Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata: 

. Tidaklah seseorang dihukum
dengan hukuman yang lebih berat
dibandingkan dengan kerasnya hati
dan jauhnya dari Allah.

. Neraka telah diciptakan
untuk mencairkan hati-hati yang keras.
Hati yang paling jauh dari Allah
adalah hati yang keras.
Jika hati mengeras,
keringlah air mata.

. Kerasnya hati
disebabkan oleh empat hal
jika engkau melampaui batas yang dibutuhkan (yaitu);
(*). ~ makan,
(*). ~ tidur,
(*). ~ berbicara dan
(*). ~ pergaulan.

. Sebagaimana badan
jika sakit
tidak akan bermanfaat padanya
makanan dan minuman,
maka demikian pula hati
jika sakit karena syahwat
tidak akan manjur padanya berbagai nasihat.

. Barangsiapa menghendaki kejernihan hatinya,
hendaknya dia melebih utamakan Allah atas syahwatnya.
Hati-hati yang terikat dengan syahwat,
berarti tertutup dari Allah
sesuai dengan keterikatannya dengan syahwat.

. Kehancuran hati
disebabkan karena
merasa aman (dari siksaan Allah -pent)
dan kelalaian.
Sedangkan kemakmuran hati
disebabkan oleh
rasa takut dan
selalu ingat.

. Kerinduan kepada Allah dan perjumpaan dengan-Nya
adalah angin segar yang bertiup kepada hati
yang akan mendinginkan darinya panasnya dunia.

. Barangsiapa menempatkan hatinya
disisi Rabbnya
niscaya akan tenang dan
tenteram.
Barangsiapa membebaskan hatinya
pada manusia,
niscaya dia akan kebingungan dan
akan semakin tegang (stress).

. Kecintaan kepada Allah
tidak akan masuk ke dalam hati
yang padanya terdapat kecintaan terhadap dunia
kecuali
sebagaimana onta masuk ke dalam lubang jarum.

. Jika Allah mencintai seorang hamba,
niscaya Dia akan memilihnya untuk Diri-Nya,
memilihnya untuk mencintai-Nya,
memilihnya untuk beribadah kepada-Nya,
sehingga dia akan menyibukkan pikirannya dengan-Nya,
menyibukkan lisannya untuk berdzikir kepada-Nya, dan menyibukkan anggota tubuhnya untuk mengabdi kepada-Nya.

Hati bisa sakit
sebagaimana badan bisa sakit.
Dan obat hati
ada pada taubat dan perlindungan diri.

¤ Hati juga bisa kotor
sebagaimana cermin bisa kotor.
Dan mengkilapnya hati
adalah dengan dzikir.

¤ Hati bisa telanjang
sebagaimana tubuh juga bisa telanjang.
Dan perhiasan hati adalah ketakwaan.

. Hati juga bisa lapar dan haus
sebagaimana halnya badan.
Dan makanan dan minuman hati
adalah
(*). ~ ma’rifah (pengetahuan tentang Allah),
(*). ~ mahabbah (kecintaan terhadap Allah),
(*). ~ tawakal,
(*). ~ senantiasa kembali dan
(*). ~ mengabdi hanya kepada Allah.

[Sumber: al-Fawaid 146-147, diterjemahkan dari al-Majmu’ul Qayyim min Kalam Ibnil Qayyim 110-111]

%d bloggers like this: