Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Mengucapkan salam hukumnya sunnah muakkadah. Hal ini merupakan salah satu faktor terjalinnya persatuan dalam kaum muslimin serta tumbuhnya kecitaan di antara mereka, sebagaimana sabda Nabi sholallahu alaihi wasalam:
لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ
“Demi Allah, kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman sehingga kalian saling mencintai. Maukah aku beritahukan kepada kalian suatu hal yang jika dikerjakan pasti kalian akan saling mencintai?
Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)

Disunnahkan bagi orang yang lebih muda memberi salam kepada orang yang lebih tua, dan kelompok orang yang jumlahnya sedikit memberi salam kepada kelompok orang yang jumlahnya banyak. orang yang naik kendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan. Namun, jika orang yang disebutkan tersebut tidak melaksanakan, maka salah satu pihak hendaknya memulai salam sehingga sunnah ini tidak hilang.

Ammar Bin Yasir berkata:
ثَلَاثٌ مَنْ جَمَعَهُنَّ فَقَدْ جَمَعَ الْإِيمَانَ الْإِنْصَافُ مِنْ نَفْسِكَ وَبَذْلُ السَّلَامِ لِلْعَالَمِ وَالْإِنْفَاقُ مِنَ الْإِقْتَارِ
“Ada tiga perkara, barangsiapa yang mengerjakan semuanya maka dia akan menyempurnakan imannya: Adil terhadap dirimu, mengucapkan salam kepada orang yang alim, dan memberikan infak ketika hartanya sedikit.” (HR.Bukhori

Jika memulai mengucapkan salam hukumnya sunnah, maka menjawab salam hukumnya fardhu kifayah, jika sudah ada sebagian orang yang menjawabnya, maka gugur kewajiban tersebut atas yang lain.

Allah berfirman:
وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا
“Jika kalian diberi salam dengan suatu tahiyyat maka berilah tahiyat dengan yang lebih baik atau balaslah.” (QS. An Nisa’: 86).
(HUQUUQ DA’AT ILAIHA AL-FITHROH ibnu Utsaimin)

%d bloggers like this: