Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Imam Nawawi rahimahullah
mengatakan,
sabda Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam
tentang

Orang yang berperang,
orang alim
dan dermawan
serta siksa Allah atas mereka,
ialah

karena mereka mengerjakan
demikian untuk
selain Allah.

Dan dimasukkan mereka
ke dalam neraka
menunjukkan
betapa haramnya riya’
dan keras siksaannya,
serta
diwajibkannya ikhlas
dalam seluruh amal.

Allah berfirman:

“Tidaklah mereka diperintahkan
melainkan
untuk menyembah Allah
dengan
memurnikan ketaatan kepadaNya
dalam (menjalankan)
agama dengan lurus”
[al Bayyinah : 5]

Keumuman hadits-hadits
tentang
keutamaan jihad,

sesungguhnya diperuntukkan
bagi orang
yang melaksanakannya
karena Allah dengan ikhlas.

Demikian pula
pujian terhadap ulama
dan
orang yang berinfaq
di segala sektor kebaikan,

semua itu terjadi
dengan syarat
apabila mereka melakukan
yang demikian itu
semata-mata
karena Allah Ta’ala.[3]

Demikian mengerikan
siksa dan ancaman
bagi orang yang berbuat riya’
dalam melakukan kebaikan.

Mereka berbuat
dengan tujuan
mengharap pujian dan sanjungan
dari manusia.

Islam
lebih banyak memperhatikan
faktor niat (pendorong) suatu amal
daripada
amal itu sendiri,
meskipun kedua-duanya
mendapat perhatian.

Secara fitrah sudah diketahui,
bahwa
penipuan
yang dilakukan seseorang
terhadap orang lain
merupakan
perbuatan hina dan dosa yang jelek.

Jika penipuan itu
dilakukan seorang makhluk
terhadap khaliq (pencipta)nya,
maka
perbuatan itu lebih sangat hina,
buruk dan tercela.

Perbuatan itu merupakan
perbuatan
orang yang suka berpura-pura
dan berbuat
untuk menarik perhatian manusia.

Ia memperlihatkan di hadapan mereka
seakan-akan
dia hanya menghendaki
Allah semata.

Padahal
ia adalah seorang penipu
dan pendusta,

maka tidak heran
jika Allah menghinakannya
dengan
dimasukkan ke dalam api neraka.

Selesai

Footnote:
[3]. Syarah Muslim (XIII/50-51).

Ditulis dari
http://almanhaj.or.id/
Oleh: Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

%d bloggers like this: