Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

 .# TASYABUH #.                 
Diriwayatkan darik Ibnu Abbas rodhiyallahu anhuma, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Allah Melaknati kaum lelaki yg menyerupai wanita, dan melaknati kaum wanita yg menyerupai lelaki “. HR Bukhary.

Berkata Al-Allamah As-Sa’dy -rohimahullah-,” Hukum asal segala sesuatu adalah mubah, maka tidak bolih diharamkan kecuali apa yg telah Allah سبحانه وتعالى dan Rosul Nya haramkan, baik diharamkan dzat nya semisal barang rampasan, dan segala sesuatu yg keji cara mendapatkan nya, baik untuk lelaki maupun wanita, ataupun diharamkan secara khusus utk jenis tertentu tdk yg lain nya, seperti dibolehkan nya memakai emas, perak dan sutra bagi wanita dan diharamkan bagi lelaki.

Adapun diharamkannya menyerupai wanita dan lelaki maka ini perkara umum baik berkenaan dgn pakaian, ucapan, dan segala keadaan.

Bisa kita rangkum bahwa disana ada tiga keadaan;            
¤ Perkara yg bersekutu antara lelaki dan wanita dalam jenis pakaian tertentu, maka ini dibolehkan utk keduanya, dan tdk ada tasyabuh disana.

¤ Perkara yg dikhususkan untuk para lelaki, maka wanita dilarang pada nya.

¤ Perkara yg dikhususkan utk wanita yg para lelaki dilarang pada nya.

Diantara hikmah larangan tasyabuh adalah, bahwasanya Allah سبحانه وتعالى menjadikan para lelaki derajat diatas para wanita, dan dijadikan lelaki sebagai tonggak dan pemimpin bagi wanita, yg Allah beri banyak kelebihan fisik dan perkara agama yg menjadikannya keutamaan diatas wanita.

Maka tatkala lelaki menyerupai wanita niscaya akan menurunkan martabat dihadapan wanita dan menghilangkan identitas dari keduanya.

Demikiyan pula menyerupai wanita dalam ucapan dan pakaian dan semisalnya akan menjadikannya banci, jatuh akhlaknya, dan akan menimbulkan keinginan utk membaur dan ikhthilat dg para wanita yg dikhawatirkan melanggar aturan, demikiyan pula sebaliknya.

Diantara tasyabuh yg paling parah adalah menyerupainya kaum muslimin dgn orang kafir dalam perkara yg khusus bagi mereka. Nabi صلى الله عليه وسلم memberikan ancaman ;,

” Barang siapa meniru suatu kaum maka ia tergolong dari bagiyan mereka

Dikarenakan menyerupai orang kafir dari segi dhohir niscaya akan membawa penyerupaan dari sisi bathin, sedangkan syariat mencegah dari kemungkinan yg terburuk dari segala sisi.

Semoga bermanfaat

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

%d bloggers like this: