Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan pergauilah istrimu dengan cara yg baik, dan apabila kalian tdk menyukai mereka maka brsabarlah karena mungkin kalian tdk menyukai sesuatu pdanya, pdahal ALLAH mnjadikan pda dirinya kebaikan yg sgt banyak (An-nisa :19)

Syaikh Abdurrahman As-sa’di menjelaskan dikitab tafsirnya, maksud ayat “dan pergauilah istrimu dgn cara yg baik” yaitu kita diperintahkan utk bergaul dg istri kita dg cara yg baik, baiknya prkataan kita kpdanya maupun prbuatan/keadaan kita kpadanya.

Kemudian syaikh menjelaskan kpda kita; “Sepantasnya bagi kalian wahai para suami utk tetap menahan istrimu dlam ikatan prnikahan walaupun kalian menjumpai sesuatu yg kalian tdk menyukai pada diri mereka. Karena dibalik itu semua ada kebaikan yg sgt besar.
Diantaranya adalah berpegang dgn perintah ALLAH & menerima wasiat-Nya yg didlamnya trdapt kbahagiaan dunia & akhirat.

Diantara kebaikan lainnya yg engkau mnahan dirimu untuk ttap bersama istrimu, dlam keadaan engkau tdk mecintainya didlamnya trdpat “mujahadatun nafs” & brakhlak dgn akhlak yg indah.

Bisa jadi kbencianmu trhadapnya akan hilang & brubah mnjadi kecintaan (sebagaimana yg sperti ini sering trjdi) .

Kbaikan lainnya bisa jadi engkau akan mendapatkan rizki berupa anak yg sholeh dari istrinya trsbt, yg akan memberikan manfaat kpda kedua orang tuanya didunia maupun akhirat. Tentunya semua ini dilakukan, apabila tali pernikahan tsbt masih bisa dipertahankan.

Apabila memang harus berpisah dan tdk mungkin utk ttap seiring bersama dngnnya (istri), maka sisuami tdk bisa dipaksakan utk tetap menahan istrinya.
(Taisir Al-Karimir Rahman)

Untuk itu ikhwah sekalian bersabarlah dgnnya, bergaulah dg baik serta nasehatilah mereka dg lemah lembut serta doakan mereka dg kebaikan, sebagaimana Nabi mendoakan kbaikan utk istri2nya (ini yg kita sering lupakan, yaitu mndoakanya)

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

%d bloggers like this: