Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

 
. اللّهُ ta’ala berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ . الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ

“Sesungguhnya beruntunglah orang² yg beriman, (yaitu) orang² yg khusyu’ dalam shalatnya.”
(QS. Al-Mu’minun: 1-2)

Berkenaan dgn tafsir ayat ini,

. Abdullah bin Abbas رضي الله عنه berkata:
“Yaitu orang² yg takut dan diam tenang.”
Ia juga mengatakan,
“Yaitu dalam keadaan tunduk dan menghinakan diri.”

. Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه. berkata:
“Yang dimaksud khusyu’ adalah khusyu’nya hati.”

. Ada pula yang mengatakan,
“Khusyu’ dalam shalat adalah
mengkonsentrasikan keinginan dan berpaling dari yang lainnya,
serta menghayati
 bacaan² dan
 dzikir²
yg diucapkan oleh lisannya.”
(Lihat Tafsir Al-Baghawi III/302)

. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqolani berkata:

“Rasa khusyu’ dalam shalat, adalah
 keadaan hati yang berupa rasa takut,
 merasa selalu diawasi oleh Allah, dan
 menghinakan diri di hadapan keagungan-Nya. Kemudian pengaruh khusyu’ tersebut
nampak pada anggota badan, seperti
 tenang,
 konsentrasi dalam shalat,
 tidak menoleh (di dalam shalatnya),
 menangis, dan
 tunduk.”
(Lihat Fathul Baari II/225).

(*)<3 Jadi…,
hakikat khusyu’ adalah

 tunduk dan takut,
 memusatkan keinginan kepada Allah,
 merasakan kedekatan-Nya,
 mengosongkan hati untuk-Nya, dan
 berkonsentrasi penuh menghadap kepada-Nya.(Lihat Ash-Shalatu wa Hukmu Tarikiha hal. 121).

Terdapat beberapa kiat dan sebab yang membantu kita agar dapat merasakan kekusyu'an di dalam sholat. Di antaranya adalah sebagai berikut:

. MENGENAL DAN MENGINGAT KEAGUNGAN ALLAH SERTA TAKUT KEPADA-NYA

Setiap orang yang sangat mengenal Allah dengan memahami ilmu tentang agama-Nya, tentu saja akan lebih besar rasa khusyu’nya kepada-Nya, seakan-akan ia sedang berdiri di hadapan-Nya.

. اللّهُ berfirman:
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah para ulama."
(QS. Fathir: 28)

. Syaikh Abdurrahman As-Sa'di رحمه الله berkata:

"Takut kepada Allah
berkonsekuensi menahan diri
dari kemaksiatan dan
mempersiapkan diri untuk bertemu
dengan Dzat yang sangat ditakuti.
Hal ini menunjukkan
keutamaan ilmu syar’i, dan
bahwa ilmu syar’i itu
mendorong seorang hamba
untuk takut kepada Allah."
(Lihat Tafsir As-Sa’di VI/317).

. MENYADARI BAHWA SHALAT MERUPAKAN PERJUMPAAN SEORANG HAMBA DENGAN ALLAH DAN SEBAGAI BENTUK MUNAJAT KEPADA-NYA

. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik رضي الله عنه, bahwa ia berkata:
"Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ فِى الصَّلاَةِ فَإِنَّهُ يُنَاجِى رَبَّهُ فَلاَ يَبْزُقَنَّ بَيْنَ يَدَيْهِ وَلاَ عَنْ يَمِينِهِ وَلَكِنْ عَنْ شِمَالِهِ تَحْتَ قَدَمِهِ

“Jika salah seorang di antara kalian sedang shalat,
sesungguhnya ia sedang bermunajat kepada Rabbnya.
Maka janganlah ia meludah ke arah depan dan jangan pula ke arah sebelah kanan,
akan tetapi (meludahlah) ke arah sebelah kiri,
di bawah kakinya."
(Diriwayatkan oleh imam Bukhari no.531, Muslim (Syarah An-Nawawi V/40-41), An-Nasaai I /163, II/52-53 dan yang lainnya dengan lafazh yang berbeda-beda).

Terdapat beberapa kiat dan sebab yang membantu kita agar dapat merasakan kekusyu'an di dalam sholat. Di antaranya adalah sebagai berikut:

. MENGENAL DAN MENGINGAT KEAGUNGAN ALLAH SERTA TAKUT KEPADA-NYA

Setiap orang yang sangat mengenal Allah dengan memahami ilmu tentang agama-Nya, tentu saja akan lebih besar rasa khusyu’nya kepada-Nya, seakan-akan ia sedang berdiri di hadapan-Nya.

. اللّهُ berfirman:
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah para ulama."
(QS. Fathir: 28)

. Syaikh Abdurrahman As-Sa'di رحمه الله berkata:

"Takut kepada Allah
berkonsekuensi menahan diri
dari kemaksiatan dan
mempersiapkan diri untuk bertemu
dengan Dzat yang sangat ditakuti.
Hal ini menunjukkan
keutamaan ilmu syar’i, dan
bahwa ilmu syar’i itu
mendorong seorang hamba
untuk takut kepada Allah."
(Lihat Tafsir As-Sa’di VI/317).

. MENYADARI BAHWA SHALAT MERUPAKAN PERJUMPAAN SEORANG HAMBA DENGAN ALLAH DAN SEBAGAI BENTUK MUNAJAT KEPADA-NYA

. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik رضي الله عنه, bahwa ia berkata:
"Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ فِى الصَّلاَةِ فَإِنَّهُ يُنَاجِى رَبَّهُ فَلاَ يَبْزُقَنَّ بَيْنَ يَدَيْهِ وَلاَ عَنْ يَمِينِهِ وَلَكِنْ عَنْ شِمَالِهِ تَحْتَ قَدَمِهِ

“Jika salah seorang di antara kalian sedang shalat,
sesungguhnya ia sedang bermunajat kepada Rabbnya.
Maka janganlah ia meludah ke arah depan dan jangan pula ke arah sebelah kanan,
akan tetapi (meludahlah) ke arah sebelah kiri,
di bawah kakinya."
(Diriwayatkan oleh imam Bukhari no.531, Muslim (Syarah An-Nawawi V/40-41), An-Nasaai I /163, II/52-53 dan yang lainnya dengan lafazh yang berbeda-beda).

Bersambung..

%d bloggers like this: