Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Dalam mengarungi ‎​‎​kehidupan  tangga, seorang wanita muslimah tidak kalah berat dari laki-laki dalam memikul tanggung jawab anggota keluarganya ‎​δ¡ hadapan Allah عز و جل. Bahkan terkadang tanggung jawabnya lebih besar, dikarenakan dia mengetahui seluk beluk dan sepak terjang anak-anaknya dan Чαπƍ lebih sering berada bersama mereka daripada suaminya.

Wanita muslimah merasakan tanggung jawab Чαπƍ besar ini, terlebih ketika mendengar sabda Nabi صلى الله عليه و سلم :

و المرأة راعية في بيت زوجها و مسؤولة عن رعيتها. متفق عليه

Dan wanita adalah pemimpin dalam ‎​‎​ tangga suaminya, dan dia akan ‎​δ¡mintai pertanggung jawabannya terhadap apa Чαπƍ dia pimpin. (Muttafaqun ‘Alaihi).

Sehingga perasaan tanggung jawabnya itu selalu mendorongnya untuk selalu memperhatikan anggota keluarganya, dan selalu membantu suaminya dalam mendidik anak-anaknya.

Wanita muslimah tidak akan sibuk ‎​δ¡ luar ‎​‎​ dengan berbagai aktifitasnya, namun dia akan fokus dalam rumahnya untuk memberikan perhatian Чαπƍ lebih kepada anak-anaknya. Karena betapa banyak wanita Чαπƍ meninggalkan anak-anaknya keluar ‎​‎​ dengan alasan mencari nafkah. Padahal tanggung jawab mencari nafkah adalah tugas laki-laki.
Dan menetapnya wanita ‎​δ¡ ‎​‎​ adalah suatu kebaikan, karena dengan demikian dia telah mentaati Allah تعالى dalam firman-Nya:

و قرن في بيوتكن و لا تبرجن تبرج الجاهلية الأولى

Dan hendaklah kamu (para wanita) tetap ‎​δ¡ rumahmu, dan jangan berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliyah dahulu. (QS. al-Ahzab:33).

Oleh karena itu berbahagialah wahai para wanita Чαπƍ tetap berada dalam ketaatan Rabbnya.

 Ditulis oleh Ustadz Fuadz Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈

%d bloggers like this: