Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Monthly Archives: May 2014

ربيّ لاتذر بعين آمي دمعآ غير دمع آلفرح وهب لهآ سعادهَ لآ تغآدر تفآصيل آيامها ابدآ …”

Yaa Rabbii…(kami memohon kepada-Mu) Jangan Engkau biarkan air mata yang menetes (keluar) dari mata IBU ku, melainkan air mata kebahagiaan,,, dan karuniakanlah kpd beliau kebahagiaan yang selalu menghiasi hari-harinya ….

Yaa ALLAH jagalah mereka kedua orang tua kami, peliharalah mereka dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami ketika kami kecil.

Sungguh sangat meruginya dan tercelanya seorang anak yang menyia-nyiakan kedua orang tuanya ketika masih hidup terutama terhadap ibunya!!!

Bersabarlah dengan keadaan mereka, perilaku mereka, terlebih lagi disaat tua mereka, sebagaimana mereka telah berlaku sabar dan penuh kasing sayang ketika dirimu masih kecil!!

Doakanlah kebaikan untuk mereka…
Semoga dengan berbuat baiknya kita kepadanya serta kesabaran kita atasnya…merupakan sebab jalan kita menuju Jannah!

Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Advertisements

Kalau kita dipermalukan, pasti ingin pula mempermalukannya.

Kalau kita dicela, pasti ingin pula membalas dengan celaan.

Hampir watak setiap orang yang disakiti dan dizalimi seperti itu.

Namun lihatlah betapa mulianya yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika kita dipermalukan dan dihina, maka kita tidak perlu balas dengan menghina dan mencela orang tersebut walau kita tahu kekurangan yang ada pada dirinya dan bisa menjatuhkannya. Biarlah akibat jelek dari mencela dan menjatuhkan itu, akan ditanggung di akhirat.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan tentang hadits di atas, “Hendaklah setiap orang memiliki sifat mudah memaafkan yang lain. Tidak semua isu yang sampai ke telinganya, ia terima mentah-mentah, lantas ia membenci orang yang menyuarakan isu yang tidak menyenangkan tersebut. Hendaklah setiap orang memiliki sifat pemaaf. Karena Allah sangat menyukai orang yang memiliki sifat mulia tersebut, yang mudah memaafkan yang lain. Lantaran itu, ia akan diberi ganjaran. Karena jika dibalas dengan saling mempermalukan dan menjatuhkan, pasti konflik yang terjadi tak kunjung usai. Permusuhan akan tetap terus ada. Jika malah dibalas dengan diam, maka rampunglah perselisihan yang sedang berkecamuk.” (Syarh Riyadhis Sholihin, 4: 297).

Artikel Rumaysho.Com selengkapnya:

http://rumaysho.com/akhlaq/mudah-memaafkan-7637

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan wasiat pada Jabir bin Sulaim,

“Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722, sanad shahih)

Moga kita jadi orang yang pemaaf.

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Msc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

akhi ukhti
Galau??? 
Biasanya akan cari teman ngobrol.

Lupa bahwa teman kita hanya insan yg juga menyimpan banyak kegalauan.

Ingatlah dengan doa Nabi yunus

لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين

Siapa yg membacanya niscaya akan hilang kegalauannya dan dimudahkan urusannya, kiranya seperti itu pesan Nabi kita shallallahu alaihi wasallam.

HANYA SANG PENCIPTA YG DAPAT MENGUSIR KAGALAUAN JIWA

Stop galau ping me ;-SHH

 Ditulis oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah MA حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

** janganlah kita menjadi hamba Allah yang hanya sadar akan besarnya nikmat Allah tatkala Allah menghilangkan kenikmatan tersebut.

** janganlah kita baru merasakan nikmat sehat tatkala kita sakit,

** janganlah kita baru merasakan nikmatnya melihat tatkala mata kita sakit…dst

Baca yuks pagi ini :
     
                             – يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ.

 “Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tan-pa mendapat pertolongan dariMu).”[. HR. Al-Hakim, menurut pendapatnya, hadits tersebut adalah shahih, dan Imam Adz-Dzahabi me-nyetujuinya, lihat kitabnya 1/545, dan Shahih At-Targhib wat Tarhib 1/273.)

 Ditulis oleh
Ustadz Firanda Andirja, Lc, MA حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

1. Segera menyahut dan hadir apabila diajak utk berhubungan.

2. Tidak membantah perintah suami selagi tidak bertentangan dgn syariat.

3. Tidak bermasam muka terhadap suami.

4. Senantiasa berusaha memilih perkataan yg terbaik ketika berbicara.

5. Tidak memerintahkan suami utk mengerjakan pekerjaan wanita.

6. Keluar rumah hanya dgn izin suami.

7. Berhias hanya untuk suami.

8. Tidak memasukkan orang ke dalam rumah tanpa seijin suami.

9. Menjaga waktu makan dan waktu istirahat suami.

10. Menghormati mertua serta kerabat keluarga suami. Terutama ibu mertua.

11. Berusaha menenangkan hati suami jika suami galau.

12. Segera minta ma’af jika melakukan kesalahan kpd suami.

13. Mencium tangan suami tatkala datang dan pergi.

14. Mau diajak oleh suami utk sholat malam, dan mengajak suami utk sholat malam.

15. Tidak menyebarkan rahasia keluarga terlebih lagi rahasia ranjang!!

16. Tidak membentak atau mengeraskan suara di hadapan suami.

17. Berusaha untuk bersifat qona’ah (nerimo) sehingga tidak banyak menuntut harta kpd suami.

18. Sedih dan bergembira bersama suami dan berusaha pandai mengikuti suasana hatinya.

19. Perhatian akan penampilan, jangan sampai terlihat dan tercium oleh suami sesuatu yg tidak disukainya.

20. Berusaha mengatur uang suami dan tidak boros.

21. Tidak menceritakan kecantikan dan sifat-sifat wanita lain kpd suaminya.

22. Berusaha menasehati suami dgn baik tatkala suami terjerumus dlm kemaksiatan, bukan malah ikut-ikutan.

23. Menjaga pandangan dan tidak suka membanding-bandingka n suami dgn para lelaki lain.

24. Lebih suka menetap di rumah, dan tidak suka sering keluar rumah.

25. Jika suami melakukan kesalahan maka tidak melupakan kebaikan-kebaikan suami selama ini. Krn ini sebab terbesar wanita masuk neraka.

 Oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Sunah fitrah ada 5,yaitu:
1.Khitan.
2.Mencukur bulu kemaluan.
3.Memotong kumis.
4.Memotong kuku.
5.Mencabut bulu ketiak.

Sebagaimana disebutkan dlm hadits Bukhori Muslim dr jalan Abu Hurairah dr Abu Ayyub beliau berkata, Rosul صلى الله عليه وسلم bersabda ada empat perkra yg merupkan sunah para rosul ‘khitan,memakai minyak wangi,memakai siwak& menikah’ (HR.Turmudzi dan Ahmad)

Salh satu diantara perhatian islam adlh Khitan,bhkan jika seseorg msk islam&dia sdh berusia maka dia mempunyai kewajiban selain mandi adlh Berkhitan

Oleh karena itu para ulama berpendapat bahawasanya khitan mrpk perkara wajib,krn mrpk syiar agama.Imam Al-khottobi berkata ‘Adapun khitn sekalipun tercantum dlm sunah2 akan tetapi kebanyakan para ulama mengatakan ‘wajib khitan’ krn itu mrpk syiar agama&dgnnya pula yg membedakan muslim dgn kafir,beliau jg mengatakan ‘jika ditemukan jenazah yg berkhitan&tdk berkhitan maka yg berkhitan disholatkan&dimakamkan di pemakaman kaum muslimin.

Bukhori Muslim meriwayatkan bhwasanya Ibrahim alaihissalam khitan,beliau berumur 80th.
Di dalam riwayat lain dikatakan bhwasanya Ibrahim alaihissalam adlh:
1.Orang yg pertama kali memuliakan tamu
2.Org yg pertama kali memakai celana
3.Org yg pertama kali khitan

Syari’at khitan selanjutnya jg berlaku  pda rosul2&pengikutnya smp rosul صلى الله عليه وسلم diutus,sesungguhnya khitan mrpk sunah para nabi.

(Dikutib dr Manhajuttabiyyah An Nabawiyyah Littifli, krya Muhammad Nur Bin Abdul Khafidz Suweed)

         »Semoga bermanfaat»

 Úsƭαϑz Abdussalam Busyro حفظه الله تعالى

           ┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Ust. M. Abduh Tausikal

Kenapa dalam status sebelumnya, kami menyebut partai Ojokuwi sebagai Partai Preman?

Kronologisnya sebagai berikut:

Kami pernah dizalimi oleh partai tersebut saat masa kampanye kemarin. Saat kepulangan ke Gunungkidul dari Jogja, di tengah-tengah jalan di Bantul, kami mendapatkan masa partai tersebut menghambat jalan, membuat macet sepanjang beberapa kilometer. Lalu mereka sengaja memukul mobil kami di tengah jalan, padahal kami sudah sengaja ngambil jalan di pinggir. Tetapi terkena juga bagian atas mobil dengan bambu mereka.

Jadi maaf saja kami gelari partainya dengan partai PREMAN. Karena pendukungnya pun semua akui kebanyakan dari kalangan Preman, pengacau dan perusuh.

Alasan lainnya partai tersebut:
1. Anti Islam (hampir semua RUU yang berbau Islam mereka tolak).
2. Pro-prostitusi (menentang penutupan gang Dolly).
3. Pro-miras (tolak perda larangan miras).

Pilihlah yang mudhorotnya lebih ringan dibanding preman, nasionalis dan sekuleris yang berkuasa.

Kami ingat kata Ibnu Taimiyah,

لَيْسَ الْعَاقِلُ الَّذِي يَعْلَمُ الْخَيْرَ مِنْ الشَّرِّ وَإِنَّمَا الْعَاقِلُ الَّذِي يَعْلَمُ خَيْرَ الْخَيْرَيْنِ وَشَرَّ الشَّرَّيْنِ

“Orang yang cerdas bukanlah orang yang tahu mana yang baik dari yang buruk. Akan tetapi, orang yg cerdas adalah orang yang tahu mana yang terbaik dari dua kebaikan dan mana yang lebih buruk dari dua keburukan.

Ia pun bersyair,

إنَّ اللَّبِيبَ إذَا بَدَا مِنْ جِسْمِهِ مَرَضَانِ مُخْتَلِفَانِ دَاوَى الْأَخْطَرَا

“Orang yang cerdas ketika terkena dua penyakit yang berbeda, ia pun akan mengobati yang lebih berbahaya.” (Majmu’ Al Fatawa, 20: 54).

Cerdaslah dalam memilih yaa akhi … : http://rumaysho.com/ilmu-ushul/cerdas-dalam-memilih-maslahat-dan-mudarat-7195

Wallahu a’lam.

Status shahih dari M. Abduh Tuasikal di Gunungkidul, 20 Rajab 1435 H

         ⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊