Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Monthly Archives: October 2014

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Bismillah. Berikut ini kami akan sebutkan bbrpa doa dr Al-Quran & hadits-hadits shohih yg semestinya dibaca oleh setiap muslim n muslimah agar ia senantiasa sabar, tegar n istiqomah di atas agama Islam dan dalam melaksanakan amal-amal ketaatan kpd Allah.

(*) DOA PERTAMA:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

‘Robbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lanaa
Min-Ladunka Rohmatan, innaka Antal-Wahhaab’

Artinya: “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kpd kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kpd kami, dan karuniakanlah kpd kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Dzat yg Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 8)

(*) DOA KEDUA:

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

‘Robbanaa Afrigh ‘Alainaa Shobron wa Tsabbit Aqdaamanaa wanshurnaa
‘Alal Qoumil Kaafiriin’.

Artinya: “Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami thdp orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 250)

(*) DOA KETIGA:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

‘Ya Muqollibal Quluubi Tsabbit Qolbiy ‘Alaa Diinika’.

Artinya: “Wahai Dzat yg Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. At-Tirmidzi no.3522, imam Ahmad IV/302, Al-Hakim I/525. Lihat Shohih Sunan At-Tirmidzi no.2792)

» Do’a ini merupakan doa yg paling sering dipanjatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

(*) DOA KEEMPAT:

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

‘Allaahumma Mushorrifal Quluub, Shorrif Quluubanaa ‘Alaa Tho’atika’

Artinya: “Ya Allah, Dzat yg mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami utk selalu taat kepada-Mu.” (HR.Muslim)

# Grup BB/WA MAJLIS HADITS.

(*) http://abufawaz.wordpress.com

Berkata Imam al-Jurjani; “Orang yg khusyuk ialah yg merendah diri kpd Allah dgn hati dan segala anggotanya”. (at-Ta’rifat)

Berkata Imam al-Kalbi; “Khusyuk itu ialah suatu keadaan di hati dimana dia mempunyai sifat takut, muraqabah (selalu memperhatikan Allah) dan merendah diri kpd kebesaran Allah, kemudian dia mempengaruhi segala anggota yg membawa berkeadaan khusyuk melakukan sholat, tdk menolah noleh, pandang mata fokus pada tempat sujud, berusaha menangis dan berdoa”.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Sejahat-jahat pencuri adalah orang yg mencuri dalam sholatnya. Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana ia mencuri dalam sholatnya? Baginda menjawab: Ia tdk menyempurnakan rukuk dan sujudnya.”.(Riwayat Imam Ahmad)

Suatu masa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam memasuki masjid, lalu masuk seorang lelaki ke masjid utk melakukan sholat. Selesai sholat, ia mendatangi Rasulullah seraya mengucapkan salam. Setelah menjawab salam, Baginda berkata: “Kembalilah ke tempatmu dan sholatlah, kerana sesungguhnya engkau belum sholat”.

Lelaki itu lalu sholat semula spt tadi, tetapi Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam tetap menyatakan yg sama yaitu menyuruh lelaki itu utk mengulangi sholat kerana menurut Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, lelaki itu blm mengerjakan sholat (secara sepatutnya). Hal ini berulang sampai tiga kali.

Lalu lelaki itu berkata: Demi zat yg mengutus engkau dgn kebenaran, aku tdk mampu mengerjakan yg lebih baik daripada ini, maka ajarlah aku. Baginda pun mengajarnya: ” Apabila engkau berdiri menunaikan sholat maka bertakbirlah, kemudian bacalah ayat al-Quran yg mudah bagimu, kemudian rukuklah sehingga engkau tumakninah dlm keadaan engkau rukuk, kemudian bangkitlah sehingga engkau tumakninah dlm keadaan engkau iktidal, kemudian sujudlah sehingga engkau tumakninah dlm keadaan sujud, kemudian bangkitlah sehingga engkau tumakninah …

 Ust Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈

Sholat rawatib sungguh termasuk amalan sunnah yang amat mulia sebagaimana diterangkan dalam hadits riwayat At Tirmidzi dari Ummu Habibah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) :

“Barangsiapa sehari semalam mengerjakan shalat 12 raka’at (sunnah rawatib_) akan dibangunkan baginya RUMAH DI SURGA, yaitu: 4 raka’at sebelum Zhuhur, 2 raka’at setelah Zhuhur, 2 raka’at setelah Maghrib, 2 raka’at setelah ‘Isya dan 2 raka’at sebelum Shubuh.” (HR. Tirmidzi no. 415 dan An Nasai no. 1794, kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih).

Bagaimana bila kita hanya dapat 2 raka’at sebelum/qobliya zhuhur ?

Jawabannya :
2 raka’at sebelum/qobliya zhuhur yang tertinggal BOLEH di-qodho setelah melakukan 2 raka’at ba’diya zhuhur, berdasarkan hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata (yang artinya) :
“Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengerjakan shalat rawatib 4 raka’at sebelum Zhuhur, beliau melakukannya setelah shalat Zhuhur.” (HR. Tirmidzi no. 426. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Para ulama berkata, jika anda tertinggal melakukan shalat qabliyah Zuhur dua rakaat, maka lakukanlah shalat tersebut setelah shalat, karena dia terhalang melakukannya sebelum shalat. Hal ini sering terjadi apabila seseorang datang ke masjid sementara iqasementara iqamah shalat sudah dilakukan. Dalam kondisi ini hendaknya dia mengqadhanya setelah shalat Zuhur. Akan tetapi hendaknya dia melakukan shalat rawatib setelah Zuhur dahulu sebelum melakukan rawatib qabliyah Zuhur….”

(Fathu Dzil Jalali wal Ikram Bisyarhi Bulughil Maram, 2/225)

Ref:
http://rumaysho.com/shalat/mengqodho-shalat-sunnah-rawatib-1995

http://islamqa.info/id/114233

Semoga bermanfaat. Baarakallah fiikum.

⌣┈»̶·̵̌✽✽·̵̌«̶┈⌣

1- Puasa di bulan Muharram adalah sebaik-baik puasa.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163).

2- Puasa Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu

Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata,

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

3- Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam punya keinginan berpuasa pada hari kesembilan (tasu’ah)

Kenapa sebaiknya menambahkan dengan hari kesembilan untuk berpuasa? Kata Imam Nawawi rahimahullah, para ulama berkata bahwa maksudnya adalah untuk menyelisihi orang Yahudi yang cuma berpuasa tanggal 10 Muharram saja. Itulah yang ditunjukkan dalam hadits di atas. Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 14.

# Tahun ini (1436 H), tanggal 9 dan 10 Muharram jatuh pada hari Ahad dan Senin (2 dan 3 November 2014).

Semoga kita bisa menjalaninya dan jangan lupa sampaikan pada istri, anak, kerabat dan rekan-rekan muslim lainnya.

Baca selengkapnya > http://rumaysho.com/puasa/keutamaan-puasa-asyura-3750

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz
 
Bismillah. Sebagian orang awam yang menganut madzhab Ahlus Sunnah melakukan hal-hal yang membuat marah orang-orang Syi’ah Rafidhoh, yaitu dengan membuat hadits-hadits palsu seputar keutamaan hari Asyura’ (hari kesepuluh bulan Muharrom), karena orang-orang Syi’ah Rofidhoh menganggap atau bahkan meyakini bahwa hari Asyura’ adalah hari keburukan dan berkabung serta mengekspresikan kesedihan atas terbunuhnya Husain bin Ali bin Abu Tholib di Karbala’. Kami para penganut Akidah dan Manhaj Ahlus Sunnah wal-Jama’ah berlepas diri dari kedua kelompok (kubu) yang saling berlawanan tersebut dalam menyikapi hari Asyura’.

Telah ada riwayat yang shohih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang keutamaan puasa hari Asyura’ (tanggal 10 Muharrom), yaitu akan menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu, akan tetapi mereka (orang-orang awam/jahil) belum merasa puas dengan keutamaan seperti itu, sehingga mereka memberanikan diri untuk menambah-nambahi dan memperpanjang keutamaan-keutamaan berbagai amalan pada hari Asyura’ secara dusta dan mengatas-namakan Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Diantara hadits yang mereka palsukan atas nama Nabi shallallahu alaihi wasallam ialah sebagaimana berikut:

(*) Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata; Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah mewajibkan kepada Bani Israil puasa satu hari dalam setahun, hari ‘Asyura’, yaitu hari kesepuluh dari bulan Muharrom.

» Oleh karena itu, hendaklah kalian berpuasa ‘Asyura dan lapangkanlah nafkah kalian terhadap keluarga kalian pada hari itu, karena sesungguhnya barangsiapa melapangkan nafkah kepada keluarganya dari harta bendanya pada hari ‘Asyura, niscaya Allah akan melapangkan rezekinya sepanjang tahun.

» Lakukanlah puasa Asyura’, karena pada hari itu Allah menerima taubat nabi Adam, mengangkat nabi Idris pada tempat/kedudukan yang tinggi, menyelamatkan nabi Ibrahim dari kobaran api, mengeluarkan nabi Nuh dari kapalnya, menurunkan kitab Taurat kepada nabi Musa, memberikan tebusan bagi nabi Ismail dari penyembelihan, mengeluarkan nabi Yusuf dari penjara, mengembalikan mata penglihatan nabi Ya’qub, membebaskan nabi Ayub dari bencana (penyakit), mengeluarkan nabi Yunus dari perut ikan paus/hiu, membelah lautan menjadi daratan bagi bani Israil, mengampuni dosa-dosa nabi Muhammad yang telah lalu maupun yang akan datang. Pada hari (Asyura’) itu juga nabi musa menyeberangi lautan, Allah menurunkan taubat kepada kaum nabi Yunus.

» Maka barangsiapa berpuasa pada hari Asyura’, ia akan memperoleh penghapusan dosa selama 40 tahun.

» Hari Asyura’ adalah hari pertama yang Allah ciptakan dari (hari-hari) dunia. Pada hari Asyura’, Allah menurunkan hujan dari langit untuk pertama kalinya, dan pada hari itu juga pertama kali rahmat Allah turun (ke dunia).

» Barangsiapa berpuasa Asyura’, maka seakan-akan ia berpuasa sepanjang tahun. Puasa Asyura’ adalah puasanya para nabi.

» Dan barangsiapa menghidupkan malam Asyura’ maka seakan-akan ia beribadah kepada Allah seperti ibadahnya para penghuni tujuh langit.

» Barangsiapa sholat empat rokaat dan pada setiap rokaat ia membaca alhamdu (al-Fatihah) sekali dan Qul Huwallah (al-Ikhlas) 50 kali, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya selama 50 (lima puluh) tahun yang lalu dan 50 (lima puluh) tahun yang akan datang, dan Allah akan membuatkan baginya satu juta mimbar terbuat dari cahaya di hadapan para malaikat yang mulia.

» Barangsiapa memberi seteguk air minum (pada hari Asyura), maka seakan-akan ia tidak pernah bermaksiat kepada Allah sekejap

» Barangsiapa mengenyangkan keluarga orang-orang miskin pada hari Asyura’, maka ia akan berjalan di atas ash-shiroth (jembatan yang terbentang di atas neraka Jahannam menuju surga, pent) secepat kilat.

» Barangsiapa bersedekah dengan suatu sedekah pada hari Asyura’, maka seakan-akan ia tidak pernah menolak seorang pun yang meminta-minta.

» Barangsiapa mandi pada hari Asyura’, maka ia tidak akan mengalami sakit apapun kecuali kematian.

» Barangsiapa memakai celak pada hari Asyura’, maka kedua matanya tidak akan mengalami sakit sepanjang tahun itu.

» Barangsiapa tangannya mengusap kepala anak yatim, maka seakan-akan ia ia telah berbuat baik kepada semua anak yatim.

» Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura’, maka ia diberi pahala 10.000 (sepuluh ribu) malaikat.

» Dan barangsiapa berpuasa pada hari Asyura’, ia akan diberi pahala 1000 (seribu) orang yang menunaikan haji dan umroh.

» Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura’, maka ia diberi pahala 1000 (seribu) orang yang mati syahid.

» Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura’ , maka ia diberi pahala tujuh lapis langit. Pada hari Asyura’ Allah menciptakan (tujuh lapis) langit dan bumi, gunung-gunung dan lautan, ‘Arsy, al-Qolam (pena), Lauhul Mahfuzh, dan malaikat Jibril. Pada hari Asyura’ Allah mengangkat nabi Isa, dan memberikan kerajaan kepada nabi Sulaiman. Hari Kiamat juga terjadi pada hari Asyura’.

» Dan barangsiapa menjenguk orang sakit pada hari Asyura’, maka seakan-akan ia telah menjenguk semua orang sakit dari keturunan nabi Adam.”

(Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnul Jauzi dalam kitab Al-Maudhu’aat, bab fi dzikri Asyura’ II/200-

(*) DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya PALSU (Maudhu’), karena di dalam sanadnya terdapat seorang perowi yang bernama Ibnu Abi Az-Zinad.

» Yahya bin Ma’in berkata tentangnya: “Dia tidak ada apa-apanya, dan haditsnya tidak dapat dijadikan hujjah. Dan nama Abu Az-Zinad adalah Abdullah bin Dzakwan. Sedangkan nama anaknya adalah Abdurrahman. Dahulu (Abdurrahman) Ibnu Mahdi tidak meriwayatkan hadits darinya.”

» Imam Ahmad berkata tentangnya: “Dia seorang perowi yang mudhthorib haditsnya (perowi yang menyampaikan riwayat secara tidak akurat atau berbeda-beda, pent).”

» Abu Hatim Ar-Rozi berkata tentangnya: “Dia tidak dapat dijadikan hujjah. Barangkali sebagian ahlul ahwa (atau ahli bid’ah) telah memasukkannya di dalam haditsnya.”

» Al-Hafizh Ibnu hajar Al-Asqolani berkata tentangnya: “Shoduq (jujur), hafalannya mengalami perubahan ketika ia datang ke kota Baghdad.” (Taqrib At-Tahdzib II/340 no.3861).

(*) TANDA2 KEPALSUAN DI DALAM HADITS INI:

1. Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Kepalsuan hadits ini sudah sangat jelas dan tanpa diragukan lagi oleh setiap muslim yang berakal. Apalagi si pemalsu hadits ini tidak malu-malu lagi menyebutkan di dalamnya hal2 yg mustahil, sprti perktaannya; “hari yg pertama kali Allah ciptakan adalah hari Asyura’ (hari kesepuluh).” Ini merupakan ketololan dan kelalaian dari si pemalsu hadits. Sebab hari Asyura’ (kesepuluh Muharram) tidaklah dinamakan demikian melainkan tlh didahului dgn hari kesembilan. (Lihat kitab Al-Maudhu’aat II/201).

2. Di dalam hadits ini jg si pemalsu mengatakan, “Allah menciptakan Langit-langit dan bumi serta gunung-gunung pada hari Asyura’.” Padahal telah ada hadits shohih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam yg menyelisihi perkataannya, yaitu sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: “Sesungguhnya Allah ta’ala telah menciptakan tanah (bumi) pada hari Sabtu dan telah menciptakan gunung-gunung pada hari Ahad, dan Allah menciptakan pepohonan pada hari Senin…dst.” (SHOHIH. Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah, karya Syaikh Al-Albani IV/449 no.1833).

3. Di dalam hadits palsu ini juga, terdapat penyelewengan dan perubahan dlm masalah ukuran-ukuran pahala yg tidak sesuai dengan kebaikan dan kemurahan Syariat Islam. Apakah pantas seseorang yg berpuasa satu hari lalu diberi pahala seperti halnya 1000 (seribu) orang yang haji dan umroh serta 1000 (seribu) orang yang mati syahid? Yg demikian ini bertentangan dgn prinsip-prinsip syari’at Islam.

(Klaten, 28 November 20011).

» SilakanBaca Pula Hadits-hadits Dho’if & Palsu Lainnya di Link ini, KLIK: http://abufawaz.wordpress.com/2011/11/28/hadits-hadits-lemah-dan-palsu-tentang-keutamaan-amalan-amalan-di-bulan-muharram-bagian-ke-2/
 

Dalam mengarungi ‎​‎​kehidupan  tangga, seorang wanita muslimah tidak kalah berat dari laki-laki dalam memikul tanggung jawab anggota keluarganya ‎​δ¡ hadapan Allah عز و جل. Bahkan terkadang tanggung jawabnya lebih besar, dikarenakan dia mengetahui seluk beluk dan sepak terjang anak-anaknya dan Чαπƍ lebih sering berada bersama mereka daripada suaminya.

Wanita muslimah merasakan tanggung jawab Чαπƍ besar ini, terlebih ketika mendengar sabda Nabi صلى الله عليه و سلم :

و المرأة راعية في بيت زوجها و مسؤولة عن رعيتها. متفق عليه

Dan wanita adalah pemimpin dalam ‎​‎​ tangga suaminya, dan dia akan ‎​δ¡mintai pertanggung jawabannya terhadap apa Чαπƍ dia pimpin. (Muttafaqun ‘Alaihi).

Sehingga perasaan tanggung jawabnya itu selalu mendorongnya untuk selalu memperhatikan anggota keluarganya, dan selalu membantu suaminya dalam mendidik anak-anaknya.

Wanita muslimah tidak akan sibuk ‎​δ¡ luar ‎​‎​ dengan berbagai aktifitasnya, namun dia akan fokus dalam rumahnya untuk memberikan perhatian Чαπƍ lebih kepada anak-anaknya. Karena betapa banyak wanita Чαπƍ meninggalkan anak-anaknya keluar ‎​‎​ dengan alasan mencari nafkah. Padahal tanggung jawab mencari nafkah adalah tugas laki-laki.
Dan menetapnya wanita ‎​δ¡ ‎​‎​ adalah suatu kebaikan, karena dengan demikian dia telah mentaati Allah تعالى dalam firman-Nya:

و قرن في بيوتكن و لا تبرجن تبرج الجاهلية الأولى

Dan hendaklah kamu (para wanita) tetap ‎​δ¡ rumahmu, dan jangan berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliyah dahulu. (QS. al-Ahzab:33).

Oleh karena itu berbahagialah wahai para wanita Чαπƍ tetap berada dalam ketaatan Rabbnya.

 Ditulis oleh Ustadz Fuadz Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈

Ancamannya sangat berat sekali jika bertato, apalagi tato pada wanita, apalagi juga jadi public figure dan dicontoh …

Dari Abu Hurairah dan Ibnu ‘Umar, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَعَنَ اللَّهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ ، وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ

“Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut, perempuan yang meminta disambungkan rambutnya, begitu pula perempuan yang membuat tato dan yang meminta dibuatkan tato.” (HR. Bukhari no. 5933, 5937 dan Muslim no. 2124).

Silahkan baca pembahasan lengkapnya

Klik :
http://rumaysho.com/umum/hukum-tato-pada-wanita-9272

Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈