Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Sebagian orang kadang memahami apa yang dimaksud dengan bid’ah. Mereka menganggap bahwa bid’ah adalah setiap perkara baru. Sehingga karena saking tidak suka dengan orang yang meneriakkan bid’ah, ia pun mengatakan, “Kalau memang hal itu bid’ah, kamu tidak boleh pakai HP, tidak boleh haji dengan naik pesawat, tidak boleh pakai komputer, dst karena semua itu baru dan bid’ah adalah suatu yang baru dan dibuat-buat”. Padahal sebenarnya hal-hal tadi bukanlah bid’ah yang tercela dalam Islam karena bid’ah yang tercela adalah bid’ah dalam masalah agama. Begitu juga ada yang tidak setuju dengan nasehat bid’ah, ia menyampaikan bahwa para sahabat dahulu mengumpulkan Al Qur’an dan di masa ‘Umar dihidupkan shalat tarawih secara berjama’ah. Syubhat-syubhat yang muncul ini karena tidak memahami hakekat bid’ah.

Dari hadits-hadits dapat disimpulkan apa yang dimaksud bid’ah yang terlarang dalam agama, yaitu:

1.Sesuatu yang baru (dibuat-buat).
2.Sesuatu yang baru dalam agama.
3.Tidak disandarkan pada dalil syar’i.

Read more:
http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3792-3-syarat-disebut-bidah.html

%d bloggers like this: