Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

. Syaikh as-Sa’di رحمه الله menyebutkan beberapa karakter atau ciri-ciri hati yang selamat;
yaitu hati tersebut diisi dengan:
keikhlasan, ilmu, keyakinan, kecintaan kepada kebaikan dan menganggap kebaikan itu sesuatu yang indah di dalam hatinya, keinginan dan kecintaannya senantiasa mengikuti apa yang Allah cintai, begitu pula hawa nafsunya tunduk mengikuti ajaran yang Allah berikan.
(Taisir al-Kariim ar-Rahmaan, hal:593).

. Ibnul Qayyim رحمه الله menyatakan bahwa hati tidak akan benar-benar bisa selamat kecuali jika terbebas dari lima hal:

. Syirik yang memupuskan tauhid.

. Bid’ah yang menyimpangkan dari as-Sunnah.

. Menuruti keinginan nafsu yang membuat berpaling dari perintah (syari’at).

. Kelalaian yang membuat dzikir terbengkalai.

. Hawa nafsu yang mengikis kemurnian ibadah dan keikhlasan

(Ad-Daa’ wa ad-Dawaa’, hal:138).

Agar hati kita bersih dan selamat hendaklah kita mengetahui racun-racun yang bisa merusak hati.

❤. Ada Empat racun dalam hati Чαπƍ memiliki pengaruh Чαπƍ sangat kuat dan Чαπƍ paling banyak menyebar, diantaranya adalah:

. Kelebihan dalam berbicara
( = Fudhulul kalam )

. Kelebihan dalam memandang
( = Fudhulun nadzar )

. Berlebih-lebihan dalam hal makanan
( = Fudhuluth tho'aam )

. Kelebihan dalam bergaul
( = Fudhulul mukhaalathoh )

(*). Hendaklah kita berusaha menjaga hati kita dengan tidak memasukkan racun-racun tersebut, dan berusaha semaksimal mungkin untuk menyingkirkannya. Dan apabila racun-racun tersebut masuk karena kelalaian atau kesalahan maka hendaklah kita bersegera untuk menghapusnya dengan bertaubat kepada Allah dan memperbanyak beristighfar.

(*). Semoga kita semua dapat terhindar dari racun-racun Чαπƍ menjangkit hati, sehingga kita kelak menghadap Allah dengan membawa hati Чαπƍ selamat. آمِيْن

Disarikan dari kajian rutin Tazkiyatun Nufus oleh Ust. Fuad Hamzah Baraba', Lc.

%d bloggers like this: