Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Monthly Archives: November 2014

Pernah berbuat dosa?
Saya yakin, karena kita adalah manusia yang memang sudah kodratnya berbuat dosa
Sebagaimana di dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
« كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ ».
“Setiap anak Aadam pernah melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah orang-orang yang bertaubat” (HR Ahmad dan-Tirmidziy)

Tahukan engkau bahwa ternyata ada dosa-dosa yang mengantarkan pelakunya ke dalam surga?
sesungguhnya taubatnya hamba dari perbuatan dosa seringkali melahirkan penyesalan yang dalam
Perasaan berdosa yang selalu menghantuinya
Ketika ia berjalan, duduk dan rebahan
Ketika sendirian dan di kerumanan orangpun, dosa itu selalu menghantuinya
Sehingga menimbulkan Perasaan hina dan remuknya jiwa di hadapan sang Pencipta
Akhirnya ia berusaha untuk menjaga diri dari kemaksiatan
Banyak beristigfar
Banyak berbuat kebajikan
Dan tentunya itu lebih baik dari apa yang dilahirkan oleh amal kebajikan yang tekadang membuat sebagian orang sombong dan ujub.

Dan itu menghantarkannya ke dalam neraka
Itulah makna pernyataan sebagian salaf:
قد يعمل العبد الذنب فيدخل به الجنة . ويعمل الطاعة فيدخل بها النار
“Terkadang seorang hamba berbuat dosa dan dengannya ia masuk surga
Dan terkadang berbuat ketaatan dan dengannya masuk neraka” (disadur dari penjelasan Ibnul Qayyim dalam madarijussalikin 1/307)

YA ALLAH MASUKKAN HAMBA KE SURGA DAN HINDARKAN HAMBA DARI NERAKA

 Ditulis oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah MA حفظه الله تعالى

⌣̊┈»·̵̭̌✽✽·̵̭̌«┈⌣̊

Dalam kunjungannya ke Qodisiyyah, sahabat Salman Al-Farisi -radhiallahu anhu- mengatakan kepada Thoriq bin Syihab bahwa setelah sholat Isya kaum muslimin terbagi menjadi 3 golongan :

1. Orang yang beruntung. lahu wala ‘alaihi ( له ولا عليه )

2. Orang yang rugi. ‘alaihi wala lahu ( عليه ولا له )

3. Orang yang impas. la ‘alaihi wala lahu ( لا عليه ولا له )

Dimana kita diantara 3 golongan tersebut…?

Baca kelanjutan pembahasan menarik diatas yang ditulis oleh Ustadz Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى

Klik :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=925297227482893&id=100000078729300&refid=17&_ft_&__tn__=%2As

Semoga kita semua termasuk golongan yang beruntung malam ini, baarakallahu fiikum.

⌣̊┈»·̵̭̌✽✽·̵̭̌«┈⌣̊

Mereka menganggap bahwa mentaati ulil amri adalah sebuah kehinaan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyelisihi kaum jahiliyah dengan cara memerintahkan umatnya agar taat kepada ulil amri dalam perkara yang ma’ruf. Bahkan beliau mengabarkan akan munculnya pemimpin yang berhati setan dalam badan manusia karena saking jahatnya. HR Muslim.

Ketika beliau ditanya, “Apa yang harus kami lakukan?” Beliau menjawab, “Tetap mendengar dan taat walaupun harta kita diambil dan badan kita dipukul.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengabarkan bahwa agama adalah nasehat yaitu untuk Allah, RasulNya, kitabNya, ulil amri dan kaum muslimin secara umum. HR Muslim.

Makna nasehat kepada ulil amri adalah:

1. Mentaatinya dalam perkara yang ma’ruf.
2. Bersabar dari kezalimannya.
3. Mendo’akan kebaikan untuknya.
4. Meluruskan kesalahannya dengan cara yang ma’ruf.
Dalam hadits: “Siapa yang ingin menasehati ulil amri janganlah dengan cara terang-terangan, ambillah tangannya dan nasehatilah secara rahasia. Bila ia menerima (maka itu kebaikan) dan bila ia tidak menerima, maka ia telah melaksanakan tugasnya.” HR Ahmad dll dan jalan-jalannya saling menguatkan satu sama lainnya sehingga menjadi hasan.

5. Tidak mencaci maki mereka dan membuka aib mereka di hadapan halayak.

Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata, “Para pembesar shahabat melarang kami; jangan mencaci para pemimpin, jangan berbuat curang kepada mereka, dan jangan membuat mereka marah. Bertaqwalah kepada Allah dan bersabarlah, karena urusan ini dekat.” HR Ibnu Abi Ashim dalam kitab Assunnah

 Oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

⌣̊┈»·̵̭̌✽✽·̵̭̌«┈⌣̊

كتب الشيخ د/عبد الرزاق العباد البدر – حفظهما الله تعالى – :
الأبناء خمسة :
١. بعضهم -هداهم الله- لا يفعلون ما يأمرهم به والداهم. وهاؤلاء عاقون.
٢. يفعلون ما يؤمرون به وهم كارهون. فهاؤلاء لا يؤجرون
٣. وبعضهم يفعلون ما يؤمرون به ويتبعون بالمن والأذى والتأفف ورفع الضوت. فهاؤلاء يؤزرون
٤. وبعضهم يفعلون ما يؤمرون به بطيبة نفس. فهاؤلاء مأجورون وهم قليلون.
٥. وبعضهم يفعلون ما يريده الوالدان قبل أن يؤمروا به. فهاؤلاء هم البارون الموفقون وهم نادرون.
🌹 فلا تسأل عن بركة أعمارهم وسعة أرزاقهم وانشراح صدورهم وتيسير أمورهم وذلك فضل الله يؤتيه من يشاء والله ذو الفضل العظيم
~~~~~~~~~

Syaikh Abdurrazaq bin ‘Abdul Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr – Hafidzahumallah- :

Ada 5 Macam Tipe Anak ;

1. Anak yang -semoga Allah memberi hidayah kepada mereka- tidak melaksanakan apa yang diperintahkan kedua orangtuanya. Merekalah Anak Durhaka.

2. Anak yang melaksanakan apa yang diperintahkan orangtuanya dengan terpaksa. Mereka tidak akan memperoleh pahala.

3. Anak yang melaksanakan perintah orangtua tapi diikuti dengan suka menyakiti baik dengan lisan ataupun perbuatan berkata ‘Ah’ dengan suara yang tinggi. Mereka akan memperoleh dosa.

4. Anak yang melaksanakan apa yang diperintahkan orangtuanya dengan senang hati. Mereka akan memperoleh pahala. Tapi jumlah mereka sedikit.

5. Anak yang melaksanakan apapun yang dinginkan oleh orangtuanya sebelum diperintahkan. Merekalah anak-anak yang berbakti yang telah memperoleh taufiq. Tipe seperti ini sangat jarang.

�Jangan anda tanyakan tipe anak mana yang akan diberkati umurnya, diluaskan rizkinya, dilapangkan dadanya, dan dimudahkan urisannya. Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dan Allah-lah pemilik karunia yang agung.

 Ditulis oleh Ustadz Abu Haidar As Sundawi, Lc, حفظه الله تعالى

⌣̊┈»·̵̌✽✽·̵̌«┈⌣̊

Bukan hanya anda yang bersedih. Masih banyak orang bahkan semua orang pernah bersedih. Namanya hidup di dunia pasti tidak terlepas dari permasalahan, kegelisahan, kekawatiran, dan kesedihan. Allah berfirman (yang artinya):

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (QS Al-Balad : 4)

Demikianlah kehidupan dunia, siapapun orangnya, orang kaya, orang terkenal, artis, raja, presiden, menteri…semuanya pasti pernah dan sering merasakan kepayahan dan duka cita serta kegelisahan dalam kehidupan mereka.

Bahkan terkadang kita rakyat jelata kasihan melihat orang yang terkenal atau pejabat atau orang kaya yang wajah mereka menunjukkan kesedihan yang mendalam yang terkekang dalam dada mereka.

Seorang penyair berkata :

“Jadilah engkau orang kaya jika kau mau atau jadi orang yang dalam kesulitan…

Bagaimanapun juga duka cita akan menerpa kehidupan duniamu…”

“Kehidupan duniamu selalu bergandengan dengan duka cita…
Maka tidaklah umur dilalui kecuali dengan duka cita…”

“Manisnya kehidupan duniamu teracuni…
Maka engkau tidak mencicipi manisnya madu kecuali dengan terkontaminasi racun…”
 
Bagaimanapun indahnya dan manisnya dunia ini ibarat madu yang manis, akan tetapi manisnya pasti terkontaminasi dengan racun kesedihan dan kepayahan.

Semua ini menjadikan kita untuk bersabar menghadapi kepayahan dan kesedihan dunia…toh kesedihan itu hanyalah sementara…

Semuanya ini mengingatkan kita agar tidak terpedaya dengan kenikmatan dan manisnya dunia…. serta menjadikan kita selalu rindu menuju surga Allah yang berisi kebahagiaan yang abadi yang tidak terkontaminasi dengan kesedihan, kekhawatiran, dan kegelisahan….

Allah berfirman (yang artinya) :
“Masuklah ke dalam syurga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati.” (QS Al-A’roof : 49)

 Ditulis oleh
Ustadz Firanda Andirja, Lc, MA حفظه الله تعالى

⌣̊┈»·̵̭̌✽✽·̵̭̌«┈⌣̊