Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Syukur dan sabar adalah merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Sebagaimana kehidupan kita yang terkadang senang atau susah, lapang atau sempit, kaya atau miskin dan lain-lain.
Imam ibnu Hajar menjelaskan kepada kita hubungan antara syukur dengan sabar dengan menyatakan: syukur terkandung didalamnya sabar untuk taat kepada Allah dan sabar menahan dari kemaksiatan. Sebagian ulama menyatakan: kesabaran menuntut rasa syukur dan tidak sempurna tanpanya. Sebaliknya bila salah satu dari keduanya hilang maka hilang semuanya. Siapa yang berada dalam kenikmatan maka kewajibannya adalah syukur dan sabar. Kalau syukur itu sudah jelas dan kalau sabar maka sabar menghindari kemaksiatan . siapa yang terkena musibah bencana maka kewajibannya adalah sabar dan syukur. Kalau sabar itu sudah jelas dan kalau syukur maka pada pelaksanaan hak Allah dalam bencana musibah tersebut, karena Allah memiliki hak atas hambaNya untuk beribadah dalam keadaan terkena musibah dan bencana tersebut, sebagaimana wajib bagi seorang hamba beribadah dalam keadaan penuh kenikmatan. (Fathul Baari 11/311).

Jelaslah hubungan antara syukur dan sabar yang tidak terpisahkan dalam diri seorang mukmin. Syukur berisi kesabaran dan kesabaran menuntut adanya rasa syukur, sehingga tidak bisa syukur tanpa sabar dan sabar tanpa syukur.

Oleh karena itu marilah kita bina diri kita agar bisa memiliki sifat sabar dan syukur yang sempurna agar dapat mencapai ridha Allah dan masuk kedalam syurga.

Semoga bermanfaat.

%d bloggers like this: