Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

. NIAT YANG RUSAK
Seperti keinginan mencari ilmu karena dunia,
atau mencari popularitas dan kemasyhuran,
sehingga menjadikan seorang penuntut ilmu matang sebelum waktunya,
akibatnya bertebaran da’i da’i karbitan.

. MENYIA-NYIAKAN MAJELIS ILMU
Padahal majlis ilmu adalah majlis yang turun padanya sakinah,
rahmat Allah meliputinya,
para malaikat mengelilinginya, dan
Allah membanggakan mereka di hadapan para malaikatNya.

. BERALASAN DENGAN KESIBUKAN
Ini adalah alasan yang dijadikan oleh setan untuk menghambat banyak manusia dari ilmu,
dimana kesibukan bekerja menutup jalan menuju ilmu.
Padahal bila ia bersungguh-sungguh,
tentu ia akan mampu menyediakan waktu itu menuntut ilmu.

. TERLALU MENGIKUTI PERKEMBANGAN ZAMAN
Ini sering menimpa banyak aktivis islam dengan istilah fiqih waqi’.
Padahal untuk menjawab problematika umat
membutuhkan kekokohan ilmu dan
pemahaman yang dalam.

. MEREKOMENDASIKAN DIRI SENDIRI
Ia merasa telah memiliki banyak ilmu,
karena sudah punya blog di internet,
atau media dakwah lainnya.
Lalu manusia memandang dia sebagai ‘alim,
sehingga ia merasa puas
dengan sesuatu yang ia tidak miliki.

. TIDAK MENGAMALKAN ILMU
Ini berakibat hilangnya keberkahan ilmu:
“Sangat besar kemurkaan Allah kamu mengatakan sesuatu yang kamu tidak lakukan”.
(Ash Shaff: 3).

. MERASA MINDER
Dia pun malu untuk menghadiri majlis ilmu,
padahal para ulama dahulunya bodoh
lalu menuntut ilmu
sehingga merekapun menjadi ulama.

. BERALASAN DENGAN “NANTI”.
Bila ada kesempatan,
ia berkata, “Nanti..
Padahal ia tidak tahu kapan ajal menjelang..
Para salaf terdahulu berkata,
“Nanti adalah balatentara setan.”

. MENYIA-NYIAKAN WAKTU
Dengan mengisi waktunya dengan sesuatu yang tidak bermanfaat,
padahal tanda kebaikan Islam seseorang
adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.

(Dari kitab Ma’alim fii thariiq thalabil ‘ilmi karya Syaikh Abdul ‘Aziz As Sadhan).

%d bloggers like this: