Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Marilah kita mencontoh orang2 yg semangat berlomba-lomba dalam merawat iman, dari segi perealisasian dan penyempurnaan. Perhatian seorang muslim yg mendapat Taufiq kepada imannya akan lebih daripada perhatiannya kepada segala sesuatu yg lain. Itulah Salaful Ummah. Mereka senantiasa memantau Iman mereka, mengoreksi amal2 mereka serta saling berwasiat diatara mereka. Simak perkataan para Ulama Besar dalm menjaga Imannya.

 Umar bin al-khaththab Radiallahuanhu berkata kepada sahabat2nya “Kemarilah, niscaya kita bertambah Iman” (Syarah ath-Thahawiyah)

 Abu Darda Radiallahuanhu berkata “termasuk kecerdasan hamba adalah mengetahui apakah dia menambah atau mengurangi iman” (Syarah ath-Thahawiyah)

Umar bin habib al-Khathmi Radiallahuanhu berkata “iman bertambah dan berkurang” ditanya kenapa? Dia berkata “jika kita menyebut اَللّهُ سبحانه وتعالى dan memujiNya, maka itulah tambahannya dan jika kita mengabaikan dan melupakannya maka itulah kekurangannya”

Ahmad bin Hambal berkata ” iman adalah ucapan dan perbuatan, bertambah dan berkurang. Jika kamu melakukan kebaikan maka ia bertambah dan jika kamu melalaikan maka ia berkurang”.

Mereka orang2 baik, tahu bahwa Iman memiliki sebab2 yg banyak menambah dan pula yg mengurangi, maka sikap hati2 thd yg melemahkan iman pun semakin besar, sehingga jadilah mereka orang2 yg shalih.

Al-Allamah Ibnu Sa’di Radiallahuanhu berkata “Hamba Mukmin yg mendapat Taufiq akan senantiasa mengusahakan dua perkara:
1. Merealisasikan dan mengaktualisasikan Iman dan cabang2nya dari segi Ilmu, praktik dan penampilan.
2. Berusaha menepis setiap sesuatu yg memberangus dan menguranginya, berupa fitnah2 yg Zahir dan Batin.

Dari Kitab at-Taudhih wa al-Bayan li Syajarah al-Iman. Hal.38

Mari Kita memohon kepada اَللّهُ سبحانه وتعالى agar dapat mencontoh mereka serta dikaruniai manisnya Iman dan Lezatnya Ta’at
Fenomena dan gejala lemahnya Iman.
1. Gampang jatuh dalam maksiat dan terjerumus kepadanya hingga terbiasa melakukannya. Ini bukti lemahnya Iman.

2. Tidak terpengaruh dengan ayat2 اَللّهُ سبحانه وتعالى jika ia mendengar atau membacanya sesekali bahkan kadang beberapa bulan telah melaluinya. Tidak tersentuh dg ayat2 berupa ancaman, perintah, larangan atau nasihat2nya.

3. Sempit dada, lekas berkeluh kesah dan ngomel, merasa sempit dari kelakuan2 manusia, tidak toleran shg tidak tahan menghadapi perilaku saudaranya seislam bahkan kadang membuat masalah dg mereka.

4. Merasakan kerasnya hati, tidak merasakan manisnya ketaatan dan nikmat ibadah.

5. Tidak melakukan ibadah dg baik terlihat dg tidak konsentrasinya dalam beribadah seperti sholat, membaca Al-Qur’an, dzikir dan doa, demikian merenungi makna2 dzikir

6. Tidak merasakan beban tanggung jawab terhadap agama ini, tidak mau berkorban dg harta dan waktu utk membela islamdan mendakwahkan serta sabar di jalannya.

7. Malas melakukan amalan2 ta’at dan ibadah serta lali padanya.

8. Lalai berdzikir pada اَللّهُ سبحانه وتعالى kecuali sedikit saja.

9. Tidak tergerak dg nasihat2 mengingat mati, menghadiri jenazah, melihat mayyit. Ketiga disebutkan ttg neraka dan kandungan2nya ia malah membencinya.

10. Bergantung pada dunia serasa cenderung menyintainya. Dalam hadits tsabit disebutkan. “… Hindarilah hidup mewah, karena hamba2 اَللّهُ سبحانه وتعالى bukanlah orang2 yg hidup mewah” (shahih al-Jami’)
Menghabiskan harta dan waktu dalm berhias, bermewah dan mengikuti mode.

11. Tidak merasa marah jika larangan2 اَللّهُ سبحانه وتعالى dilanggar, tidak melakukan nahi munkar dan amar ma’ruf. Dalam hadits yg shahih:
“Jika suatu kesalahan di bumi, maka orang yg menyaksikannya tidak hadir padanya dan orang2 yg tidak hadir padanya namun meridhainya sebagaimana rang yg menyaksikannya”. Lihat (Shahih al-Jami’ ash-Shaghir)

12. Jatuh dal Syubhat, perbuatan2 yg di makruhkan serta menyepelekan dosa dan maksiat.
Ibnu Mas ‘ud Radiallahuanhu berkata:
“Orang yg beriman akan melihat dosa2nya seakan2 dia duduk di kaki gunung, kwatir dosa2nya akan jatuh menimpanya. Sementara orang pendosa akan melihat dosa2nya seperti seekor lalat yg hinggap di hidungnya, ia menepisnya begini, maka iapun ternang” (Shahih al-Bukhari)

13. Banyak melakukan debat kusir yg memicu kerasnya hati, tersebarnya hasad terperdaya dan lainnya.

14. Menganggap remeh perbuatan baik, dan tidak memperhatikan perhatian thd musim2 kebaikan lainnya.

15. Rasa cemas dan takut ketika turun musibah atau terjadi sebuah problem.

(Disalin dari Dzikullah-Durus fi’ar Raqaiq wa az-Zuhd)

Semoga kita terhindar dari hamba2 yg lemah iman.
Bersambung pada Faktor2 penyebab Lemah Iman.

%d bloggers like this: