Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Sebagaimana diketahui bahwa meminta-minta itu dilarang, ada beberapa keadaan yang diperbolehkan seseorang meminta.

A. Hutang, Musibah, Kesulitan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya meminta-minta itu tidaklah dihalalkan, melainkan bagi salah satu dari tiga orang:

رَجُلٍ تَحَمَّلَ حَمَالَةً فَحَلَّتْ لَهُ الْـمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيْبَهَا ثُمَّ يُمْسِكُ، وَرَجُلٍ أَصَابَتْهُ جَائِحَةٌ اجْتَاحَتْ مَالَهُ فَحَلَّتْ لَهُ الْـمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيْبَ قِوَامًا مِنْ عَيْشٍ, وَرَجُلٍ أَصَابَتْهُ فَاقَةٌ حَتَّى يَقُوْمَ ثَلَاثَةٌ مِنْ ذَوِي الْحِجَا مِنْ قَوْمِهِ : لَقَدْ أَصَابَتْ فُلَانًا فَاقَةٌ ، فَحَلَّتْ لَهُ الْـمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيْبَ قِوَامًا مِنْ عَيْش

1. Seseorang yang menanggung hutang orang lain, maka ia diperkenankan meminta hingga hutang terlunasi, lalu ia berhenti.

2. Sseorang yang tertimpa musibah yang menghabiskan hartanya, maka ia diperbolehkan meminta sampai ia memperoleh penopang hidup, dan

3. seseorang yang tertimpa kesulitan penghidupan sampai-sampai tiga orang dari kaumnya berkata,

“Si fulan telah tertimpa kesulitan penghidupan”

Maka ia maka ia diperbolehkan meminta sampai ia memperoleh penopang hidup…” (HR Muslim: 1044)

Namun ingat, ada batasannya. Tidak terus-menerus meminta.

B. Orang Tua.

Termasuk yang diperbolehkan juga adalah orang tua meminta kepada anaknya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنْتَ وَمَالُكَ ِلِأَبِيْكَ.

“Engkau dan hartamu merupakan milik bapakmu…” (Shahih, HR Ibnu Majah: 2291)

Bila demikian adanya…

Bagaimana dengan “profesi” peminta-minta atau pengemis yang mendatangi rumah-rumah atau di jalan raya…?

Apakah mereka berhak dan layak kita beri..?

%d bloggers like this: