Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Sesungguhnya kebahagiaan sejati, cinta yang tulus murni, kesejahteraan yang abadi hanyalah ada pada sisi Rabbul ‘alamin. Karena itu, selayaknya setiap Mukmin, untuk terus berusaha meraihnya dengan modal keikhlasan dan kesungguhannya di dalam mencontoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kebahagiaan di dunia ini, yang kebanyakan manusia mengejarnya, sekaligus melupakan akhirat, hanyalah akan didapatkan sementara waktu dan itulah fatamorgana. Kebahagiaan yang menipu, sementara, sekejap, akan tetapi berakhir dengan kesengsaraan yang berkepanjangan. Hanya mata-mata yang silau dengan gemerlap dunia ini yang akan tertipu dengan pandangan sepintas itu. Oleh karena itu, berhati-hati di dalam hidup di dunia ini merupakan salah satu karakter orang-orang yang bertakwa, sehingga tidak akan tertipu oleh gemerlapnya dunia.

Ingatlah, bahwasanya kesenangan dunia merupakan tipuan. Firman-Nya,

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبُُ وَلَهْوُُ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرُُ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرُُ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَوْلاَدِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي اْلأَخِرَةِ عَذَابُُ شَدِيدُُ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللهِ وَرِضْوَانُُ وَمَاالْحَيَاةُ الدُّنْيَآ إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya menga-gumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridha-an-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al-Hadid: 20).

Mari segera introspeksi diri senyampang umur masih melekat dalam raga kita.

%d bloggers like this: