Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace


Sebagian berpandangan bila kita sampaikan hadits: “Kullu bid’ah dlolalah..
Mereka berkilah, “Kullu itu artinya tidak semua.”…
Jadi tidak semua bid’ah itu dlolalah…

Padahal dahulu para shahabat yang amat fasih..
Memahami kullu itu semua..

Imam Muslim meriwayatkan dalam shahihnya..
Dari Abu Qotadah..
Bahwa Imron bin Hushain berkata..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda..

الحياء خير كله أو قال الحياء كله خير
“Malu itu baik kulluh (semuanya).” Atau beliau bersabda, “Malu kulluh (semuanya) baik.”

Lalu Busyair bin Ka’ab berkata, “Sesungguhnya kami mendapati pada sebagian buku atau hikmah..
Bahwa malu ada yang merupakan ketenangan dan ketundukan kepada Allah..

Dan ada yang merupakan kelemahan..
Imran pun marah hingga merah kedua matanya..
Ia berkata, “Kenapa aku sampaikan hadits dari Rasulullah..
Lalu kamu tentang dengan yang ada pada sebagian buku?..

Perhatikanlah..
Imran radliyallahu ‘anhu marah karena ia memahami kullu itu semua..
Bila kullu itu tidak bermakna semua..
Tak perlu lah Imran marah demikian hebatnya..

Buka lah kitab kitab ushul fiqih bab lafadz-lafadz yang umum..
Semua ulama ushul memasukkan kata kullu dalam lafadz yang umum..
Tidak boleh dikhususkan kecuali dengan dalil..

 Ditulis oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

%d bloggers like this: