Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Ada diantara kita merasa “percuma” beramal baik, karena ia merasa juga melakukan keburukan.

Padahal sekecil apapun amal kebajikan, niscaya berganjar pahala.

Sebagaimana pula balasan keburukan.

A. Allah Maha Adil.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Maka barangsiapa mengerjakan kebajikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya” (QS. az-Zalzalah: 7-8)

2. Allah Maha Pemurah.

Ganjaran pahala kebajikan bukanlah satu berbalas satu.

Dalam hal seluruh kebajikan umum, Allah membalas sepuluh kali lipat.

Firman Allah ta’ala,

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلا يُجْزَى إِلا مِثْلَهَا وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ 

“Barangsiapa berbuat kebaikan, maka dia mendapatkan balasan sepuluh kali lipat amalnya” (QS. al-An’am: 160)

Adapun perihal berinfak di jalan Allah, bisa lebih dari itu.

Semisal bulir padi yang siap dipanen.

Sebagaimana firman Allah Jalla Wa ‘ala,

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir.

Pada tiap-tiap bulir seratus biji.

Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.

Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. al-Baqarah: 261)

Perbanyak beramal shalih dan segera lupakan, agar tidak timbul riya dan sia-sia.

Adapun perbuatan buruk, kenanglah. Agar tidak jatuh pada kesalahan yang sama berulang kali.

%d bloggers like this: