Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Allah Ta’ala mengkisahkan keberadaan kelompok dari org-org shalih yg berbuat kebaikan dlm firman-Nya,

“& mereka memberikan makanan yg disukainya kpd org miskin,
anak yatim & org yg ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan
kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu & tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yg (di hari itu) org-org bermuka masam penuh kesulitan. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, & memberikan kpd mereka kejernihan (wajah) & kegembiraan hati” (QS. Al-Insan: 8-11)

org-org shalih tersebt berbuat kebaikan bukan dlm rangka mengharap imbalan, penghargaan maupun ungkapan syukur dari para manusia & mereka tdk mengharapkan balasan dlm pemberian makan, minum serta pertolongan yg mereka lakukan, akan tetapi rasa takut kpd Allah Ta’ala yg menjadi dasar atas perbuatan kebaikan yg mereka kerjakan. Sebagaimana diungkapkan, ”Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yg (di hari itu) org-org bermuka masam penuh kesulitan”, maka mereka berbuat kebaikan & mereka khawatir akan Tuhannya pada hari Kiamat, bukan dlm rangka memuaskan hati, bersikap sombong kpd yg mereka santuni, sebagaimana diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu’anha tatkala bertanya tentang ayat yg difirmankan;

“& org-org yg memberikan apa yg telah mereka berikan, dg hati yg takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kpd Tuhan mereka”(QS Al Mukminun: 60)

Berkata ‘Aisyah radhiyallahu’anha, ”Apakah mereka ini sekelompok org yg minum khomer & mencuri?”, maka dijawab, “Bukan wahai Bintu Siddiq, mereka adalah org-org yg berpuasa, mendirikan sholat, bersedekah, sedangkan hati mereka khawatir dari tdk diterima amal mereka, sehingga mereka bersegera dlm berbagai kebaikan“(silsilah shohihah no. 162)

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵

%d bloggers like this: