Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

 Menurut mayoritas ulama,
siapa yang mengucapkan kata “talak” (cerai)
walau dalam keadaan bercanda atau main-main
asalkan lafazh talak tersebut keluar shorih (tegas),
maka talak tersebut jatuh
jika yang mengucapkan talak tersebut baligh (dewasa) dan berakal.

Sehingga tidak ada alasan
jika ada yang berucap,
 “Saya kan hanya bergurau”, atau
 “Saya kan hanya main-main”.

Meskipun ketika itu
ia juga tidak berniat untuk mentalak istrinya.

 Dari Abu Hurairah رضي الله عنه ,
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

ثَلاَثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ النِّكَاحُ وَالطَّلاَقُ وَالرَّجْعَةُ

“Tiga perkara yang serius dan bercandanya sama-sama dianggap serius:
 nikah,
 talak, dan
 rujuk”.

(HR. Abu Daud dan lainnya, hasan).

 Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin رحمه الله berkata,

“Pendapat yang mengatakan jatuhnya talak bagi orang bergurau ada manfaat di dalamnya.
Hal ini akan meredam tingkah laku orang yang sering bercanda.
Jika seseorang tahu bahwa bermain-main dengan talak dan semacamnya bisa teranggap,
tentu ia tidak akan nekat bergurau seperti itu selamanya.

Sebagian ulama ada yang berpendapat tidak teranggapnya talak dari orang yang bercanda.
~ Pendapat ini lebih akan mengantarkan seseorang untuk bermain-main dengan ayat-ayat Allah”.

(*) Oleh karena itu, kaum Adam…
berhati2lah !
.

%d bloggers like this: