Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Lihatlah kisah berikut:

Disebutkan dalam sebuah riwayat, bahwa ada seseorang yang senantiasa shalat di shaf paling depan, suatu saat ia terlambat, sehingga posisinya di shaf yang kedua. Dalam posisi tersebut ia merasa malu kepada orang-orang karena ia terlihat berada di shaf kedua.

Maka dari sini diketahui bahwa kebahagiaan dan kesenangan hatinya selama ini yang berusaha agar berada di shaf terdepan adalah karena dilihat oleh manusia.

Sungguh luar biasa para ulama salafusholeh..

Mereka sangat teliti dalam menilai diri mereka..

Semoga kita dapat mencontoh mereka.. aaminn

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

%d bloggers like this: