Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

. Suatu hari, ketika Mu’adz bin Jabal رضي الله عنه berkata kepada Nabi صلى الله عليه وسلم :

يَا نَبِّيَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَا خَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ

“Wahai Nabi Allah,
apakah kita kelak akan dihisab atas apa yang kita katakan ?”
Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda :

وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَ مَنَا خِرِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ

“Bukankah tidak ada yang menjerumuskan orang ke dalam neraka selain buah lisannya ?”

At-Tirmidzi no. 2616

. Al-Hafidz Ibnu Rajab رحمه الله
mengomentari hadits ini
dalam kitab Jami’ Al-Ulum wa Al-Hikam (II/147),

“Yang dimaksud dengan buah lisannya adalah
balasan dan siksaan dari perkataan²-nya yg haram.

. Sesungguhnya setiap orang yang hidup di dunia
sedang menanam kebaikan atau keburukan
dengan perkataan dan amal perbuatannya.

Kemudian pada hari kiamat kelak dia akan menuai apa yang dia tanam.

. Barangsiapa yang menanam sesuatu yang baik dari ucapannya maupun perbuatan,
maka dia akan menunai kemuliaan.

Sebaliknya,

. barangsiapa yang menanam sesuatu yang jelek dari ucapan maupun perbuatan
maka kelak akan menuai penyesalan”.

(*)<3. Akhir kata :

. Jika anda ingin melihat isi hati seseorang maka lihatlah Lisannya..

. karena kedudukan Lisan dibanding Hati,
ibarat gayung dari sebuah bejana.

. Maka apa yg keluar dari lisan itu,
engkau akan dapatkan sebagian besar isi hatinya.

%d bloggers like this: