Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

(*) Wahai saudaraku,

 Hendaknya engkau memiliki pekerjaan, dan
penghasilan yang halal
yang kamu peroleh dengan tanganmu.

 Hindari memakan, atau
mengenakan kotoran-kotoran manusia
(maksudnya pemberian manusia).
Karena sesungguhnya
orang yang memakan kotoran manusia,
permisalannya
laksana orang yang memiliki sebuah kamar di bagian atas,
sedangkan yang di bawahnya bukan miliknya.
Ia selalu dalam ketakutan
akan terjatuh ke bawah, dan
takut kamarnya roboh.

 Sehingga
orang yang memakan kotoran-kotoran manusia
akan berbicara sesuai hawa nafsu.
Dan dia merendahkan dirinya di hadapan manusia
karena khawatir
mereka akan menghentikan (bantuan) untuknya.

(*) Wahai saudaraku,

 Jika engkau menerima sesuatu dari manusia,
maka engkaupun memotong lisanmu
(tidak berani bicara di saat wajib menegur mereka).
Dan engkau memuliakan sebagian orang
kemudian merendahkan sebagian yang lain,
padahal
ada balasan yang akan menimpamu di hari kiamat.

 Maka harta yang diberikan oleh seseorang kepadamu
hakikatnya adalah kotoran dia, dan
tafsir dari kotoran dia,
adalah pembersihan amalannya dari dosa-dosa.

 Jika engkau menerima sesuatu dari manusia,
maka saat mereka mengajakmu kepada kemungkaran
engkaupun menyambutnya.
Sehingga,
sungguh orang yang memakan kotoran manusia
bagaikan orang yang memiliki sekutu-sekutu dalam suatu perkara
yang mau tidak mau
dia akan menjadi bagian dari mereka.

(*) Wahai saudaraku,

 kelaparan dan ibadah yang sedikit itu lebih baik
daripada engkau kenyang dengan kotoran-kotoran manusia
sekalipun banyak beribadah.

. Sungguh telah sampai kepada kami
bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

“Andai salah seorang dari kalian
mengambil seutas tali
lalu mengumpulkan kayu bakar
kemudian memikulnya di belakang punggungnya,
niscaya lebih baik baginya
daripada menetapi (terus-menerus)
meminta kepada saudaranya,
atau mengharap darinya.”

(Dinukil dari kitab Mawa’izh Lil Imam Sufyan Ats-Tsaury, hal. 82-84)

%d bloggers like this: