh manusia supaya mrk selamat dan tidak salah alamat….

 Ditulis oleh Ustadz Fachrudin Nu’man LC حفظه الله تعالى

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Rambut mulai beruban, kulit mulai mengeriput, gigi mulai tanggal, mata mulai merabun…adalah sebagian peringatan Allah yang berulang-ulang agar kita tidak sombong dan lupa diri, agar tidak merasa kuat selalu, merasa hidup selalu, merasa hebat selalu…

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS Ar-Ruum : 54)

Sakit, lemah, letih, tua, keriput, dll, semuanya peringatan bahwa engkau hanyalah sementara…

Sungguh merugi seseorang yang terus diberi peringatan akan tetapi ia tidak merasa sementara di dunia ini…

✏ Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

🌱🌻💐🌹🌷🌹💐🌻🌱