Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Menjaga lisan bisa dilakukan dg menahan ucapan dari yg tdk manfaat, dan memperhitungkan apakah ucapannya nanti akan membawa kepada keberuntungan di dunia maupun di akhirat, jika tdk membawa keberuntungan maka hendaknya dikekang dan ditahan.

Bahkan lisan merupakan gambaran apa yg ada didalam hati, sebagaimana berkata Yahya ibnu Mu’adz ; ” Hati merupakan bejana yg akan menumpahkan isi yg ada didalamnya, sedangkan lisan adalah lubang jalan keluarnya, maka lihatlah seseorang tatkala bicara, lisannya akan menumpahkan isi hati nya, bisa jadi manis, pahit, jernih lagi dingin, dan seterusnya, dan senantiasa menuangkan isi hatinya dengan gerakan lisan nya”. HR Abu Nuaim.

Berkata Anas,” Tidaklah lurus iman seorang hamba hingga lurus hatinya, dan tak akan lurus hati seorang hamba hingga lurus lisannya “. HR Ahmad.

Nabi صلى الله عليه وسلم ditanya tentang perbuatan yg paling banyak mengantarkan kedalam neraka maka menjawab صلى الله عليه وسلم ,” Lisan dan farji “. HR Tirmidy

Mu’adz pernah bertanya kepada Nabi صلى الله عليه وسل م tentang amalan yg memasukkan kedalam surga dan menjauhkan dari neraka maka Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda ,” Jaga darimu lisan ini “. Kemudian Mu’adz bertanya kembali ,’ apakah kita akan bertanggung jawab dari lisan ini ? Maka Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda ,” Ya, kelak manusia akan ditelungkupkan didalam neraka lantaran hasil dari buah bibir nya”. HR Tirmidy.

Merupakan hal yg aneh, manusia mampu menjaga diri dari memakan haram, mencuri, minum khomer, berzina, dan sulit bagi nya menjaga lisan, bahkan seseorang terpandang dalam agama, zuhud, rajin ibadah ia merasa sulit untuk mengekang lisan, hinga terucap satu kalimat yg tanpa sadar menyeret kejurang neraka lebih jauh antara timur dan barat.

Menjaga Lisan http://bit.ly/1f0lj8t

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

%d bloggers like this: