Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي  وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي  يَفْقَهُوا قَوْلِي

“Musa berkata, ‘Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’ –

Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku”- (QS. Thoha: 25-28)

Syaikh As-Sa’di رحمه الله menjelaskan dalam tafsirnya:

Pertama:
“Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku”

Maksudnya adalah lapangkanlah, janganlah perkataan dan perbuatanku ini menyakiti dan janganlah hatiku ini terkotori dengan yang demikian, dan jangan pula hatiku ini dipersempit. Karena jika hati telah sempit, maka orang yang memiliki hati tersebut sulit memberikan hidayah (petunjuk ilmu) pada orang yang didakwahi.

Kedua:
“dan mudahkanlah untukku urusanku”

Maksudnya adalah mudahkanlah setiap urusan dan setiap jalan yang ditempuh untuk mengharap ridho-Mu, mudahkanlah segala kesulitan yang ada di hadapanku.
Dimudahkan untuk berbicara dengan setiap orang dengan tepat, dan ia mendakwahi seseorang melalui jalan yang membuat orang lain mudah menerima.

Ketiga:

“dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku”

Dahulu Nabi Musa عليه السّلام memiliki kekurangan, yaitu rasa kaku dalam lisannya. Hal ini membuat orang lain sulit memahami yang beliau ucapkan, Sebagaimana Alloh سبحانه وتعالى berfirman,

“Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripadaku” (QS. Al Qashshash: 34). Oleh karena itu, Nabi Musa meminta pada Alloh agar dilepaskan dari kekakuan lidahnya sehingga orang bisa memahami apa yang diucapkan oleh Musa.

|Semoga bisa kita amalkan.

((Ya muqolibaL qulub tsabit Qalbi ala Dinik))
وَاللّهُ أعلَم بِالصَّوَاب

%d bloggers like this: