Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Tradisi jabat tangan menjadikan orang yang tidak berjabat tangan dituduh sebagai orang kolot, kaku, ekstrim, hendak memutuskn tali silaturrahim, dsb. Sehingga terjadilah jabat tangan dengan saudara sepupu, ipar, teman atau yang lainnya, yang bukan mahram, Padahal dengan jelas Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ“

“Sungguh ditusuknya kepala salah seorang dari kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. (HR. ath-Thabrani).

Adakah orang yang hatinya lebih bersih dari hati Nabi صلى الله عليه و سلم ? Namun beliau mengatakan:

إِنِّي لَا أُصَافِحُ النِّسَاءَ إِنَّمَا قَوْلِي لِمِائَةِ امْرَأَةٍ كَقَوْلِي لِامْرَأَةٍ وَاحِدَةٍ أَوْ مِثْلُ قَوْلِي لِامْرَأَةٍ وَاحِدَةٍ

“Sesungguhnya saya tidak menjabat tangan wanita, sesungguhnya perkataanku untuk seratus wanita sama dengan perkataanku untuk satu orang atau serupa dengan perkataanku untuk satu orang wanita. (HR. Imam Malik al-Muwattha’:897, at-Tirmidzi:1597).

Bahkan Aisyah –radhiallahu anha- bersumpah bahwa Nabi tidak pernah menyentuh tangan seorang wanitapun ketika proses bai’at, Aisyah berkata:

ولا والله! ما مست يد امرأة قط في المبايعة, ما يبايعهنّ إلاّ بقوله قد بايعتك على ذلك

“Demi Allah, [tangan Rasulullah] tidak menyentuh tangan seorang wanitapun ketika proses bai’at, beliau tidak membai’at para wanita kecuali dengan berkata: saya telah membai’at kamu atas hal itu [yang diucapkan ketika proses bai’at]. (HR. al-Bukhari:4891), dan ada juga dengan lafadz:

“Dan tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan seorang wanitapun, kecuali wanita yang dimilikinya (Istrinya dan budak-budaknya) (HR. Muslim:1866, at-Tirmidzi: 3306, Ibnu Majah:2875, Ahmad:26857).

%d bloggers like this: