Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

1) Senantiasa Mentaati Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya yang disebutkan di dalam Al-Qur’an Al-Karim dan hadits-hadits beliau yang shohih.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala: ”Apa saja yang diajarkan Rasul ini kepada kalian maka ambillah, dan apa saja yang dilarangnya maka jauhilah.” (QS. al-Hasyr : 7).

Orang yang mencintai Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dengan tulus dan benar tatkala mendengar Nabi memerintahkan sesuatu akan segera melaksanakannya. Ia tak akan meninggalkannya meskipun perintah
itu sangat bertentangan dengan keinginan dan hawa nafsunya. Ia juga
tidak akan mendahulukan ketaatannya kepada isteri, anak, orang tua atau adat-istiadat dan tradisi masyarakatnya. Sebab kecintaannya kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam lebih dari segala-galanya. Dan memang, pecinta sejati akan patuh dan tunduk kepada yang dicintainya.

2) Menolong, Membela dan Mengagungkan Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Hal ini telah dibuktikan oleh para sahabat radhiyallahu anhum ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam masih hidup dan sesudah beliau wafat.

Betapa besar pengorbanan para sahabat dengan harta dan jiwa raga mereka dlm membela dan menolong Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam ketika terjadi peperangan antara kaum muslimin yg dipimpin langsung oleh Nabi dengan kaum musyrikin dan kafirin, atau ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam dihina dan diganggu oleh orang-orang munafiq.

Demikian pula sesudah Nabi shallallahu alaihi wasallam wafat, mereka (para sahabat) bersemangat dalam mensosialisasikan, menyebarkan dan mengagungkan sunnah-sunnah (tuntunan) beliau di tengah-tengah kehidupan umat manusia, betapapun tantangan dan resiko yang mereka hadapi.

3) Tidak menerima suatu perintah dan larangan apapun kecuali melalui Nabi shallallahu alaihi wasallam, dan merasa rela dengan keputusan dan kebijakan beliau, serta tidak merasa sempit dada dengan sesuatu pun dari sunnahnya.

Adapun selain beliau, baik itu dari kalangan para ulama, wali dan orang-orang shalih maka mereka semua
adalah pengikut Nabi. Tidak ada seorang pun dari mereka yg boleh keluar dari syariat Allah yg diajarkan Nabi. Dan juga tidak ada seorang pun dari mereka yg berhak membuat syariat atau ajaran baru di dalam agama Islam, karena syariat Islam telah Allah sempurnakan dengan wafatnya beliau shallallahu alaihi wasallam. Allah Ta’ala berfirman:

“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan padamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhoi Islam itu jadi agama bagimu.”. (QS. Al-Maidah : 3).

4) Senantiasa Mengikuti Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam segala hal yg berkaitan dengan urusan agama, yaitu mencakup perkara akidah (keyakinan), ibadah (ritual), akhlak n adab, muamalah (interaksi), dsb.

Hal ini sbgmn firman Allah Ta’ala:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31).

5) Memperbanyak mengingat dan shalawat atas Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ: « مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا ».

“Barangsiapa bershalawat atasku sekali, niscaya Allah bershalawat atasnya sepuluh kali.” (HR. Muslim I/306 no.408).

Adapun bentuk shalawat atas Nabi Muhammad adalah sebagaimana yang beliau ajarkan. Salah seorang sahabat bertanya tentang bentuk shalawat
tersebut, beliau menjawab: “Ucapkanlah:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَّمَدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
(Allahumma Sholl ‘Ala Muhammadin wa ‘Ala Aali Muhammad)

“Ya Allah, bershalawatlah atas (nabi) Muhammad dan keluarga (nabi) Muhammad).” (HR. Bukhari No. 6118, dan Muslim No. 858).

6) Mencintai orang-orang yang dicintai Nabi shallallahu alaihi wasallam, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khoththob, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib, Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Abu Hurairah, Aisyah, Fathimah, dan para sahabat lainnya, radhiallahu anhum.

Kita harus mencintai orang yang dicintai beliau dan membenci orang yang dibenci beliau shallallahu alaihi wasalam. Demikian pula, hendaknya kita mencintai segala sesuatu yang
dicintai Nabi, termasuk ucapan, perbuatan dan segala hal lainnya.

PELAJARAN KELIMA:

Terdapat beberapa kiat untuk dapat mewujudkan cinta sejati kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1) Hendaknya kita selalu mengingat bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah orang yang paling baik dan paling berjasa kepada kita, bahkan sekalipun jika dibandingkan dengan kedua orang tua kita sendiri.

Hal ini dikarenakan Beliaulah yang telah menyelamatkan dan mengeluarkan kita dari jalan kesesatan menuju cahaya hidayah, dan dari gelapnya kesyirikian menuju cahaya tauhid. Beliau pula yang menyampaikan dan mengajarkan risalah Allah yang sempurna n mulia ini kepada kita, dan yang memperingatkan kita dari segala keburukan dan kebinasaan.

2) Hendaknya kita senantiasa merenungkan perjalanan hidup Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, jihad dan kesabarannya serta apa yang beliau korbankan demi tegaknya agama Islam ini dengan menanamkan aqidah tauhid di dalam hati umatnya yg beriman dan mengajarkan syariat Allah yg penuh berkah kpd mereka, serta berupaya keras dalam memadamkan kemusyirikan dan kefasikan di muka bumi ini.

3) Hendaknya kita merenungkan keagungan akhlak Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, sifat dan sikap beliau yang sangat sempurna, seperti bersikap tawadhu’ (rendah diri) kepada kaum mukminin dan keras terhadap orang-orang munafik dan musyrikin. Beliau seorang pemimpin umat yg sangat pemberani, dermawan dan penyayang.

Hal ini sebagaimana pujian Allah terhadap beliau di dalam Al-Qur’an:

وَ إِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
“Dan sungguh engkau memiliki akhlak yang agung.” (QS. Al-Qolam: 4)

4) Hendaknya kita mengetahui kedudukan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam di sisi Allah Ta’ala.

Beliau adalah orang yang paling mulia di antara segenap umat manusia, pemimpin dan penutup para Nabi dan Rasul, yang diistimewakan pada hari Kiamat atas segenap Nabi untuk
memberikan syafa’at ‘uzhma (teragung), yang memiliki maqam mahmud (kedudukan terpuji), orang yang pertama kali diizinkan Allah membuka pintu Surga serta berbagai keutamaan beliau lainnya.

Demikian pembahasan singkat berkaitan dengan beberapa bukti dan kiat mewujudkan Cinta Sejati kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Semoga Allah Ta’ala memberikan taufiq dan bimbingan-Nya kpd kita semua agar selalu bertakwa kepada-Nya dan mencintai Nabi Muhammad dengan cinta sejati. Dan semoga Allah mengumpulkan kita semua dalam majlis Nabi Muhammad di dalam al-Jannah, surga Firdaus yg tertinggi. آمين يا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

%d bloggers like this: