Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Jawabnya karena:
1. Pengertian barokah sebagai kebaikan ilahi yang ada pada sesuatu dengan adanya perkembangan dan pertambahan. Apabila keberkahan ada pada sesuatu, maka jangan tanya kemanfaatan, banyak dan kelanggengannya. Bahkan tidak ada nilainya usaha yang hilang barokahnya dan waktu yang tidak berkah. Apa faedahnya banyak istri tidak ada barokahnya, banyak anak tidak ada barokahnya atau banyak kerjaan tidak ada berkahnya.

2. Allah telah menganugerahkan keberkahan kepada makhlukNya. Hal ini menunjukkan agungnya keutamaan barakah dan banyaknya faedah serta kemanfaatannya. Lihatlah Allah berfirman:

Difirmankan: “Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari kami.” (Huud :48).

3. Nabi dan orang shalih memohon kepada Allah keberkahan dan mereka tidak memintanya kecuali karena manfaatnya besar sekali.
Imam al-bukhori meriwayatkan dalam kitab shahihnya dari hadits Ibnu Abbas bahwa nabi Ibrohim ketika mengunjungi ismail dan tidak menemukannya dan hanya menemukan istrinya saja. Maka beliau bertanya: Apa makanan kalian? Dan apa minuman kalian? Istri ismail menjawab: Makanan kami adalah daging dan minuman kami adalah air. Maka beliau berdoa:
اللهم بارك لهم في طعامهم ، وشرابهم
Ya Allah berkahilah mereka dalam makanan dan minuman mereka.
Lalu Rasulullah bersabda:
بركة بدعوة إبراهيم
Diberkahi dengan sebab doa Nabi Ibrohim. (no.3365).

4. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita untuk memohon kepada Allah keberkahan dalam doa-doa kita dan bersemangat menggapai sesuatu yang barokah. Sebagaimana diajarkan beliau dalam hadits Hasan bin Ali:
علمني رسول الله r كلمات أقولهن في الوتر : {اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ،وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ،وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي ولاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ،تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ }
Rasulullah mengajariku doa yang aku ucapkan dalam witir:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ،وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ،وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي ولاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ،تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
(HSR at-Tirmidzi 1/144 no. 411 dan dishahihkan al-Albani dalam shahih sunan at-Tirmidzi).
Demikian juga memberitahukan kita sesuatu yang diberkati, seperti dalam sabda beliau:
{اتَّخِذِوا الغَنَم فَإِنَّ فِيهَا بَرَكَةً }
Ambilah kambing karena padanya ada barokah. (HSR Ahmad no. 27381 dengan sanad yang shahih).

%d bloggers like this: