Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Wahai anak-anakku  siang malam sepanjang umurku, aku korbankan waktuku untukmu agar engkau bahagia…

Wahai anakku…
Tampak pada wajah kedua orang tuamu saat keletihannya,  penderitaan yang sangat, serta hatinya menjadi gundah apabila melihat dirimu sakit dan wajahmu pucat dengan sebab sakit yang menimpamu…

Wahai Anakku tercinta…
Itulah sebuah kalimat yang sering diulang-ulang oleh kedua orang tua kepada kita.

Wahai seorang anak…

Ingatlah selalu jasa kedua orang tuamu yang sangat besar dalam kehidupanmu dari mulai dirimu berada dalam kandungan ibumu, kemudian disaat engkau menjadi bayi dan stelah itu engkau menjadi seorang remaja  sehingga engkau menjadi dewasa saat ini..

Wahai anakku..
Sekarang tiba saatnya kedua orangtuamu sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari dirimu..
Sabarlah dirimu untuk merawatnya…
Sebagaimana mereka sabar dalam merawat dirimu dari sejak kecil..

Diantara fenomena yang ada saat ini,
Engkau hanya sibuk mengurusi istrimu, anak-anakmu, pekerjaanmu! Urusan duniawimu!  sehingga engkau mengabaikan kedua orang tuamu, engkau tidak pernah menanyakan kabar tentang mereka! Bahkan terkadang engkau jadikan kedua orangtumu sesuatu yang tidak berharga disisimu…

Sungguh perbuatanmu ini akan merugikan dirimu dunia dan akhirat!

Wahai anak…
janganlah engkau termasuk kedalam hadits berikut ini;

Dalam hadits yang cukup panjang, yang mana malaikat jibril datang menemui Rasulullah صلى الله عليه وسلم…yaitu Nabi mengatakan;

Ketika aku menaiki anak tangga mimbar ketiga, ia berkata:
“Celakalah orang yang kedua orang tuanya mencapai usia tua (yang masih hidup) berada di sisinya, atau salah satu dari keduanya masih hidup
lalu tidak memasukkannya ke dalam surga”.
Maka aku jawab: “Amin”.

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

%d bloggers like this: