Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

      Sesungguhnya Islam telah memerintahkan laki-laki untuk telilti dan cermat dalam memilih calon istri, bahkan menjadikan hal tersebut sebagai suatu syarat Чαπƍ harus dipegang teguh dalam upaya membentuk keluarga Чαπƍ Islami.

     Demikian pula dalam hal memilih calon suami Чαπƍ shalih merupakan tanggung jawab bersama antara seorang wanita dengan walinya. Memilih suami itu adalah hak seorang wanita, oleh karenanya ia harus cermat dan teliti dalam memilih, dan tidak meremehkan persoalan ini.

     Ummul Mu’minin Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Pernikahan itu adalah perbudakan, oleh karena itu hendaklah seseorang diantara kalian memperhatikan ‎​δ¡ tempat м̤̈αηα ia lepaskan anak perempuannya”.

    Oleh karena itu jangan sampai menikah dengan pelaku maksiat, orang fasik, orang Чαπƍ suka meninggalkan shalat, pemabuk, dan ahli bid’ah. Atau orang Чαπƍ memiliki harta Чαπƍ banyak namun tidak beragama dengan baik.

    Tapi carilah orang Чαπƍ baik agama dan akhlaknya,

وقد قال صلى الله عليه وسلم: ” إذا جاءكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير” رواه الترمذي وغيره.

      Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: “Apabila datang kepada kalian seorang pemuda yang kalian sukai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia dengan putri kalian. Kalau tidak, akan terjadi fitnah (bencana) dan kerusakan yang besar di muka bumi”. (HR. at-Tirmidzi).

      Maka dari itu selektiflah dalam memilih pasangan hidup, jangan sampai kita menyesal untuk selama-lamanya.

 Ditulis oleh Ustadz Fuadz Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

%d bloggers like this: