Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace


1) Bukanlah yg terbaik menjelaskan bolehnya nyoblos dalam pemilu (karena bolehnya nyoblos telah difatwakan oleh banyak ulama besar), akan tetapi yg lebih baik adalah penjelasan manakah pilihan partai atau caleg yg terbaik. Ini butuh perjuangan & kerja keras, serta pandangan yg tajam dari para pakar.
Karena inti dari fatwa para ulama adalah ارتكاب أخف الضررين “Menempuh yg mudorotnya terkecil” bukan bebas memilih…, maka butuh perjuangan utk menentukan mana yg mudorotnya terkecil.

2) Jika hak milih digunakan untuk nyoblos partai atau caleg yg kurang baik, maka malah akan merugikan islam & bangsa…
Memaksakan orang awam yg tdk bisa memilah-milah untuk menyoblos adalah memaksa dia utk beramal tanpa ilmu dan membabi buta…

3) Mengajari orang-orang awam utk menilai juga merupakan pembebanan mereka dengan perkara yg berat, karena bahan penilaian mereka adalah tv, koran, dan internet. Sementara media-media informasi… فيه ما فيه
Hal ini juga mengaharuskan mereka utk menyita waktu yg banyak dalam melaksanakan penelitian tersebut, terlebih lagi jumlah partai yg hendak dipilih banyak.
Memang perkaranya lebih ringan & lebih mudah tatkala memilih person daripada partai yg isinya heterogen

4) lebih sulit lagi kenyataan yg telah terjadi yaitu munculnya “tokoh yg baik” dari partai yg dianggap tdk baik, demikian juga sebaliknya

5) Suatu partai yg mengharamkan golput sementara “sentimen” jika partainya tdk dipilih sama saja dgn menyatakan “wajib hukumnya utk memilih partaiku, jika tdk maka berdosa”!!

6) Kita tetap berharap partai yg islami atau yg terwarnai islam, bukan partai yg terbuka & bertekad untuk tdk menegakkan syari’at. Apakah jika partai terbuka tersebut menang maka “syi’ah” akan ditolaknya?

Lihat lebih lanjut renungan penting ini di :
http://www.firanda.com/index.php/artikel/status-facebook/659-renungan-sebelum-mencoblos

 Ditulis oleh
Ustadz Firanda Andirja, Lc, MA حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

%d bloggers like this: